Jayapura, Teraspapua.com – Pemerintah Kota Jayapura melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kembali melanjutkan penerapan Metode Gasing (Gampang, Asyik dan Menyenangkan) bagi peserta didik tingkat Sekolah Dasar (SD).
Tahun 2025 ini menandai tahun ketiga pelaksanaan metode pembelajaran alternatif tersebut, yang secara konsisten digelar dua kali dalam setahun sejak 2023, dan kini memasuki angkatan ke-8.
Kegiatan terbaru berlangsung dari 24 Mei hingga 11 Juni 2025 di SD Negeri Inpres Kotaraja, melibatkan 120 peserta yang terdiri dari 80 siswa dan 40 guru dari berbagai SD di Kota Jayapura.
Program ini secara khusus ditujukan bagi putra-putri Port Numbay, dengan tujuan meningkatkan minat, bakat, serta kreativitas siswa dalam pelajaran matematika.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura, Rocky Bebena, menjelaskan bahwa Metode Gasing yang diperkenalkan oleh Prof. Yohanes Surya merupakan pendekatan pembelajaran matematika secara bertahap yang memudahkan anak-anak memahami konsep hitung secara menyenangkan.
“Metode ini kita terapkan agar anak-anak tidak takut pada matematika. Justru mereka bisa menikmatinya dengan bermain dan berekspresi menggunakan alat peraga, dan ini menjadi langkah membentuk kecerdasan numerik secara alami,” kata Rocky.
Ia juga menambahkan bahwa dalam pelatihan kali ini, metode Gasing dilengkapi dengan pendekatan baru yang disebut ABR (Angka Berharga), yakni bagian dari upaya memperkuat keterampilan hitung cepat dan berpikir logis sejak usia dini.
“Yang paling penting dari penyelenggaraan ini adalah anak-anak bisa terlibat secara aktif dan berkontribusi positif. Kami ingin mereka tidak hanya pandai menghitung, tapi juga memiliki karakter dan kepribadian yang baik,” tambahnya.
Rocky menyebutkan bahwa saat ini banyak siswa mulai kehilangan minat terhadap pelajaran ilmu pasti, khususnya matematika. Padahal, menurutnya, kemampuan berhitung merupakan dasar penting dalam kehidupan sehari-hari dan masa depan pendidikan.
“Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 menekankan bahwa pendidikan harus membentuk kepribadian, karakter, dan keterampilan. Jadi melalui metode ini, ketiganya kita bangun sekaligus,” tegasnya.
Rocky juga berharap setelah menyelesaikan pelatihan selama 15 hari, para siswa dapat menjadi tutor sebaya di sekolah masing-masing, membantu teman-teman sekelas memahami pelajaran matematika dengan pendekatan yang lebih menyenangkan.
Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan SD Disdikbud Kota Jayapura, Eny Kusrini, menambahkan bahwa kehadiran 40 guru dalam pelatihan ini bukan hanya untuk mendampingi
siswa, tetapi juga untuk meningkatkan kapasitas mengajar mereka di kelas.
“Metode Gasing membuat guru lebih kreatif dalam mengajar. Dengan alat peraga dan pendekatan bermain, siswa jauh lebih mudah menyerap materi,” jelas Eny.
Ia menegaskan bahwa pelatihan ini dirancang agar dapat memberikan efek berantai, tidak hanya kepada siswa yang terlibat langsung, tetapi juga bagi guru-guru lainnya di sekolah asal peserta.
“Tujuan akhirnya adalah semua anak bisa belajar matematika dengan gampang, asyik, dan menyenangkan. Guru pun tidak merasa kesulitan mengajarkannya,” katanya.
Program ini diharapkan terus berlanjut dan menjadi bagian dari strategi pendidikan berkelanjutan di Kota Jayapura.
Ditambahkan, dengan kombinasi pelatihan siswa dan peningkatan kualitas guru, Pemerintah Kota ingin menciptakan generasi muda Papua yang unggul secara akademik, berkarakter kuat, dan siap bersaing di level nasional maupun global.
“Kalau sejak SD sudah mencintai matematika, mereka akan tumbuh dengan logika yang kuat, kemampuan memecahkan masalah, dan semangat belajar yang tinggi,” pungkas Rocky Bebena.
Editor: Almendo | Reporter: Arche
© Teraspapua.com















