Elelim, Teraspapua.com – Wakil Gubernur Papua Pegunungan, Ones Pahabol, mengajak seluruh masyarakat Papua, khususnya di Kabupaten Yalimo, untuk menjaga kedamaian, saling menghargai, dan memperkuat kebersamaan lintas kelompok.
Hal itu disampaikannya saat melakukan pertemuan bersama tokoh masyarakat, pemerintah daerah, dan aparat keamanan, Jumat ( 19/9/2025) usai terjadi insiden yang menimbulkan keresahan warga.
Pahabol menekankan pentingnya setiap masyarakat, baik orang asli Papua maupun non-Papua, membangun suasana rukun dalam kehidupan sehari-hari. Ia mengingatkan agar keluarga, istri, dan anak-anak diedukasi sejak dini mengenai arti kebersamaan dan pentingnya menjaga tutur kata demi menghindari konflik.
“Kami berharap hal seperti ini menjadi yang pertama dan terakhir. Ke depan jangan lagi ada peristiwa serupa yang merusak kedamaian. Ini bukan hanya untuk masyarakat pegunungan, tetapi juga untuk seluruh Papua di seluruh dunia. Kita semua diciptakan oleh Tuhan yang sama,” ujarnya.
Pahabol menambahkan, setiap manusia harus memahami ajaran agama dengan benar, baik dari Alkitab maupun Alquran, agar menyadari bahwa kehidupan berasal dari Tuhan, bukan
dari hal-hal duniawi semata. Ia menegaskan, kedamaian sejati lahir dari hati setiap individu.
“Ketenangan itu penting. Dan ketenangan ada pada diri kita sendiri. Karena itu, mari kita sama-sama menjaga rumah kita sendiri, bukan seakan-akan tinggal di rumah orang lain,” tambahnya.
Selain soal perdamaian, Wakil Gubernur juga menyinggung kebutuhan dasar masyarakat, terutama ketersediaan pangan. Ia menekankan bahwa pemerintah daerah akan bertanggung jawab penuh dalam pembangunan fisik maupun pemulihan pascakonflik, sembari memastikan kebutuhan pokok masyarakat tetap terpenuhi.
“Kita juga akan bicara soal makanan, beras, dan pasokan kebutuhan lainnya. Pemerintah akan hadir untuk menjawab itu, supaya masyarakat tidak merasa ditinggalkan,” katanya.
Dalam kesempatan itu, hadir pula Bupati dan Wakil Bupati Yalimo, Kapolres, serta tokoh-tokoh intelektual dan adat setempat. Pertemuan berlangsung penuh keprihatinan namun juga menjadi momentum untuk menguatkan solidaritas.
Pahabol menyampaikan bahwa kedatangannya mewakili pemerintah provinsi adalah bentuk kepedulian dan doa bagi warga Yalimo yang terdampak. Ia berharap masyarakat dapat tabah menghadapi musibah dan tidak larut dalam perpecahan.
“Kami datang bukan hanya sebagai pejabat, tetapi juga sebagai bagian dari keluarga besar masyarakat Papua. Kami membawa doa dan kekuatan, agar semua yang terjadi bisa menjadi pelajaran berharga untuk kita. Yang terpenting, mari kita bersatu dan memastikan peristiwa seperti ini tidak terulang,” tutupnya.
(Rck/Nov)















