banner 325x300

Lakukan Kunker, Komisi II DPR Papua Cek Kesiapan UMKM Jelang PON XX Papua

  • Bagikan

Jayapura,Teraspapua.com – Komisi II DPR Papua, yang membidangi ekonomiĀ  melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke berbagai lokasi di Kabupaten dan Kota Jayapura, guna melihat sejauh mana persiapan UMKM dalam menghadapi iven PON XX, yang akan berlansung di Bumi Cenderawasih.

Adapun lokasi yang dikunjungi ada delapan tempat. Di antaranya Koya, Kampung Harapan, Yokiwa, dan Sentani.

Para pengrajin UMKM kini telah mempersiapkan diri membuat souvenir untuk PON dan yang punya UMKM ini adalah masyarakat Papua, ujar Ketua Komisi II, Mega Nikijuluw kepada wartawan, Kamis (22/07/2021).

“Dirinya pun berharap, souvenir mereka sudah ada, tinggal panitia PON XX dapat memberikan tempat untuk mereka menjual hasil kerajinan mereka saat PON. Meski demikian Nikijuluw akui, kalau dilihat mereka belum produksi dalam jumlah besar besaran. Brandnya juga belum ada,”.

Sehingga dirinya kembali berharap masyarakat yang sudah bercocok tanam, hasil kebun mereka dapat dimanfaatkan saat PON.

Pada kesempatan itu, Komisi II juga mengusulkan agar setiap hotel di klaster PON bisa memanfaatkan hasil masyarakat. Misalnya produk sabun mandi, dan lainnya, tambahnya.

Selain itu, lanjut dijelaskan Nikijuluw. Tujuan dari pada kunker ini adalah, kami melihat apa saja yang sudah dilaksanakan OPD mitra. Apakah sudah sesuai target atau sudah berjalan berapa persen.

“Kalau ada kendala, kami bisa perjuangkan dalam APBD perubahan. OPD mitra kami, kami harap ada penambahan anggaran dalam APBD perubahan untuk mitra kami yang programnya masih berlanjut,” pintahnya.

Katanya, dalam masa pandemi kini rumpun ekonomi mesti memperhatikan apa yang dibutuhkan masyarakat. Komisi II juga berharap bisa berjuangan untuk tambahan anggaran dalam APBD perubahan.

Ketika disinggung mengenai hasil kerja dari pada mitra terkait Komisi II, Nikijuluw mengatakan, saat melakukan kunjungan kerja, Komisi II bersama dinas terkait karena ada pengaduan masyarakat.

“Mitra kami pro aktif, mereka menawarkan akan buat badan hukumnya untuk produk masyarakat lokal,” pungkasnya.

(Matu)

  • Bagikan