banner 325x300

Dalam Terang Natal, Hengki Bayage Tanam Harapan bagi Mahasiswa Distrik UKHA

Jayapura, Teraspapua.com – Anggota DPR Papua Pegunungan, Hengki Bayage, menghadiri Ibadah Natal sekaligus Syukuran Hari Ulang Tahun (HUT) ke-21 Jaringan Keluarga Pelajar Mahasiswi Distrik UKHA (JKPM-DU), Kabupaten Yahukimo.

Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan peletakan batu pertama pembangunan asrama mahasiswa Distrik UKHA dan berlangsung di kompleks perumahan dosen, pinggir Kali Kamwolker, Perumnas II Waena, Kota Jayapura, Sabtu (13/12/2025).

banner 325x300

Perayaan Natal tahun ini mengangkat tema “Imanuel, Allah Beserta Kita”, yang mencerminkan semangat kebersamaan, pengharapan, serta iman dalam menyongsong masa depan yang lebih baik, khususnya bagi generasi muda Distrik UKHA yang tengah menempuh pendidikan di Kota Jayapura.

Kepada Teraspapua.com, Hengki Bayage mengungkapkan bahwa pada momentum tersebut dirinya diminta untuk melakukan peletakan batu pertama pembangunan asrama mahasiswa Distrik UKHA.

Ia menyambut baik inisiatif tersebut dan memberikan dukungan nyata berupa bantuan dana sebesar Rp50 juta guna menunjang kelancaran dan penyelesaian pembangunan asrama.

“Pada kesempatan ini saya diminta untuk meletakkan batu pertama pembangunan asrama mahasiswa Distrik UKHA. Saya juga memberikan bantuan sebesar Rp50 juta untuk mendukung proses pembangunan agar dapat segera diselesaikan,” ujar Hengki Bayage.

Legislator Papua Pegunungan dari Fraksi PDI Perjuangan ini mengajak para intelektual, pejabat daerah, kepala distrik, hingga kepala kampung yang berasal dari Distrik UKHA untuk bersama-sama mendukung pembangunan asrama mahasiswa di Kota Jayapura. Menurutnya, keberadaan asrama sangat penting untuk menjamin kenyamanan, keamanan, serta mendukung proses belajar mahasiswa.

Ia menjelaskan bahwa jika seluruh mahasiswa Yahukimo diarahkan untuk tinggal di asrama yang dibangun oleh Pemerintah Kabupaten Yahukimo, maka kapasitasnya tidak akan mencukupi. Mengingat Kabupaten Yahukimo memiliki 51 distrik, jumlah mahasiswa yang menempuh studi di Jayapura sangat besar dan membutuhkan solusi bersama.

“Kalau semua mahasiswa diarahkan ke asrama yang dibangun pemerintah, tentu tidak akan cukup. Karena itu, untuk mengurangi beban pemerintah daerah, kami juga mendorong dan mendukung setiap distrik yang berinisiatif membangun asrama sendiri,” jelasnya.

Hengki menambahkan, dengan adanya asrama yang representatif, mahasiswa dapat memiliki tempat tinggal yang layak sehingga lebih fokus dalam menempuh pendidikan, membentuk karakter, serta mempersiapkan diri sebagai generasi penerus pembangunan Distrik UKHA dan Kabupaten Yahukimo secara umum.

“Dengan tempat tinggal yang aman dan layak, kebutuhan makan dan minum terjamin, adik-adik mahasiswa bisa lebih fokus belajar dan mempersiapkan masa depan mereka. Inilah yang menjadi tujuan utama pembangunan asrama ini,” katanya.

Pada momentum perayaan Natal dan HUT ke-21 JKPM-DU tersebut, Hengki Bayage juga mengajak seluruh mahasiswa untuk melakukan refleksi diri menjelang akhir tahun 2025 dan memasuki tahun 2026. Ia berharap mahasiswa dapat meninggalkan kebiasaan-kebiasaan buruk di tahun yang akan berlalu dan membangun semangat baru untuk lebih mandiri dan berorientasi pada pendidikan.

“Sebagai kakak, saya berpesan kepada adik-adik mahasiswa agar fokus belajar, berdiri di atas kaki sendiri, dan mempersiapkan diri sebagai generasi masa depan Distrik UKHA dan Kabupaten Yahukimo,” pesannya.

Sementara itu, perwakilan Badan Pengurus JKPM-DU, Janes Roi Aspalek, menyampaikan rasa bangga dan terima kasih atas kehadiran Anggota DPR Papua Pegunungan Hengki Bayage dalam perayaan Natal dan HUT ke-21 organisasi tersebut.

“Kehadiran Bapak Hengki Bayage merupakan suatu kebanggaan besar bagi kami Jaringan Keluarga Pelajar Mahasiswa Mahasiswi Distrik UKHA. Kami juga mengucapkan terima kasih atas bantuan dana sebesar Rp50 juta untuk mendukung pembangunan asrama mahasiswa,” ujarnya.

Ia berharap Tuhan Yesus senantiasa memberkati setiap tugas dan pelayanan Hengki Bayage kepada masyarakat Papua Pegunungan, khususnya di Kabupaten Yahukimo.

Dalam ibadah Natal tersebut, Pendeta Yonathan Selepole menyampaikan refleksi firman Tuhan yang terambil dari Injil Matius 1:23 dengan subtema, “Melalui Ibadah Natal, HUT, dan Peletakan Batu Pertama di Lokasi Baru, Mari Kita Bersatu Padu di dalam Sang Putra Natal dan Sesama untuk Berdiri Teguh Menghadapi Perubahan Zaman.”

Dalam khotbahnya, Pendeta Yonathan menekankan makna Immanuel sebagai Allah yang menyertai dan melindungi umat-Nya di tengah berbagai tantangan kehidupan, termasuk persoalan ekonomi, politik, pendidikan, dan keamanan.

“Immanuel adalah Allah yang hadir dan menjadi pemersatu antara Allah dengan manusia, serta antara manusia dengan sesamanya. Tuhan adalah penolong yang memberikan jalan keluar ketika kita merasa tidak mampu,” tuturnya.

Ia juga mengajak seluruh jemaat untuk bersatu dalam memulai pembangunan asrama mahasiswa Distrik UKHA, seraya meyakini bahwa Tuhan akan menyertai dan menuntaskan pekerjaan tersebut hingga selesai.

“JKPM-DU bukan hanya mahasiswa, tetapi juga keluarga diaspora. Jika kita membangun dalam kesatuan, Tuhan akan menyertai pembangunan ini sampai selesai. Tuhan akan menyatakan kuasa-Nya ketika kita bersatu dan saling menolong,” pungkasnya.

Melalui momentum Natal, HUT ke-21, dan peletakan batu pertama pembangunan asrama ini, seluruh pihak berharap semangat kebersamaan dan iman kepada Tuhan terus terpelihara, sehingga generasi muda Distrik UKHA dapat tumbuh menjadi sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing demi kemajuan Kabupaten Yahukimo dan Papua Pegunungan.