Biak, Teraspapua.com – Calon Wakil Gubernur Papua, Constant Karma (CK), menghadiri undangan pertemuan relawan dari empat distrik di Kabupaten Biak Numfor, yakni Biak
Timur, Oridek, Padaido, dan Aimando yang dipusatkan di Kampung Soriar, Distrik Biak Timur, Kamis (5/6/2025).
Setibanya di kampung wisata tersebut, Constant Karma di damping ibu Regina Rumbiak Karma disambut secara adat dengan ritual Mansorandak (injak piring) dan tarian tradisional, sebagai bentuk penghormatan terhadap tamu kehormatan.
Dalam pertemuan itu, Constant Karma memaparkan rekam jejaknya selama 17 tahun berkarier di pemerintahan, mulai dari Kepala Dinas Peternakan di Jayawijaya dan Kabupaten Jayapura, hingga menjabat Wakil Gubernur, Sekretaris Daerah, dan Penjabat Gubernur Papua.
“Saya ingin Papua berubah. Dan perubahan itu harus dimulai dari atas. Kalau pemimpinnya tidak berubah, maka pelayanan publik pun akan stagnan,” ujar CK.
Sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar Papua, Constant Karma mengaku mendampingi Benhur Tomi Mano (BTM) karena yakin BTM adalah figur bersih dan punya visi membangun yang kuat.
Ia juga menyinggung kiprahnya sebagai Ketua Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Papua hingga 2018. Menurutnya, setelah ia tidak lagi menjabat, angka HIV/AIDS di Papua justru meningkat.
“Kami ingin ke depan pelayanan masyarakat berjalan maksimal. Pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan perekonomian harus menjadi prioritas utama,” tegasnya.
Tokoh dan warga biak timur beri dukungan total. Dukungan untuk pasangan BTM-CK disampaikan oleh berbagai tokoh dan masyarakat setempat.
Penias Wader, mantan anggota DPRD Biak dan Sekretaris Partai Hanura Biak Numfor, menyebut majunya Constant Karma sebagai kebanggaan bagi masyarakat Biak.
“Bapak CK adalah figur bersih dan berpengalaman. Kita harus pilih pemimpin seperti beliau,” katanya.
Demianus Arwakum, tokoh relawan dari kelompok Mandesa (mantan Desa lama), menyatakan bahwa mereka sejak awal mendukung BTM-CK dan akan kembali bekerja keras dalam Pemungutan Suara Ulang (PSU) yang dijadwalkan pada 6 Agustus 2025.
“Kami sudah siap. Tidak usah ragu dengan Mandela, kami tetap solid untuk BTM-CK,” ajaknya.
Monikah Kurni, mewakili kaum ibu, menyampaikan dukungan puitis: “Kami dari Biak Timur siap memberi sinar, sebagaimana matahari menyinari dari arah timur untuk kemenangan BTM-CK.”
Dari kalangan pemuda, Geri Rumayon, mewakili komunitas gabungan anak jalanan Biak Timur, juga menyatakan komitmennya untuk mendukung BTM-CK, meski sebelumnya tidak aktif di Pilkada.
“Melihat anak Biak seperti Pak CK datang dan menyapa kami, kami siap bekerja keras,” ucapnya.
Frits Rumpumbo dari Kampung Soriar juga menyatakan tekadnya: “Begitu dengar Pak CK datang ke pantai, saya langsung datang. Kami siap menangkan BTM-CK untuk periode 2025–2030.”
Tokoh Mandesa lainnya, Herman Manggombo, menegaskan bahwa masyarakat sudah sepakat berpihak pada “nama besar” yang dimiliki oleh Constant Karma dan Aryoko Rumaropen.
“Tapi sore ini, saya senang karena yang hadir adalah Constant Karma. Nama besar ini berguna bagi kita. Kami sudah sepakat mendukung BTM-CK,” katanya.
Sementara Rut Morim, juga dari Biak Timur, menambahkan pihaknya tidak bisa berikan apa-apa, tapi suara kami di bilik suara pada 6 Agustus hanya untuk BTM-CK. Harapan kami ada di pundak Pak Constant Karma untuk memperhatikan kami masyarakat Biak Timur.
Pemungutan suara ulang untuk Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Papua akan digelar pada 6 Agustus 2025. Dukungan terbuka masyarakat Biak Timur ini menunjukkan betapa pentingnya pendekatan langsung dan rekam jejak bersih dalam meraih simpati rakyat.
(HR)














