Ini Pesan Ketua BP YPK Joni Betaubun di Momen Ibadah Natal Keluarga Besar SMP YPK Kotaraja

Jayapura, Teraspapua.com – Perayaan natal bersama yang dilakukan SMP YPK Kotaraja, Kota Jayapura, Papua, berlangsung penuh hikmah. Ratusan siswa dan guru, tamu undangan larut dalam suasana perayaan Natal yang dihelat di aula setempat. Selasa (12/12/2023),

Dengan tema “Kemuliaan Bagi Allah dan Damai Sejahatera di Bumi” Pendeta (Pdt) Sahat Situmeang, M. Mis menyampaikan renungan Natal, dari Firman Tuhan Lukas 2:14.

banner 325x300

Tuhan Allah berkenan kepada orang-orang majus. Ada tiga orang majus; Pertama yaitu orang-orang cendekiawan, sarjana, orang pintar mereka membawa persembahan berupa mur.

Kedua adalah para agamawan, tokoh-tokoh agama mereka membawa kemenyaan. Ketiga adalah orang-orang kaya, konglomerat-konglomerat mereka membawa emas.

“Tiga orang majus, mereka datang berusaha mencari Yesus di mana Yesus dilahirkan, tujuan adalah menyembah Yesus yang baru lahir dan Allah berkenan kepada mereka,” ujarnya.

Dikatakan, Allah berkenan kepada mereka karena mereka punya kerinduan bertemu dengan Tuhan. Mereka ingin menyembah kepada Tuhan, karena mereka sudah bosan dengan apa yang mereka miliki, dengan keahlian mereka belum puas.

Begitu juga dengan para agamawan mereka belum puas, karena Mesias yang menjanjikan itu belum muncul. Orang-orang kaya juga tidak puas dengan hidupnya, karena kekayaan juga tidak membawa kebahagiaan lalu mereka berusaha mencari Yesus.

“Allah berkenan juga kepada orang-orang yang bertobat. Mari kita posisikan diri kita, orang-orang yang berkenan di hati Tuhan, ketika kita mengalami tantangan, penderitaan, kesusahan, kesulitan hidup tetapi dalam hati kita ada kerinduan untuk dijamah oleh Tuhan,” jelasnya.

Kita punya kerinduan untuk mengalami perubahan dengan perjuangan, kerja keras dengan berbagai cita-cita dan harapan, tapi kalau tidak ada kerinduan untuk berjumpa dengan Tuhan sia-sialah kerja keras kita,” tandasnya.

Sementara Ketua BP YPK di Tanah Papua, Joni Y. Betaubun, SH, MH saat menyampaikan pesan Natal mengatakan. Makna Natal yang sesungguhnya itu ada pada diri kita, semua ada dalam sukacita Natal dan damai Natal ada dalam hidup kita.

“Tidak boleh saling benci, memfitnah satu dengan yang lain. Kalau ko tar suka saya cukup dalam hati saja. Tapi, belajarlah untuk mengampuni. Untuk itu perlu kerendahan hati dan penyangkalan diri,” ujarnya.

Ketua BP YPK di Tanah Papua, Joni Y. Betaubun, SH, MH, saat menyampaikan pesan Natal

Dalam momen ini, Betuban juga minta kepada kepala sekolah untuk terus melakukan inovasi-inovasi yang baik untuk perkembangan sekolah.

“Sekolah diharapkan harus bersaing, saya yakin kepala sekolah Patanduk Biring dan teman-teman guru bisa melakukan perubahan,” ucapnya.

Karena setiap 3 bulan Direktur Eksekutif akan melaporkan kepada BP YPK, tentang kinerja-kinerja para kepala sekolah.

Betaubun juga berpesan kepada seluruh siswa, jika libur nanti jaga keselamatan masing-masing, hindari balap liar, berkedraan dengan hati-hati.

Lebih banyak berdoa, supaya kita dalam keselamatan dan perlindungan Tuhan sampai masuk di tahun yang baru,” tandasnya.

Kabid Pembina SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura, Yoppi Yoram Hanuebi juga mengajak kita semua untuk menghadirkan Tuhan Yesus dalam hidup kita dari hari lepas hari

“Kita harus berpengharapan kepada Tuhan, menyerahkan hidup kita hanya kepada Tuhan dan kita harus bertobat dengan melihat akan kondisi hidup kita saat ini untuk memperbaiki hidup kita agar kedepan lebih baik lagi,” ujar Yoppi.

Dia juga minta sekolah-sekolah YPK di Kota Jayapura harus bersaing dengan sekolah-sekolah negeri,” pesanya.

Ditempat yang sama, Kepala sekolah, Patanduk Biring. SS., M.Pd mengatakan, Tahun 2023 kita SMP YPK Kotaraja harus berlari, bangkit, karena persaingan di kota Jayapura sangat ketat, kalau kita tinggal diam, maka ke depan kita tidak bisa berbuat apa-apa.

“Karena itu harus ada perubahan yang terjadi, di dalam kelas apa yang diberikan para guru terimah dengan bai, karena YPK tidak mau ketinggalan,” pesanya.

Dikatakan, Kurikulum yang ada di satuan pendidikan sekolah-sekolah negeri, kita juga lakukan di sekolah kita, sehingga jika anak-anak menginjakan kaki di SMA atau SMK tidak ketinggalan jaman,” pungkasnya.

(har/Ricko)