Kampanye di Yapen, BTM Tutup Safari Politik Wilayah Saireri: Optimistis Menang 99 Persen

Serui, Teraspapua.com – Calon Gubernur Papua, Benhur Tomi Mano (BTM), menutup rangkaian safari politiknya di wilayah adat Saireri dengan kampanye tatap muka terbatas bersama masyarakat Kabupaten Kepulauan Yapen, Senin (21/7/2025).

Kunjungan ini sekaligus menandai berakhirnya perjalanan politik BTM di wilayah Saireri yang mencakup Kabupaten Biak Numfor, Supiori, Waropen, dan Kepulauan Yapen.

Dalam orasinya di hadapan ribuan masyarakat yang memadati Pendopo Panjawi, Anotaurei, Serui, BTM menegaskan optimisme menang hingga 99 persen di wilayah adat Saireri.

Ia mengaku terharu dengan antusiasme luar biasa masyarakat yang menyambut dirinya selama seminggu penuh di empat kabupaten tersebut.

Safari politik dimulai dari Kabupaten Biak Numfor pada Jumat (19/7/2025). Sebelum memulai kampanye, BTM terlebih dahulu meminta restu dari para tetua adat Saireri, yakni para Mananwir dan Mambri. Di rumah besar adat, ia secara simbolis “mengetuk pintu hati” para pemimpin adat, disaksikan langsung Ketua Dewan Adat Papua, Yan Pieter Yarangga.

Dukungan masyarakat tampak nyata saat BTM berkampanye di Lapangan Saramom, Distrik Biak Kota, di mana ribuan warga memadati lokasi dan menyambut penuh semangat visi dan misi BTM-CK.

Dari Biak, BTM menyeberang ke Kabupaten Supiori, mengunjungi Pulau Sowek di Distrik Aruri.

Di pulau bersejarah itu, ia disambut dengan prosesi adat sakral yang tetap berlangsung khidmat meskipun hujan sempat turun.

Kampung Sowek memiliki nilai historis tinggi sebagai tempat masuknya Injil di Tanah Tabi, dengan duplikat perahu Injil diletakkan di Pulau Metu Debi.

Minggu (21/7/2025), BTM bersama sang istri, Kristina Luluporo Mano, melanjutkan perjalanan ke Kabupaten Waropen.

Di Lapangan Elias Paprindey, ribuan masyarakat dan dewan adat turut hadir menyampaikan dukungan dan harapan. Salah satu tokoh masyarakat bahkan menyatakan bahwa BTM-CK sudah menang dan akan dikawal hingga hari pemungutan suara ulang pada 6 Agustus 2025.

Malam harinya, BTM dan rombongan bertolak ke Kota Serui, lalu keesokan harinya ke Distrik Yapen Timur, tepatnya di Dawai.

Di sana, penyambutan masyarakat adat tak kalah meriah. Bahkan, mantan calon wakil gubernur Yermias Bisai (YB) turut menyuarakan dukungan lewat sambungan telepon yang didengarkan langsung masyarakat.

Tangis haru pun pecah, dan warga menyatakan siap memenangkan pasangan BTM-CK.

BTM menegaskan bahwa kehadirannya bukan hanya sekadar kampanye, melainkan membawa misi besar untuk membangun Papua dari kampung ke kota.

Ia menyampaikan bahwa pembangunan harus menyentuh infrastruktur dasar seperti jalan, jembatan, air bersih, listrik, pendidikan, kesehatan, hingga pengentasan stunting.

Ia juga menyoroti pentingnya pengembangan potensi lokal seperti rumput laut dan kopi Ambai Diru.

Sebagai tenaga ahli Menteri Sosial bidang rehabilitasi sosial, BTM mengaku telah memulai program pelatihan pembuatan kapal bagi anak-anak Yapen di Surabaya serta membagikan ternak seperti babi dan ayam petelur.

“Kami tidak datang membawa uang atau membagi kaos kampanye. Kami datang membawa hati. Dan masyarakat pun datang dengan ikhlas,” tegasnya.

Pasangan BTM-CK dinilai sebagai perpaduan ideal, mewakili dua wilayah adat besar di Papua: Tabi dan Saireri.

BTM adalah mantan Wali Kota Jayapura dua periode, sementara Constant Karma adalah mantan Sekda dan Penjabat Gubernur Papua.

“Kami berdua birokrat yang bersih, tidak punya masalah hukum, dan telah terbukti memimpin. Masyarakat ingin pemimpin seperti itu,” kata BTM.

BTM juga menegaskan komitmennya untuk memperhatikan seluruh umat beragama dengan mendukung pembangunan rumah ibadah semua agama serta wisata rohani ke tempat-tempat suci seperti Yerusalem, Mekah, hingga pusat peribadatan Hindu-Buddha.

BTM menyatakan dukungan penuh terhadap pemekaran Provinsi Papua Utara yang mencakup Biak Numfor, Supiori, Waropen, dan Kepulauan Yapen, disertai pemekaran kabupaten di Biak dan Yapen Timur Raya.

Ia menyoroti pentingnya konektivitas jalan darat dari Dawai ke Serui dan Botawa sebagai solusi terhadap risiko tinggi transportasi laut.

Untuk itu BTM mengajak masyarakat dan penyelenggara pemilu untuk menjaga integritas dalam proses pemungutan suara ulang.

“Suara rakyat adalah suara Tuhan. Saya percaya Tuhan sudah menetapkan di putaran pertama, dan akan menetapkan kembali di tanggal 6 Agustus nanti,” ujarnya.

Ia pun menegaskan bahwa dirinya tidak menjanjikan program muluk-muluk, namun menawarkan solusi konkret yang sesuai dengan kebutuhan dan potensi daerah masing-masing.

“Kami tidak hanya ingin menang, tapi ingin membawa perubahan. Dan saya yakin, 99 persen masyarakat Saireri mendukung BTM-CK, ditambah Tabi, maka Papua akan punya pemimpin anak negeri sejati,” pungkas BTM.
(har/rck)