Pemkot Jayapura Gelar Rapat Evalasi “Covid-19 di Kota Jayapura Masih Ada”

Jayapura, Teraspapua.com – Pemerintah Kota Jayapura menggelar rapat evaluasi penanganan Covid 19 lintas instansi. Rapat evaluasi dipimpin langsung oleh Penjabat (Pj) Wali Kota Jayapura, DR. Frans Pekey, M.Msi.

Rapat yang berlangsung di Gedung Sian Soor setempat, Rabu (14/12/2022) ini, dihadiri Pj Sekda Kota Jayapura, Roby Kepas Awy, SE, MM , Wakapolersta Jayapura Kota, Perwakilan Kodim 1701, Dansatpol Lantamal serta Ketua Pengadilan Negeri Jayapura.

Selain itu, terlihat hadir toko-tokoh agama, Ketua Klasis Port Numbay, Ketua MUI dan Ketua Mauhammadiyah Kota Jayapura, serta beberapa instansi terkait.

Dalam pemaparannya saat memimpin rapat, Pj. Walikota, Frans Pekey menyampaikan, Covid 19 di kota Jayapura masih ada. Sesuai data kasus yang ada.

“Hal ini terbukti dengan data kasus yang ada di kota Jayapura. Sampai dengan hari ini, tercatat 29 kasus. Sempat naik, lalu turun lagi. Namun kita harapkan, agar yang ad ini akan turun terus hingga tidak ada lagi kasus Covid di kota ini.” Ujar Pekey.

Dalam kesempatan ini, usai medengarkan pemaparan dari berbagai instansi. Baik Kesehatan, keplosisan, perhubungan maupun tokoh-tokoh agama. Pj. Walikota langsung membacakan kesimpulan rapat, yang nantinya akan menjadi Instruksi Walikota, untuk satu bulan kedepan.

Dikatakan, selain hasil rapat ini, Instruksi Walikota akan tetap mengacu pada Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor : 51 Tahun 2022, tentang pengaturan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

“Kota Jayapura masih masuk dalam level satu. Untuk itu, setelah mendengar pandangan dan pendapat dari semua yang hadir. Maka kita mengambil kesepakatan bersama.” Papar Pekey.

Dalam kesepakatan bersama yang di bacakan Pekey, termuat beberapa poin terkait PPKM. Yakni, aktifitas masyarakat kota Jayapura akan berjalan seperti biasa, namun dengan protokol Kesehatan yang ketat. Selain itu, kegiatan peribadatan, kegiatan belajar mengajar dan sosial kemasyakatan lainnya, tetap berlangsung seperti biasa.

“Semua dengan protokol Kesehatan yang ketat. Ketat itu bukan sekedar himbauan, tetapi harus konsisten dalam pelaksanaannya.” Tegas Pekey.

Selain itu, untuk tempat atau fasilitas umum tertentu, Pekey menegaskan. Untuk mengoptimalkan Aplikasi Peduli Lindungi, di tempat hiburan maupun Mall, serta lokasi-lokasi dengan ruangan yang tertutup.

Dalam kesempatan ini, Kepala Dinas Kesehatan Kota Jayapura, Ni Nyoman Sri Antari yang ditemui awak media membenarkan, jika terjadi peningkatan kasus Covid 19 dengan varian baru di kota Jayapura, namun tidak banyak masyarakat yang melakukan pemeriksaan Kesehatan. Dirinya meyakini, jika banyak masyarakat yang melaukan pemerikasaan, dipastikan ada banyak yang terjangkit Virus Covid XBB.

“Memang terjadi peningkatan di bulan kemarin, namun tidak banyak yang periksa. Kalau banyak yang periksa, kemungkinan juga meningkat.” Ujar Kadis.

Dikatakan, virus XBB merupakan virus yang menular dengan cepat namun tidak terlalu berat bagi yang terjangkit. Kendati demikian, Sri Antari menghimbau untuk tetap mewaspadai.

“XBB ini gejalanya flu, muntah, diare, pegal-pegal badan. Dan memang gejala flu seperti itu dan tetap harus diwaspadai oleh masyarakat.” Jelas Antari.

Lebih jauh dikatakan, varian baru ini di Jayapura memang ada. Dari 37 pasien yang diperiksa dan di WGS oleh Balitbangkes, 22 diantaranya terjangkit XBB.

“Jadi sebagian besar dari 37 ini kena XBB di kota Jayapura. Karena varian baru ini sudah ada, maka masyarakat di minta untuk selalu waspada.” Ujarnya.

Menanggapi banyaknya keluhan dari beberapa Rumah Sakit dan Puskesmas, terkait kekosongan stok vaksin. Sri Antari mengakui telah menghubungi Dinas Kesehatan Provinsi Papua, dan telah disanggupi untuk memberikan stok 600 peal.

“Itu memang benar, namun kita sudah menghubungi Dinkes Provinsi, dan sudah disiapkan 600 pael vaksin. Jadi besok itu kita akan melakukan vaksinasi di Hypermat Waena Tanah Hitam, bagi karyawan. Jadi bagi masyarakat yang ingin mendapatkan pelayanan vaksinasi, bisa mendaftar disana.” Tutup Kadis.