Jayapura, Teraspapua.com – Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP), Joni Y. Betaubun, tampil sebagai narasumber dalam kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan Mahasiswa (LDKM) yang diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum Universitas Cenderawasih (Uncen), Selasa (26/8/2025).
Kegiatan berlangsung di aula Fakultas Hukum dengan melibatkan puluhan mahasiswa sebagai peserta.
Dalam kegiatan yang mengangkat tema “Meningkatkan Kapasitas Kepemimpinan yang Transformatif, Berintegritas, Berkualitas, dan Kompetitif”, serta subtema “Membangun Karakter Pemimpin yang Tangguh dan Visioner”, Betaubun menyampaikan materi berjudul “Tata Kelola Kepemimpinan yang Efektif, Berintegritas, dan Berdampak.”
Sebagai alumni Fakultas Hukum Uncen dan mantan Ketua Senat Mahasiswa periode 2004–2005, Betaubun mengaku memiliki kedekatan emosional dengan kampus tersebut, sekaligus merasa bertanggung jawab untuk membagikan nilai-nilai kepemimpinan kepada generasi muda.
Dalam paparannya, Joni Betaubun menyampaikan bahwa mahasiswa Fakultas Hukum memiliki posisi strategis karena dipersiapkan menjadi calon penegak hukum, pemikir kritis, serta pembela keadilan.
Oleh sebab itu, penting bagi mereka memiliki karakter kepemimpinan yang tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga berdampak secara sosial.
“Kepemimpinan mahasiswa di Fakultas Hukum tidak boleh hanya sekadar posisi. Kalian adalah calon pemimpin bangsa. Maka penting untuk membangun karakter, memahami tata kelola organisasi, serta memiliki keberanian untuk membawa dampak nyata di masyarakat,” tegasnya.
Betaubun juga menyoroti rendahnya partisipasi mahasiswa dalam organisasi dewasa ini. Ia menyayangkan banyak mahasiswa yang lebih sibuk dengan urusan pribadi dan aktivitas digital di media sosial seperti TikTok, Instagram, dan Facebook, sehingga minim kepedulian terhadap organisasi dan isu kebangsaan.
“Apatisme ini membuat organisasi kekurangan kader aktif, program sulit dijalankan, dan mahasiswa kehilangan daya kritisnya sebagai agen perubahan. Tantangan ke depan adalah membangun kepemimpinan yang substansial, bukan hanya populer,” ujarnya.
Betaubun juga menekankan pentingnya arah dan visi yang jelas dalam kepemimpinan mahasiswa. Menurutnya, pemimpin tidak boleh hanya sibuk dalam aktivitas seremonial, tetapi harus menjadi inspirasi dan pelaku perubahan dengan langkah-langkah nyata.
“Mahasiswa harus menjaga integritas. Itu adalah fondasi utama kepemimpinan: jujur, transparan, dan bertanggung jawab,” kata Betaubun. Ia juga menyebut bahwa disiplin adalah kunci sukses, tidak hanya dalam organisasi, tetapi juga dalam capaian akademik dan kehidupan pribadi.
Ia mengingatkan seluruh peserta untuk menerapkan prinsip tata kelola organisasi yang transparan, terutama dalam pengelolaan keuangan, program kerja, dan pengambilan keputusan.
“Setiap anggota berhak tahu ke mana arah kebijakan organisasi. Transparansi mencegah konflik internal dan membangun kepercayaan,” tegasnya.
Mengakhiri materi, Betaubun menegaskan bahwa kepemimpinan mahasiswa adalah cerminan dari kepemimpinan bangsa di masa depan. Melalui organisasi-organisasi seperti BEM dan DPMF, mahasiswa belajar mengelola organisasi dengan prinsip tata kelola yang baik dan berdampak.
Ia juga mendorong peserta LDKM untuk terbuka terhadap kritik dan saran, serta terus berinovasi agar organisasi tetap relevan dengan perubahan zaman.
“Kepemimpinan mahasiswa adalah miniatur dari kepemimpinan bangsa. Karena itu, mulailah dari sekarang untuk membentuk karakter dan visi yang kuat. Harapannya, LDKM ini bukan sekadar pelatihan formal, tetapi menjadi wadah pembentukan pemimpin transformatif yang siap menjawab tantangan masa depan,” tutupnya.
(Arc/Nv)














