BTM Kagum Potensi Alam Bukisi dan Demta, Janji Bangun Pariwisata, Perikanan, dan Ekonomi Kerakyatan di Papua

BTM dan istri ibu Kristhina saat disambut dengan atrian adat kampung Bukisi (foto Arche/Teraspapua.com)

Yokari, Teraspapua.com – Calon Gubernur Papua nomor urut 1, Benhur Tomi Mano (BTM), menyatakan kekagumannya terhadap keindahan alam, khususnya kawasan pesisir yang ada di Kampung Bukisi, Distrik Yokari dan Demta, Kabupaten Jayapura.

Saat pertemuan terbatas dengan masyarakat setempat, BTM menegaskan bahwa wilayah ini memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi berbasis pariwisata dan sumber daya kelautan.

“Kawasan ini sangat indah. Kita harus bangun potensi pariwisatanya dan menjadikannya nilai ekonomi yang luar biasa. Saya akan kerjakan ini bersama Dinas Pariwisata Provinsi Papua,” ujar BTM saat berdialog bersama masyarakat, Selasa (15/7/2025).

BTM menilai, selain keindahan alamnya, wilayah Demta dan Yokari juga memiliki kekayaan laut yang sangat melimpah, terutama hasil tangkapan ikan. Oleh karena itu, ia merencanakan pembangunan pabrik pengolahan ikan sebagai pusat ekonomi perikanan.

“Di Demta, ikan terlalu banyak. Maka harus ada pabrik ikan di sini. Kita harus perhatikan sektor perikanan. Saya akan bantu dengan coolbox, perahu Johnson, jaring, kapal-kapal kecil dan alat tangkap lainnya. Kita bentuk kelompok nelayan untuk tingkatkan ekonomi lokal,” jelasnya.

BTM juga berjanji untuk memperbaiki infrastruktur jalan sebagai tulang punggung ekonomi dan akses pendidikan masyarakat.

“Saya akan bekerja sama dengan kepala kampung dan bupati untuk membangun jalan tembus dari Demta ke Depapre. Saya akan koordinasi dengan Balai Jalan dan Kementerian PUPR agar jalan-jalan yang rusak segera diperbaiki,” katanya.

Ia menambahkan, jalan yang menghubungkan Jayapura hingga Bukisi juga akan dibenahi demi mempercepat transportasi warga dan mendukung aktivitas pendidikan.

“Ini rumah saya, tanah saya, maka saya punya tanggung jawab memperbaiki dan membangun demi kesejahteraan rakyat saya,” tegasnya.

Ia juga menegaskan pentingnya pelestarian nilai adat dan budaya yang telah ia sampaikan sebelumnya saat berkunjung ke rumah adat.

Tak hanya itu, untuk mendukung pendidikan anak-anak Papua, ia berencana membangun asrama khusus Tabi bagi pelajar dan mahasiswa yang menempuh pendidikan di Kota Jayapura. Ia juga merencanakan pembangunan rumah singgah gratis bagi masyarakat yang sedang menjalani pengobatan di RS Dok II dan RS Abepura.

“Mungkin bapak ibu punya keluarga yang sakit, berobat di Jayapura, bisa tinggal di rumah singgah ini tanpa biaya sepeser pun. Pemerintah hadir untuk melayani masyarakat,” ungkapnya.

Pada kesempatan itu, BTM memperkenalkan program unggulan yang ia sebut sebagai “7 Kartu Papua Maju” program jaminan sosial dan kesejahteraan berbasis kebutuhan masyarakat.

1. Kartu Sehat Plus

Kartu ini menjamin pelayanan kesehatan gratis di rumah sakit, puskesmas, hingga pembelian obat di apotek.

“Kartu ini sudah saya hitung anggarannya dengan jumlah penduduk dan dana tersedia. Gratis untuk rakyat,” kata BTM.

2. Kartu Disabilitas

Diperuntukkan bagi penyandang disabilitas agar mereka mendapatkan bantuan hidup layak hingga usia tua. Kartu ini akan dikelola melalui Dinas Sosial.

3. Kartu Pencari Kerja

Untuk pemuda yang belum memiliki pekerjaan, kartu ini akan memudahkan akses terhadap dunia usaha dan pelatihan kerja.

4. Kartu Nelayan

Dirancang untuk membantu nelayan saat tidak melaut karena badai atau cuaca ekstrem. Kartu ini akan menjamin kebutuhan keluarga nelayan tetap terpenuhi.

5. Kartu Tani

Digunakan untuk membantu petani yang gagal panen akibat hama, kekeringan, atau banjir panjang. Kartu ini menjamin penghidupan petani dan keluarganya.

6. Kartu Lansia

Diperuntukkan bagi warga lanjut usia di atas 75 tahun sebagai bentuk jaminan sosial di masa tua

“Program-program ini sudah saya lakukan saat menjadi Wali Kota Jayapura dua periode. Sekarang, saya ingin membawa semua pengalaman itu untuk membangun Papua secara
menyeluruh,” ucapnya mantap.

BTM menegaskan bahwa seluruh gagasan dan programnya telah ia pikirkan dengan matang demi mewujudkan Papua yang mandiri, sejahtera, dan madani.

“Semua ini sudah ada dalam pikiran saya. Bagaimana saya bangun Papua, bagaimana saya sejahterakan rakyat Papua, semua sudah saya siapkan,” pungkasnya.

Setelah sesi tatap muka dan penyampaian program, BTM juga meninjau bangunan gereja di kampung tersebut dan mengakhiri kegiatannya dengan makan bersama tokoh adat dan
masyarakat di Rumah Adat Kampung Bukisi.

(Ley/Rck))