BTM-CK Dukung Kemandirian Masyarakat Adat Moi: Fokus Perikanan, Perkebunan, dan Infrastruktur di Kendate

Costant Karma dan ibu Regina Rumbiak saat panen ikan di kampung Kendate

Depapre, Teraspapua.com – Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Papua nomor urut 1, Benhur Tomi Mano dan Constant Karma (BTM-CK), menegaskan komitmennya untuk mendukung pengelolaan sumber daya alam secara mandiri oleh masyarakat adat Moi, khususnya di Kampung Kendate, Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh calon Wakil Gubernur Constant Karma saat menghadiri deklarasi dukungan masyarakat adat Moi kepada pasangan BTM-CK, dalam rangka Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilgub Papua 2025, yang digelar pada Sabtu (14/6/2025) di Kampung Kendate.

Dalam sambutannya, Constant Karma menyampaikan bahwa wilayah pesisir yang dihuni oleh masyarakat Moi, termasuk Kendate, Yokari, dan Revenirara, memiliki kekayaan sumber daya alam yang luar biasa. Ia menyoroti potensi besar di sektor perikanan, perkebunan, dan pertanian yang dapat menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat setempat.

“Daerah pesisir Moi ini punya ikan yang melimpah, sehingga sektor perikanan menjadi perhatian utama kami. Apalagi sudah ada kelompok budidaya ikan yang aktif. Kami akan memberikan dukungan penuh agar masyarakat bisa merasakan manfaat ekonominya,” ujar Constant Karma.

Tak hanya perikanan, sektor perkebunan juga menjadi perhatian pasangan ini, terutama perkebunan kelapa sawit yang saat ini dikelola secara mandiri oleh masyarakat Kendate.

“Kelapa sawit yang dikelola langsung oleh masyarakat akan kami perhatikan. Terkait permintaan untuk akses jalan produksi, nanti saya laporkan ke Pak BTM agar segera diselesaikan. Jalan tersebut sangat vital untuk mendukung distribusi hasil kebun dan peningkatan ekonomi masyarakat,” tambahnya.

Constant Karma juga mengungkapkan beberapa program prioritas BTM-CK jika mereka terpilih memimpin Papua. Program-program tersebut mencakup penguatan sektor pendidikan, layanan kesehatan, pengembangan ekonomi kerakyatan, pembangunan infrastruktur, serta tata kelola pemerintahan yang bersih dan transparan.

“Saya dan Pak BTM memiliki pengalaman panjang dalam pemerintahan. Itu menjadi modal kuat kami untuk membenahi Papua. Kami ingin masyarakat merasakan kehadiran pemerintah yang benar-benar berpihak dan bekerja,” jelasnya.

Sebagai informasi, Kampung Kendate saat ini memiliki lahan perkebunan kelapa sawit seluas 50 hektar yang dikelola masyarakat secara swadaya. Hasilnya telah mampu diproduksi menjadi minyak goreng, mentega, hingga sabun. Namun, seluruh produk tersebut belum memiliki izin resmi dari BPOM RI.

Salah satu tokoh masyarakat Kendate, David Yaruyap, dalam forum tersebut menyampaikan harapan besar kepada pasangan BTM-CK untuk membangun akses jalan yang menghubungkan Depapre, Kendate, hingga ke lokasi perkebunan di Maribu.

“Kami hanya minta satu saja, jalan dari Depapre ke Kendate dan lokasi kebun di Maribu dibangun. Itu saja cukup untuk bantu kami,” pinta David.

Komitmen BTM-CK untuk memberdayakan masyarakat adat dan mendorong pembangunan berbasis potensi lokal menjadi harapan baru bagi masyarakat Kendate dan pesisir Moi. Jika terpilih, program-program tersebut diharapkan dapat segera direalisasikan demi kesejahteraan masyarakat Papua secara menyeluruh.

(Rck)