Masyarakat Kota Jayapura Diajak Pilah Sampah Dari Rumah

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Jayapura, Ketty Kailola

Jayapura,Teraspapua.com – Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK), Ketty Kailola mengajak masyarakat kota Jayapura untuk memilah sampah dari rumah tangga, dan itu sangat sederhana saja yaitu sampah organik dan anorganik.

“Untuk memilah sampah dimulai dari rumah dan sangat sederhana yaitu antara sampah organik dan anorganik. Saat ini tidak ada lagi alasan dari masyarakat untuk tidak memilah sampah. Karena metode memilah sampah sejak dari rumah bisa mengurangi volume sampah,“ ujarnya, saat kerja bakti massal di areal pasar entrop, Kota Jayapura Jumat (18/10/2019).

banner 325x300banner 325x300

Kailola katakan, pihaknya sangat mengharapkan partisipasi RT, RW, Kelurahan dan Distrik, mengingat pemerintah kota Jayapura sudah banyak membuat regulasi. Bahkan juga dikuatkan dengan armada truk, mobil sisir, bahkan petugas kebersihan siap 24 jam.

“Sampah plastik di Kota Jayapura termasuk banyak, maka dinas setempat menganjurkan agar sampah plastik dibawa ke bank sampah untuk ditimbang dan dibayar walaupun kecil harganya,” ungkapnya.

Menurut Kailola, itu sebagai wujud partisipasi masyarakat untuk menanggulangi sampah plastik, karena ada sampah organik yaitu di komposing dan anorganik yaitu plastik-plastik, kemudian ada kartun-kartun yang semuanya mempunyai nilai jual.

“Kemudian hari ini bagaimana partisipasi masyarakat, sehingga kita lakukan sosialisasi tentang 3R dengan Kementerian lingkungan hidup. Untuk itu pentingnya program Wali Kota Jayapura yaitu Jumat bersih sehingga pada jumat aksi bersih difokuskan di wilayah distrik Jayapura Selatan,” bebernya.

Dijelaskan Kailola, saat aksi Jumat bersih itu ada bantuan dari dinas PU Provinsi untuk pembangunan, dan bagaimana partisipasi masyarakat terhadap Tempat Penampungan Sementara (TPS) Sampah berbasis Reuse, Reduce, dan Recycle (3R). Dimana masyarakat dilatih membuat komposing, kemudian harus mempunyai kelompok yang nantinya direkomendasi oleh Dinas lingkungan Hidup untuk bagaimana mendapatkan bantuan dana dari bank BNI.

“Tapi sejauh mana dia berpartisipasi dan bisa mempengaruhi banyak orang untuk menangani lingkungan, menangani sampah khususnya yang dibantu dana dari BNI, karena DLHK sudah MoU dari tahun 2018 begitu juga sekolah-sekolah Adiwiyata,” tandasnya.

Kailola mengakui, walau sudah 6 kali kota Jayapura meraih Adipura namun hal ini tentu menjadi beban bagi dinas yang dipimpinnya. Karena bukan target untuk mendapatkan itu, tapi bagaimana membangun kesadaran masyarakat.

“Padahal hal itu harusnya memacu masyarakat untuk tetap memelihara agar kota lebih bersih,“tegasnya

Kailola menambahkan, pihaknya melihat kesadaran masyarakat untuk mengelola sampah dan menjaga lingkungan menjadi bersih masih sangat kurang.

“Untuk itu tahun depan DLHK Kota Jayapura bersama perguruan tinggi akan melakukan kajian mengenai studi perilaku masyarakat,“ pungkasnya.

(Let).