Ketua Demokrat Papua : Untuk Perebutan Palu Sidang di DPRP Biar Masyarakat Yang Menentukan

Penyerahan dokumen dari KPU Papua kepada Ketua DPD Demokrat Papua

Jayapura,Teraspapua.com – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Provinsi Papua, resmi mendaftarkan bakal calon (bacaleg) anggota DPR Provinsi dari dapil 1-7, ke KPU Provinsi Papua, Sabtu (13/5/2023).

Pantauan media ini dalam proses verifikasi data bacaleg yang dilakukan oleh KPU Papua, tidak menemui kendala dan tercepat dari semua partai yang mendaftar pada hari itu. Dan persyaratan dokumen anggota bacaleg Demokrat Provinsi Papua dinyatakan sah kemudian diterima oleh KPU setempat.

“Dalam pendaftaran tadi kami Partai Demokrat tercepat tidak ada perbaikan atau kendala. Keterwakilan perempuan dari dapil 1-7, itu terpenuhi, saya berharap tahapan-tahapan selanjutnya lancar dan akomodatif,’ Plt Partai Demokrat Provinsi Papua, Willem Wandik kepada sejumlah awak media di ruang pers KPU Papua.

Disinggung menyoal target, Willem Wandik menjelaskan, target kami untuk perebutan kursi baik di DPR Provinsi maupun Kabupaten kota biar berjalan sesuai dengan apa yang kami targetkan. Kami tidak bisa mendahului tetapi semua kembali ke masyarakat yang menentukan, karena masyarakat Papua sudah cerdas melihat cara kerja kader-kader partai politik.

Foto bersama di ruang verifikasi kantor KPU Papua

“Semua kami serahkan ke masyarakat, biarlah masyarakat yang menentukan. Karena selama ini kami Partai Demokrat Papua selalu di garda terdepan dalam memperjuangkan persoalan ketidakadilan dan sosial justis di Tanah Papua, sehingga kami yakini Partai Demokrat ada di hati masyarakat Papua,” terangnya.

Sementara itu Wakil Ketua Partai demokrat Papua, Yunus Wonda menjelaskan, soal target untuk merebut palu di DPR Provinsi Papua, semua partai tentu memiliki mimpi yang sama.

Tetapi kembali kepada rakyat, bagaimana sepak terjang Partai Politik di Papua, katanya.

“Target kami ada. Tetapi kembali ke kerja-kerja partai, jangan melihat sesuatu itu instan, tetapi bagaimana kita berjuang, jadi saya pikir keputusannya ada di masyarakat dan masyarakat yang akan menentukan siapa pemimpinnya, pungkas yunus Wonda.