Kobakma, Teraspapua.com – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kabupaten Mamberamo Tengah bergerak cepat merespons pencanangan Pekan Gerakan Stunting (Genting) 2026 yang digelar secara nasional oleh pemerintah melalui Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).
Program tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam upaya mencegah dan menekan angka stunting, termasuk di Kabupaten Mamberamo Tengah, Papua Pegunungan.
Dalam rangkaian Pekan Genting 2026, DP3AKB Mamberamo Tengah menggelar Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting. Kegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh Kepala DP3AKB Mamberamo Tengah, Norika Aud, pada Jumat (28/8/2026).
Gerakan itu tidak hanya melibatkan pemerintah daerah, tetapi juga menggandeng sejumlah pihak, di antaranya Bank Papua Kantor Cabang Kobakma, Tim Penggerak (TP) PKK serta Dharma Wanita.
Ketiga lembaga tersebut mengambil bagian sebagai orang tua asuh bagi anak-anak yang mengalami stunting maupun keluarga yang memiliki risiko stunting.
Kepala DP3AKB Mamberamo Tengah Norika Aud mengatakan keterlibatan berbagai pihak menjadi bagian penting dalam mempercepat upaya pencegahan stunting di daerah tersebut.
Menurut dia, persoalan stunting tidak dapat ditangani hanya dengan mengandalkan satu organisasi perangkat daerah (OPD). Dibutuhkan kolaborasi dan kepedulian bersama agar intervensi yang diberikan kepada anak dan keluarga berisiko dapat berjalan secara berkelanjutan.
“Penanganan stunting bukan hanya tugas satu dinas, melainkan membutuhkan kerja sama lintas OPD dan seluruh pihak yang memiliki kepedulian terhadap tumbuh kembang anak,” kata Norika.
Dia mengapresiasi Bank Papua Kantor Cabang Kobakma, TP PKK dan Dharma Wanita yang telah bersedia mengambil peran sebagai orang tua asuh dalam program tersebut.
Norika menyebut keterlibatan pihak-pihak tersebut menunjukkan bahwa upaya pencegahan stunting mulai mendapat perhatian dari berbagai unsur di Kabupaten Mamberamo Tengah.
“Kami bersyukur Bank Papua, TP PKK dan Dharma Wanita sudah mengambil bagian sebagai orang tua asuh. DP3AKB juga akan turut serta mengambil bagian yang sama,” ujarnya.
Dalam program tersebut, Bank Papua Kantor Cabang Kobakma menjadi orang tua asuh bagi 10 anak. Sementara TP PKK dan Dharma Wanita masing-masing mengambil tanggung jawab terhadap lima anak.
Dengan demikian, sedikitnya 20 anak mendapatkan dukungan melalui gerakan orang tua asuh yang dilaksanakan dalam rangka Pekan Genting 2026 tersebut.
Norika berharap pola kolaborasi seperti ini dapat terus dikembangkan sehingga semakin banyak pihak yang bersedia terlibat dalam penanganan stunting.
Menurutnya, dukungan terhadap anak tidak cukup hanya dilakukan melalui pemberian bantuan, tetapi juga harus disertai perhatian terhadap kondisi keluarga, pemenuhan kebutuhan nutrisi serta pendampingan secara berkelanjutan.

“Kami berharap melalui kolaborasi ini angka stunting di Mamberamo Tengah dapat ditekan. Yang paling penting adalah tumbuh kepedulian bersama karena anak-anak merupakan generasi yang akan menentukan masa depan daerah ini,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut, perwakilan Bank Papua Kantor Cabang Kobakma, TP PKK dan Dharma Wanita juga menyerahkan bantuan berupa bahan nutrisi kepada keluarga yang memiliki risiko stunting.
Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi anak sekaligus meringankan beban keluarga dalam memenuhi asupan gizi yang dibutuhkan selama masa pertumbuhan.
DP3AKB Mamberamo Tengah menilai keterlibatan berbagai unsur dalam Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting merupakan langkah konkret untuk memperkuat penanganan stunting berbasis kolaborasi.
Melalui gerakan tersebut, pemerintah daerah berharap kepedulian terhadap persoalan stunting tidak berhenti selama pelaksanaan Pekan Genting 2026, tetapi terus berlanjut menjadi gerakan bersama di tengah masyarakat.
Dengan keterlibatan pemerintah, dunia perbankan, organisasi perempuan dan berbagai elemen masyarakat, upaya menekan stunting di Mamberamo Tengah diharapkan dapat dilakukan secara lebih terarah dan berkesinambungan demi memastikan anak-anak tumbuh sehat, memiliki kecukupan gizi, serta mampu berkembang secara optimal.
(red)










