Jayapura, Teraspapua.com – Penyampaian aspirasi oleh kelompok Forum Independen Mahasiswa West Papua (FIMWP) di Kota Jayapura, Selasa (7/4/2026), berlangsung aman dan relatif tertib meski sempat terjadi gangguan arus lalu lintas di sekitar depan Kampus USTJ, Distrik Abepura.
Gangguan tersebut terjadi saat massa aksi memadati ruas jalan di depan kampus. Namun, situasi dengan cepat dapat dikendalikan aparat keamanan sehingga arus lalu lintas kembali normal dalam waktu singkat.
Kapolresta Jayapura Kota, Kombes Pol Fredrickus W. A. Maclarimboen, mengatakan secara umum kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) selama aksi berlangsung tetap kondusif.
“Secara umum situasi kamtibmas relatif kondusif, berjalan aman dan lancar,” ujar Maclarimboen saat melakukan monitoring langsung di kawasan Abepura.
Meski demikian, ia mengingatkan agar ke depan para peserta aksi dapat lebih tertib dan menjaga komitmen dalam menyampaikan aspirasi tanpa mengganggu aktivitas masyarakat luas.
“Kami berharap ke depan bisa lebih tertib lagi. Para pendemo harus komitmen dan konsekuen dengan apa yang disampaikan. Kami sudah berikan ruang untuk menyampaikan aspirasi, tetapi tolong perhatikan ruang publik dengan tidak mengganggu aktivitas masyarakat lainnya,” tegasnya.
Dalam pengamanan aksi tersebut, aparat gabungan menurunkan sebanyak 784 personel yang terdiri dari Direktorat Samapta Polda Papua, Satuan Brimob Polda Papua, Polresta Jayapura Kota beserta jajaran, serta dukungan dari TNI.

Pengamanan difokuskan di sejumlah titik yang menjadi lokasi konsentrasi massa, terutama di wilayah Distrik Abepura dan Distrik Heram.
Lebih lanjut, Kapolresta menegaskan bahwa pihaknya tetap memberikan ruang bagi setiap kelompok masyarakat untuk menyampaikan aspirasi, namun pelaksanaannya harus tetap mengedepankan ketertiban umum.
“Harapan kami ke depan, penyampaian aspirasi dapat berjalan lebih tertib dan tetap menjamin situasi kamtibmas. Apa pun bentuk penyampaian aspirasi, kami sudah berikan ruang, meskipun organisasi yang melaksanakan kegiatan ini tidak memiliki legalitas,” tambahnya.
Hingga aksi berakhir, situasi di Kota Jayapura terpantau aman dan aktivitas masyarakat kembali berjalan normal.(*)










