Komisi II DPR Papua Gelar Rapat Bersama Mitra, Monitoring Hasil Kerja Triwulan I

Foto bersama, usai rapat kerja Komisi II DPR Papua dan mitra kerja rumpun ekonomi.

Jayapura,Teraspapua.com – Komisi II DPR Papua (Membidangi Perekonomian) menggelar Rapat Kerja bersama sejumlah SKPD di lingkungan Pemprov Papua yang notabene adalah mitra kerja Komisi tersebut.

Rapat kerja itu dipimpin langsung Ketua Komisi II DPR Papua, Mega MF. Nikijuluw, didampingi Sekretaris Komisi II DPR Papua, Petrus Pigay, serta sejumlah Anggota Komisi II diantaranya H.Darwis Massi, Siti Susanti, Jhon NR Gobay, Kope Wenda, Mustakim HR, Hosea Genongga, Danton Giban, berlangsung di Hotel FOX Jayapura, Senin (8/5/2023).

banner 325x300banner 325x300

Usai rapat, Ketua Komisi II DPR Papua, Mega MF. Nikijuluw menjelaskan, hari ini pihaknya melakukan rapat dengan mitra rumpun ekonomi, untuk memonitoring hasil kerja selama satu triwulan dalam APBD 2023, program mana saja yang sudah turun dan menyentuh masyarakat.

“Namun ternyata, dalam rapat tadi, semua SKPD yang merupakan mitra kami menyampaikan program-program yang sudah direncanakan belum berjalan, dikarenakan belum menerima Surat Penyediaan Dana (SPD),” ujar Nikijuluw.

Dikatakan Nikijuluw, tidak lama lagi kita akan masuk pada APBD Perubahan 2023. Kok sampai saat ini tak satupun program belum berjalan.

Bagaimanapun caranya, lanjut kata Nikijuluw, kami sebagai anggota DPR yang fungsinya pengawasan, kami sampaikan programnya harus jalan, jangan menunggu SPD-nya. Sampai kapan mau menunggu SPD.

“Oleh karena itu, pihaknya berharap kepada pemerintah agar secepatnya memproses SPD. Sehingga program-program yang sudah disediakan untuk masyarakat dapat berjalan. Karena sebelum APBD perubahan LKPJ sudah harus ada,” tegas Nikijuluw.

Sementara itu, Anggota Komisi II DPR Papua, John Gobai menambahkan, orang Papua tidak makan jalan dan jembatan.

Jadi kalau kita bicara visi “Papua bangkit”. Ekonomi kita harus bangkitkan agar orang mandiri dan sejahtera di negerinya sendiri. Tetapi kelihatannya politik anggaran kita masih jauh dari harapan mewujudkan kebangkitan itu.

Menurutnya, sampai hari ini mitra kita rumpun ekonomi tidak memiliki grand desain yang betul-betul membangkitkan itu tidak ada. Yang ada hanya ego sektoral, satu kerja kopi semua mau kerja kopi, sebaliknya satu kerja sagu semua mau kerja sagu.

“Oleh karena itu, dirinya berharap kedepan harus ada grand design pemberdayaan ekonomi rakyat. Dan itu harus dipimpin oleh Asisten II, kita harus membuat sesuatu yang luar biasa, bukan yang biasa-biasa,” pungkasnya.