Balikpapan, Teraspapua.com – Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Jayapura melalui Komisi B melakukan studi banding ke Kota Balikpapan guna mempelajari pengelolaan program dan anggaran di sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) setempat.
Kunjungan tersebut difokuskan pada tiga instansi yang menjadi mitra kerja Komisi B, yakni Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Balikpapan.
Wakil Ketua III DPRK Jayapura, Ferdinan Hanuebi, mengatakan studi banding ini bertujuan untuk memperdalam pemahaman terkait pelaksanaan program kerja serta tata kelola anggaran di masing-masing dinas tersebut.
“Kami datang untuk melihat langsung bagaimana program-program yang dijalankan oleh mitra Komisi B, khususnya di Dinas PUPR, BPBD, dan Dinas Lingkungan Hidup Kota Balikpapan,” ujar Ferdinan.
Dalam kunjungan itu, rombongan DPRK Jayapura menyoroti besarnya alokasi anggaran yang dikelola oleh ketiga dinas tersebut dibandingkan dengan kondisi di Kota Jayapura. Meski demikian, Ferdinan menegaskan bahwa fokus utama bukan pada besar kecilnya anggaran, melainkan pada efektivitas dan kualitas pelaksanaan program bagi masyarakat.
“Walaupun anggaran di sini jauh lebih besar, yang terpenting adalah bagaimana setiap program dapat dijalankan dengan baik, tepat sasaran, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” katanya.
Salah satu perhatian utama Komisi B adalah pengelolaan sektor lingkungan hidup, khususnya sistem pengolahan sampah di Kota Balikpapan. Ferdinan menilai, pengelolaan tempat pembuangan akhir (TPA) di kota tersebut menjadi salah satu yang terbaik di Provinsi Kalimantan Timur.
Ia mencontohkan TPA Manggar yang dinilai memiliki sistem pengelolaan modern, bersih, dan ramah lingkungan, serta jauh dari kesan kumuh dan bau yang kerap ditemui di banyak TPA lainnya.
“Pengelolaan TPA di KOta Balikpapan sangat baik, bersih, dan tidak menimbulkan bau. Ini bisa menjadi contoh bagi Kota Jayapura untuk mengembangkan sistem pengelolaan sampah yang lebih modern,” ujarnya.
Menurutnya, komitmen Pemerintah Kota Balikpapan melalui DLH dalam menjadikan TPA sebagai pusat pengolahan sampah yang berkelanjutan patut diapresiasi dan ditiru.
Hasil studi banding ini, lanjut Ferdinan, akan menjadi bahan evaluasi dan rujukan bagi DPRK Jayapura dalam mendorong peningkatan kualitas layanan publik, khususnya di sektor infrastruktur, kebencanaan, dan lingkungan hidup.
Ia berharap, pengalaman yang diperoleh selama kunjungan dapat diimplementasikan di Jayapura guna mewujudkan kota yang lebih bersih dan tertata.
“Harapan kami, sepulang dari sini ada hal-hal positif yang bisa kami bawa dan kembangkan di Jayapura, terutama dalam menciptakan lingkungan kota yang bersih,” katanya.
Ferdinan juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga kebersihan kota. Menurutnya, keberhasilan Balikpapan tidak terlepas dari peran aktif masyarakat dalam mendukung program pemerintah.
“Yang paling utama adalah kerja sama, bukan hanya antar dinas, tetapi juga melibatkan seluruh elemen masyarakat. Dengan begitu, cita-cita menjadikan Jayapura sebagai kota yang bersih bisa terwujud,” ujarnya.
(veb/har)















