Prosesi Adat Sambut BTM di Tanah Manirem, Tanda Dukungan Penuh dari Masyarakat Sarmi

Ondoafi Demianus Namantar saat menggengam tangan calon gubernur Papua, Benhur Tomi Mano dan Ketua DPR Kabupaten Sarmi, Muhammad Asar Tiris (foto Arche/Teraspapua.com)

Sarmi, Teraspapua.com – Masyarakat adat Kampung Nengke Dua, Distrik Pantai Timur Bagian Barat, Kabupaten Sarmi, menyambut kedatangan Calon Gubernur Papua, Benhur Tomi Mano (BTM), dengan prosesi adat penuh makna pada Selasa (1/7/2025).

Penyambutan ini menjadi simbol penghormatan sekaligus pernyataan dukungan penuh masyarakat tanah Manirem terhadap pasangan BTM–CK dalam Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pemilihan Gubernur Papua yang dijadwalkan pada 6 Agustus mendatang.

Prosesi diawali dengan pengalungan bunga, pemberian noken yang disebut sebagai simbol suara 100 persen untuk BTM–CK, dan pemakaian topi adat oleh Ondoafi Demianus Namantar.

Dalam adat setempat, pemberian noken bermakna sebagai “kantong suara rakyat” yang telah dipercayakan kepada pemimpin. Masyarakat kemudian mengarak BTM menuju lapangan
utama, diiringi tarian adat dari mama-mama dan orang tua yang mengenakan pakaian tradisional.

Penyambutan meriah ini menjadi bentuk penghormatan terhadap sosok BTM yang merupakan anak asli wilayah adat Tabi.

Kampung Nengke Dua tanah Manirem dikenal kuat memegang adat dan nilai-nilai budaya. Dukungan masyarakat terlihat jelas dari antusiasme mereka yang telah menunggu kedatangan BTM sejak pukul 11.00 WIT, meski BTM baru tiba sekitar pukul 20.00 WIT.

“Sambutan ini bukan hanya sebagai kehormatan,tapi juga kekuatan spiritual kami untuk mengantarkan BTM–CK menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Papua. Kami orang Manirem mendukung dengan hati,” ujar Ondoafi Demianus Namantar.

Tokoh muda yang juga Ketua DPR Kabupaten Sarmi, Muhammad Asar Tiris, turut menyambut kedatangan BTM. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa masyarakat tanah Manirem telah lama merindukan kehadiran pemimpin seperti BTM.

“Selamat datang di tanah Manirem. Kami sangat rindu melihat Bapak Benhur Tomi Mano secara langsung. Dalam 25 tahun terakhir, kami membuktikan keterlibatan orang Manirem di lembaga legislatif maupun eksekutif. Dari tujuh kuota kursi DPRK, empat di antaranya diisi oleh putra Manirem, termasuk Ketua DPRK,” tegasnya.

Ia menambahkan, ikatan kultural antara wilayah Tabi dan Sarmi menjadi dasar kuat bagi masyarakat Manirem untuk memberikan dukungan sepenuhnya kepada BTM–CK.

“Kami orang Manirem, jika sudah menerima seseorang sebagai saudara, maka bahkan nyawa pun kami pertaruhkan. Kami minta, kalau Tuhan izinkan BTM–CK dilantik, Bapak Gubernur bisa berkantor di Manirem selama dua bulan,” ungkapnya disambut tepuk tangan masyarakat.

Dalam kesempatan itu, masyarakat juga menyampaikan berbagai harapan kepada calon gubernur. Salah satunya menyangkut harga kayu merbau yang saat ini dinilai tidak adil.

“Kayu merbau yang usia tumbuhnya bisa mencapai 350 tahun, saat ini hanya dihargai Rp85 ribu per meter kubik. Kami harap jika BTM dilantik menjadi gubernur, regulasi ini bisa direvisi agar lebih berpihak kepada pemilik hak ulayat dan masyarakat adat,” ujar salah satu tokoh adat.

Masyarakat juga menaruh harapan besar kepada BTM terkait pemekaran wilayah adat suku Manirem Rumbuai yang sudah direncanakan selama 20 tahun, namun belum terealisasi.

Dalam pidatonya, BTM mengawali dengan permohonan maaf karena keterlambatan kedatangannya. Ia mengungkapkan rasa haru dan bangga atas sambutan hangat dari masyarakat
tanah Manirem.

“Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya karena baru bisa tiba malam ini. Tapi saya datang dengan penuh sukacita karena saya datang merayakan kemenangan bersama Ondoafi, kepala suku, dan seluruh masyarakat,” ucapnya.

BTM juga menjelaskan bahwa pada Pilkada 2024 lalu, ia sebenarnya telah meraih suara terbanyak. Namun, karena persoalan pada calon wakil, maka dilakukan PSU dan ia mengganti pasangannya dengan sosok dari wilayah adat Saireri, yakni Constant Karma.

“Suara saya tidak berubah, tetap utuh. Hanya wakil yang diganti. Constant Karma adalah mantan Sekda Papua, mantan Penjabat Gubernur Papua, serta tokoh politik dari Partai Golkar. Dukungan Partai Golkar saat ini mencapai 80 persen untuk kami,” tegas BTM.

BTM juga membeberkan bahwa hasil survei dari tiga lembaga nasional menunjukkan elektabilitas pasangan BTM–CK mencapai 64 persen, tertinggi di antara calon lainnya.

“Saya bukan orang asing di tanah ini. Saya anak Tabi, dan tanah Manirem adalah bagian dari Tabi. Saya datang dengan hati untuk mengetuk hati rakyat dan pemangku adat. Dan saya bangga ketika Ketua DPR mengatakan bahwa Manirem 100 persen untuk BTM–CK,” katanya dengan semangat.

Prosesi adat dan sambutan masyarakat tanah Manirem menunjukkan bahwa Benhur Tomi Mano bukan hanya diterima sebagai tamu, tapi diakui sebagai bagian dari keluarga besar wilayah adat Sarmi.

Dukungan yang diberikan tidak hanya bersifat simbolis, melainkan juga disertai harapan-harapan nyata untuk perubahan dan kemajuan Papua di masa depan.

Dengan komitmen kuat untuk mendengar aspirasi rakyat dan memperjuangkan hak-hak masyarakat adat, pasangan BTM–CK kini melangkah semakin pasti menuju kontestasi PSU
Gubernur Papua pada 6 Agustus mendatang.

Kehadiran BTM di Sarmi untuk melakukan safari politik, menampaikan visi, misi dan program kepada masyarakat di kota ombak tersebut.

(Har/Nov)