Skanto, Teraspapua.com – Calon gubernur Papua nomor urut 1, Benhur Tomi Mano yang diusung PDI Perjuangan melakukan kampanye tertutup dan terbatas di kabupaten Keerom, Kamis (3/10/2024).
BTM bersama istri ibu Kristhina R. I. Luluporo Mano didampingi tim pemenangan, kader, simpatisan dan relawan lebih awal menyapah petani kakao di kampung Alang-Alang Raya, berikut menemui petani milenial di Arso empat yang sementara mengembangkan bawang merah.
Usai berdialog dan meninjau lahan bawang merah, BTM kemudian melakukan tatap muka dengan para petani dan masyarakat Skanto di Arso tiga, sembari mengenang masa-masa menjabat camat Skanto.
“Saya adalah camat Skanto pertama dan merintis pemekaran perwakilan kecamatan di Kabupaten Jayapura. Seperti di kota Jayapura, kecamatan Abepura dimekarkan menjadi perwakilan Kecamatan Muara Tami, sekarang sudah definitive,” tuturnya.
Lanjut BTM, kecamatan Arso dibagi menjadi kecamatan perwakilan Skanto dan sekarang sudah definitif. Kecamatan Nimboran dibagi lagi menjadi Nimbokrang, Kemtuk Gresi dibagi lagi menjadi kecamatan Kemtuk.
Kemudian, kecamatan Sentani dibagi menjadi Sentani Barat dan Sentani Timur, itu adalah hasil kerja saya dimasa Bupati di masa itu adalah Yan Pieter Karafir.
BTM juga mengkisahkan pernah menjabat walikota Jayapura 2 periode. Karir birokrasi ini diawali dari camat Skanto, Kaureh, Nimboran, Abepura kota Jayapura dan kepala dinas pendapatan kota Jayapura dan dipilih oleh rakyat dan ditetapkan oleh Tuhan menjadi walikota Jayapura 2 periode.
BTM ungkapkan dulunya dirinya datang ke Skanto tidak melewati Yoka, tapi KM 9 bahkan nyaris masuk jurang karena ban dengan kendaraan roda dua terlepas, demi untuk menjaga wilayah Skanto.
“Saya menyentuh perjalanan hingga ke gunung-gunung dengan salah satu dokter waktu itu untuk melayani masyarakat,”
BTM juga mengakui kemarin terpilih menjadi anggota DPR RI. Untuk itu saya menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat kabupaten Keerom yang telah memilih saya sehingga terpilih menjadi anggota DPR RI.
“Namun saya telah membuat surat pengunduran diri dan bukan menjadi anggota DPR RI, tapi saya maju di pemilihan gubernur provinsi Papua. Keinginan saya yang punya keinginan besar untuk merubah Papua ke depan,’ ujarnya.
(Har)














