banner 325x300

Ibadah Natal GPDP En-Rimon, Senator Pdt. David Waromi Tekankan Inisiatif Kasih Allah

Senator DPD RI, Pendeta, Pdt. David Harol Waromi saat menyampaikan Firman Tuhan

Jayapura, Teraspapua.com – Di tengah suasana ibadah Natal yang berlangsung penuh hikmat, Senator DPD RI, Pendeta, Pdt. David Harol Waromi, mengajak seluruh jemaat untuk kembali merenungkan kasih Allah yang begitu besar bagi umat manusia. Ia menegaskan bahwa keselamatan bukanlah hasil dari usaha atau kemampuan manusia, melainkan lahir dari inisiatif Allah yang penuh kasih dan anugerah.

Pesan rohani tersebut disampaikan Pdt. David H. Waromi saat menyampaikan firman Tuhan dalam ibadah Natal Jemaat GPDP En-Rimon yang dilaksanakan di Pasar Impres, Jalan Tanjung Ria, Dok IX, Kota Jayapura, belum lama ini. Firman Tuhan yang diambil dari Matius 1:21 menjadi dasar perenungan tentang kasih Allah yang dinyatakan secara nyata melalui kelahiran Yesus Kristus ke dunia.

banner 325x300

Dalam khotbahnya, Pdt. David H. Waromi menjelaskan bahwa sejak manusia jatuh ke dalam dosa, Allah tidak pernah berpaling atau meninggalkan ciptaan-Nya. Sebaliknya, Allah justru mengambil langkah pertama untuk memulihkan hubungan yang telah rusak antara manusia dan diri-Nya. Inisiatif ilahi tersebut diwujudkan melalui pengutusan Yesus Kristus sebagai Juruselamat umat manusia.

Ia mengutip firman Tuhan dalam Matius 1:21 yang berbunyi, “Ia akan melahirkan seorang anak laki-laki dan engkau akan menamai Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa-dosa mereka.” Menurutnya, ayat ini menegaskan bahwa nama Yesus bukan sekadar sebuah identitas, melainkan mengandung makna keselamatan yang kekal bagi seluruh umat manusia.

Pdt. David H. Waromi menambahkan bahwa keselamatan bukanlah hasil dari perbuatan baik atau usaha manusia. Manusia yang telah jatuh ke dalam dosa tidak memiliki kemampuan untuk menyelamatkan dirinya sendiri. Oleh karena itu, Allah mengaruniakan anugerah terbesar-Nya, yaitu Yesus Kristus, sebagai satu-satunya jalan keselamatan bagi dunia.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa nama Yesus memiliki arti yang sangat mendalam, yakni “Tuhan adalah keselamatan”. Nama tersebut diberikan atas kehendak Allah melalui perantaraan malaikat sebagai tanda bahwa Yesus diutus dengan misi khusus, yaitu menyelamatkan umat manusia dari dosa, penderitaan, dan kebinasaan. Di dalam nama Yesus terdapat kuasa pengampunan, pemulihan, serta pengharapan akan hidup yang kekal.

“Nama Yesus adalah nama yang ajaib dan penuh kuasa. Dalam nama Yesus, setiap orang yang percaya memperoleh keselamatan dan kemenangan atas kuasa dosa dan maut,” ujar Pdt. David H. Waromi. Ia menegaskan bahwa Alkitab dengan jelas menyatakan tidak ada nama lain di bawah kolong langit yang olehnya manusia dapat diselamatkan, selain nama Yesus Kristus.

Dalam kesempatan tersebut, Pdt. David H. Waromi juga menekankan bahwa kehadiran Allah mampu mengubah setiap situasi kehidupan, termasuk di dalam rumah tangga. Ketika
Allah hadir, pemulihan, damai sejahtera, dan perubahan hidup akan nyata dalam keluarga.

Hal ini ditegaskan melalui firman Tuhan dalam Lukas 19, ketika Yesus berkata kepada Zakheus, “Zakheus, segeralah turun, sebab hari ini Aku harus menumpang di rumahmu.” Peristiwa ini menjadi gambaran bahwa kehadiran Yesus membawa perubahan besar, bukan hanya bagi Zakheus secara pribadi, tetapi juga bagi seluruh rumah tangganya.

Dikatakan, sebelum perjumpaannya dengan Yesus, Zakheus dikenal sebagai pemungut cukai yang hidup dalam dosa dan penolakan sosial. Namun, ketika Yesus masuk dan tinggal di rumahnya, terjadi pertobatan yang sungguh-sungguh. Kehadiran Allah mengubah sikap, karakter, dan arah hidup Zakheus, sehingga keselamatan pun dinyatakan bagi seisi rumahnya.

Suasana Ibadah Natal Jemaat GPDP En-Rimon

Lebih lanjut disampaikan bahwa keluarga yang membuka pintu bagi kehadiran Allah dan membangun komitmen hidup bersama Tuhan akan selalu melihat kebaikan Tuhan dalam perjalanan hidup mereka. Hal ini ditegaskan melalui firman Tuhan dalam Yosua 24:15, “Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada Tuhan.” Ayat ini menjadi dasar bahwa komitmen keluarga kepada Allah merupakan kunci utama untuk hidup dalam berkat dan penyertaan Tuhan.

Menurut Pdt. David H. Waromi, komitmen kepada Allah tidak cukup hanya diucapkan melalui kata-kata, tetapi harus diwujudkan melalui kehidupan sehari-hari yang takut akan Tuhan, saling mengasihi, dan hidup dalam ketaatan. Keluarga yang menjadikan Allah sebagai pusat kehidupan akan mampu menghadapi berbagai tantangan dan pergumulan dengan iman dan pengharapan.

Jemaat pun diajak untuk menjadikan rumah tangga sebagai tempat di mana Tuhan dimuliakan, doa dinaikkan, dan kasih Kristus dinyatakan. Ketika Allah hadir dalam keluarga, suasana rumah akan dipenuhi damai sejahtera, pengampunan, dan sukacita sejati.

Ibadah Natal tersebut ditutup dengan ajakan kepada seluruh jemaat untuk senantiasa bersyukur atas anugerah keselamatan yang telah Allah berikan, membuka hati dan rumah bagi kehadiran Tuhan, serta membangun komitmen keluarga yang teguh di dalam iman kepada Yesus Kristus.

Inisiatif Allah yang penuh kasih ini menjadi bukti bahwa Allah menghendaki semua orang diselamatkan dan memperoleh hidup yang kekal melalui iman kepada Yesus Kristus.

(Sand/Veb)