Jayapura, Teraspapua.com – Wakil Ketua II Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Jayapura, Imam Khoiri, mendorong Dinas Pariwisata Kota Jayapura untuk memperkuat program-program nyata dalam pengembangan ekonomi kreatif yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Imam Khoiri saat DPRK Jayapura menggelar sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Kota Jayapura Nomor 11 Tahun 2019 tentang Pemberdayaan dan Perlindungan Ekonomi Kreatif di Kantor Dinas Pariwisata Kota Jayapura, Senin (9/3/2026).
Menurut Imam, kehidupan masyarakat tidak dapat dilepaskan dari aspek ekonomi. Karena itu, sektor pariwisata sebagai leading sector diharapkan mampu mendorong pertumbuhan dan perkembangan ekonomi kreatif di Kota Jayapura.
Ia menilai Dinas Pariwisata memiliki peran strategis dalam mengembangkan potensi ekonomi kreatif yang berbasis pada ide, gagasan, talenta, serta kemampuan masyarakat.
“Kita hidup tidak terlepas dari ekonomi. Karena itu, Dinas Pariwisata sebagai leading sector diharapkan memiliki program-program nyata yang dapat menumbuhkembangkan ekonomi kreatif berbasis gagasan, ide, talenta, dan kemampuan masyarakat,” ujarnya.
Imam berharap berbagai potensi yang dimiliki masyarakat dapat diasah dan dikembangkan sehingga menghasilkan produk maupun jasa yang mampu bersaing, tidak hanya di tingkat lokal tetapi juga di tingkat nasional bahkan internasional.
Namun demikian, ia mengakui hingga saat ini pihaknya belum melihat secara jelas sejauh mana kontribusi dari program pembinaan yang telah dilakukan oleh Dinas Pariwisata terhadap para pelaku ekonomi kreatif.
Menurutnya, berbagai bantuan maupun program pembinaan yang telah diberikan perlu dievaluasi secara menyeluruh agar dapat diketahui dampak yang dihasilkan, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.
“Kami jujur belum melihat sejauh mana kontribusi dari pembinaan yang dilakukan oleh Dinas Pariwisata. Ini tentu perlu dievaluasi dan ditindaklanjuti, sehingga kita bisa mengetahui output dan outcome dari setiap program yang dijalankan,” katanya.
Ia menegaskan bahwa setiap bantuan atau pembinaan yang diberikan kepada pelaku ekonomi kreatif tidak boleh berhenti setelah program selesai dilaksanakan.
Menurutnya, perlu adanya proses monitoring dan pendampingan secara berkelanjutan agar bantuan yang diberikan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Jangan sampai bantuan diberikan, setelah itu dilepas begitu saja tanpa ada monitoring dan evaluasi,” ujarnya.
Lebih lanjut, Imam juga menyoroti potensi Kota Jayapura sebagai ibu kota Provinsi Papua yang memiliki daya tarik besar bagi daerah lain, terutama setelah terbentuknya sejumlah Daerah Otonomi Baru (DOB) di wilayah Papua.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi peluang besar bagi Kota Jayapura untuk menarik kunjungan wisatawan maupun pelaku usaha dari daerah lain.
Karena itu, ia mendorong Dinas Pariwisata Kota Jayapura untuk lebih gencar melakukan promosi pariwisata, baik melalui media digital maupun melalui berbagai kegiatan pameran dan event pariwisata.
Salah satu potensi yang dinilai dapat dikembangkan adalah kawasan perbatasan dengan Papua Nugini, yang dapat menjadi pintu masuk bagi wisatawan mancanegara untuk berkunjung ke Kota Jayapura.
“Kami berharap promosi pariwisata bisa lebih digencarkan, baik melalui platform online maupun melalui kegiatan pameran. Misalnya kegiatan di kawasan perbatasan, sehingga saudara-saudara kita dari Papua Nugini bisa tertarik datang ke Jayapura dan membelanjakan uangnya di sini,” ujarnya.
Imam menilai sektor pariwisata merupakan industri yang memiliki prospek jangka panjang karena kebutuhan manusia untuk berwisata akan selalu ada.
Menurutnya, sektor pariwisata memiliki efek berantai terhadap berbagai sektor lain seperti akomodasi, restoran, serta penjualan cinderamata yang dapat dibeli oleh wisatawan sebagai oleh-oleh.
“Industri pariwisata ini adalah industri yang tidak ada matinya. Selama manusia masih ada, kebutuhan untuk berwisata akan selalu ada. Di situ ada akomodasi, restoran, hingga cinderamata yang bisa dibeli oleh wisatawan,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Imam juga memberikan sejumlah saran kepada Dinas Pariwisata Kota Jayapura untuk mengoptimalkan pemanfaatan fasilitas publik yang ada.
Salah satunya adalah Taman Imbi, yang menurutnya dapat dijadikan sebagai pusat kegiatan pariwisata dan ekonomi kreatif di Kota Jayapura.
Ia mengusulkan agar kawasan tersebut dilengkapi dengan penanda atau tulisan sebagai Pusat Informasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, sehingga masyarakat maupun wisatawan dapat dengan mudah mengenal fungsi tempat tersebut.















