Jayapura, Teraspapua.com – Ibadah Hari Doa Syukur memperingati 54 tahun pelayanan Klasis GKI Port Numbay berlangsung khidmat di GKI Pniel Kotaraja, Kota Jayapura, Sabtu (14/3/2026).
Perayaan tersebut menjadi momentum refleksi perjalanan pelayanan gereja sekaligus memperkuat komitmen bersama antara gereja dan pemerintah dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis di ibu kota Provinsi Papua.
Ibadah syukur itu dihadiri oleh Wali Kota Jayapura Abisai Rollo, para pendeta, majelis jemaat, tokoh gereja, serta ratusan warga jemaat dari berbagai gereja yang berada di lingkungan Klasis Port Numbay.
Dalam sambutannya, Abisai Rollo menyampaikan ucapan selamat ulang tahun kepada seluruh jemaat dan pelayan gereja atas perjalanan pelayanan Klasis GKI Port Numbay yang telah berlangsung lebih dari setengah abad.
Menurutnya, usia ke-54 bukan sekadar angka, melainkan bukti penyertaan Tuhan dalam perjalanan pelayanan gereja di tanah Port Numbay.
“Angka 54 bukan sekadar deretan tahun, tetapi menjadi bukti nyata penyertaan Tuhan bagi gereja-Nya di atas tanah ini. Atas nama Pemerintah Kota Jayapura, saya mengucapkan selamat ulang tahun yang ke-54 kepada Klasis GKI Port Numbay,” ujar Abisai.
Ia menilai selama 54 tahun perjalanan pelayanannya, Klasis GKI Port Numbay telah memberikan kontribusi penting bagi kehidupan masyarakat di Kota Jayapura. Kontribusi tersebut terlihat melalui berbagai kegiatan pembinaan keluarga, pembentukan karakter generasi muda, hingga keterlibatan dalam aktivitas sosial dan kemanusiaan.
Pemerintah Kota Jayapura, kata dia, sangat mengapresiasi peran aktif gereja dalam berbagai bidang, termasuk pendidikan, pelayanan sosial, penanggulangan kemiskinan, serta upaya menjaga harmoni antarumat beragama di kota tersebut.
Abisai juga menegaskan bahwa pembangunan kota tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata. Dibutuhkan dukungan dari seluruh elemen masyarakat, termasuk lembaga keagamaan seperti gereja.
“Pemerintah Kota Jayapura tidak dapat berjalan sendiri dalam membangun kota ini. Kita membutuhkan jemaat yang sehati. Jika gereja peduli pada kebersihan kota, pendidikan anak-anak Port Numbay, dan kesehatan masyarakat, maka kesejahteraan yang kita impikan akan lebih cepat terwujud,” katanya.
Ia berharap Klasis GKI Port Numbay terus menjadi garda terdepan dalam menjaga perdamaian serta memperluas jangkauan pelayanan gereja kepada seluruh lapisan masyarakat, terutama mereka yang membutuhkan perhatian.
“Tidak boleh ada warga jemaat yang terabaikan. Setiap program gereja harus benar-benar menyentuh mereka yang paling membutuhkan,” ujarnya.
Menurut Abisai, Klasis Port Numbay merupakan bagian penting dari sejarah dan wajah Kota Jayapura. Karena itu, di usia yang semakin matang, gereja diharapkan semakin mandiri dan kreatif dalam menjalankan pelayanan yang memberikan dampak nyata bagi kehidupan sosial maupun ekonomi jemaat.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan kebersamaan dalam mendukung visi pembangunan Kota Jayapura sebagai kota jasa yang berbudaya, religius, maju, mandiri, dan sejahtera menuju Jayapura Emas.
Sementara itu, Ketua Klasis GKI Port Numbay, Andris Tjoe, menyampaikan rasa syukur atas perjalanan pelayanan gereja yang kini telah mencapai usia 54 tahun.
Menurutnya, berbagai tantangan yang dihadapi selama ini dapat dilalui berkat tuntunan dan penyertaan Tuhan dalam setiap langkah pelayanan gereja.
“Hari ini Klasis Port Numbay berusia 54 tahun. Dalam berbagai tantangan yang ada, kami dapat melewatinya dan mengelola klasis ini dengan baik karena tuntunan dan penyertaan Tuhan,” kata Andris.
Ia juga menekankan pentingnya membangun komitmen bersama antara para pelayan gereja, denominasi gereja lainnya, serta pemerintah daerah dalam membangun Kota Jayapura.
“Gereja harus berjalan bersama pemerintah. Kita harus membangun kebersamaan agar bersama-sama melihat dan membangun Kota Jayapura menjadi lebih baik,” ujarnya.
Saat ini, Klasis GKI Port Numbay memiliki 51 jemaat yang tersebar di berbagai wilayah Kota Jayapura. Jumlah tersebut, menurut Andris, menjadi kekuatan besar bagi gereja dalam menjalankan berbagai program pelayanan kepada masyarakat.
Melalui perayaan syukur ini, diharapkan semangat kebersamaan antara gereja, pemerintah, dan masyarakat terus terpelihara demi menciptakan kehidupan yang damai, harmonis, dan sejahtera di Kota Jayapura.















