Jayapura,Teraspapua.com – Sejak Wali Kota Jayapura,Dr.Benhur Tomi Mano,MM meliburkan aktivitas kegiatan belajar mengajar di sekolah mulai dari TK/RA, SD/Mi dan SMP/MTS pada 16 Maret 2020 lalu,karena pandemi virus Corona,SMP Negeri 1 Jayapura mulai belajar menggunakan 3 aplikasi.
Bahkan Kepala sekolah ,Purnama Sinaga,S,Pd.,M.M.Pd secara online terus memantau aktifitas belajar siswa/I di rumah.Baik itu menggunakan aplikasi WhatsApp,Quipper dan Google Classroom.
“Untuk SMP Negeri 1 sejak libur kami langsung aktif dengan belajar daring tapi menggunakan WhatsApp dan YouTube sejak minggu pertama,setelah minggu kedua kami menggunakan aplikasi Quipper ”terang Purnama Sinaga kepada Teraspapua.com,Selasa (2/6/2020) di ruang kerjannya.
Lanjut dijelaskan Purnama Sinaga,setelah dua minggu kemudian semua guru menggunakan Google classroom hingga saat ini.
Dikatakan,untuk keterlibatan siswa ,orang tua dan guru saat ini sudah 100% bahkan untuk semua kegiatan yang dilakukan sejak minggu pertama ,berkaitan dengan literasi.
“ Jadi materi-materi yang kami berikan yaitu membahas seputar covid-19. Jadi setiap anak memberikan tugas berupa catatan seperti puisi ,karangan atau brosur tentang covid- 19 ”jelas mantan Kepsek SMP Negeri 6 Jayapura itu.
Setelah menggunakan Quipper dan Google classroom guru-guru masuk untuk melanjutkan materi pembelajaran ,bukan saja materi tapi ada juga kegiatan ulangan harian.
Kemudian pada tanggal 14 ,15 Mei kelas IX telah melaksanakan tes daring itu kami gunakan untuk mendukung nilai raport semester VI”ujarnya.
Sedangkan untuk kelas VII dan VIII hari mulai tanggal 2 sampai tanggal 10 Juni mereka melaksanakan tes daring ,tentu juga digunakan untuk membantu nilai rapor semester VI.
Sementara untuk kegiatan belajar mengajar tetap berjalan dengan baik karena ada dukungan dari orang tua pula.
“ jadi untuk mengontrol para siswa kami di sekolah ada piket baik tata usaha maupun guru begitu juga dengan guru honor”jelas Purnama.
Lebih jauh dijelaskan Purnama Sinaga, untuk mengontrol kinerja guru dan juga merupakan penilaian Kepala Sekolah maka setiap guru harus memberikan laporan pembelajaran daring, baik itu guru tetap maupun guru tidak tetap.
Jadi materi apa yang mereka berikan dan soal-soal serta di dukung oleh foto dokumentasi setiap bulan harus disampaikan ke kepala sekolah”ujarnya.
Sementara itu, Purnama Sinaga juga mengungkapkan dirinya mengontrol absen online dari guru dan siswa yang terlibat.
Sehingga tidak terjadi pembohongan karena ketika anak-anak melaporkan maka mereka juga menyampaikan jam saat belajar materi,bahkan guru bidang studi”tambah Purnama
Sehingga harus konek antara laporan siswa dan laporan guru”pungkasnya.
(Ricko).














