Jayapura, Teraspapua.com – Calon Gubernur Papua nomor urut 1, Benhur Tomi Mano (BTM), kembali menegaskan bahwa pengalaman panjangnya sebagai birokrat dan pemimpin dua
periode Wali Kota Jayapura merupakan bukti nyata kapasitas serta integritasnya dalam memimpin daerah.
Hal ini disampaikannya saat menggelar pertemuan terbatas bersama warga Kelurahan Kota Baru, Distrik Abepura, Kota Jayapura, Sabtu (26/7/2025). Di hadapan ratusan warga yang memadati lokasi pertemuan, BTM mengingatkan pentingnya memilih pemimpin yang telah terbukti mampu membawa perubahan.
“Jangan pilih orang yang masih meraba-raba birokrasi. Pilih pemimpin yang sudah teruji dan tahu bagaimana membangun Papua,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, BTM turut menanggapi sejumlah tuduhan yang beredar di media sosial, termasuk yang menyebut dirinya gagal membangun Jayapura dan terlibat dalam penyalahgunaan anggaran.
“Saya tahu siapa yang menyebarkan isu itu. Ada seorang perempuan dari Sentani yang tidak mengakui kerja nyata saya. Mereka itu buta mata dan buta hati. Semua tuduhan mereka hanyalah hoaks,” ujar BTM dengan nada tenang.
Ia menambahkan, selama menjabat Wali Kota Jayapura, dirinya berhasil membawa kota ini meraih berbagai penghargaan nasional. Tidak hanya pembangunan fisik seperti pengendalian banjir dan perbaikan lampu jalan, namun juga pencapaian dalam tata kelola pemerintahan.
“Kota Jayapura meraih opini WTP dari BPK RI delapan kali berturut-turut, dan juga mendapat penghargaan Adipura sebanyak delapan kali. Ini bukan pencapaian kecil,” katanya.
BTM juga menyinggung hasil Pilkada sebelumnya yang berlangsung pada 27 November 2024, di mana ia menyatakan telah meraih kemenangan. Ia yakin, kemenangan tersebut akan
kembali dijaganya dalam Pemungutan Suara Ulang (PSU) yang dijadwalkan pada 6 Agustus 2025 mendatang.
“Tuhan tidak akan mempermalukan saya. Tuhan akan menjaga tanah dan negeri ini demi kemuliaan nama-Nya,” ujarnya penuh keyakinan.
Ia mengimbau masyarakat untuk tetap berada di tempat pemungutan suara setelah mencoblos guna mengawal suara dan mencegah potensi kecurangan. Ia menyebut adanya indikasi praktik politik uang yang mungkin terjadi saat PSU.
“Kalau mereka kasih uang Rp300 ribu, Rp500 ribu, bahkan Rp1 juta, ambil saja uangnya. Tapi jangan pilih orangnya. Pilih BTM-CK, karena suara rakyat adalah suara Tuhan,” seru BTM, disambut sorakan pendukungnya.
Ia juga meminta kepada penyelenggara Pemilu di semua tingkatan, KPPS, PPD, hingga KPU, untuk bekerja secara jujur, adil, dan takut akan Tuhan.
BTM turut mengungkapkan bahwa keikutsertaannya dalam Pilgub Papua 2024 adalah hasil mujizat Tuhan. Sebab, di awal proses politik, seluruh partai besar telah menyatakan dukungan kepada Paslon nomor 2, Mathus Fakhiri dan Aryoko Rumaropen. Namun, Mahkamah Konstitusi kemudian menetapkan ambang batas pencalonan kepala daerah tidak lagi sebesar 20–25%, melainkan di bawah 10%.
“Saya hanya diusung oleh PDI Perjuangan dan PKN. Ibarat Daud melawan Goliat—satu partai melawan 16 partai. Tapi Tuhan ada di pihak saya karena Tuhan sayang tanah ini, negeri ini, dan orang Papua,” tegasnya.
Dalam pertemuan itu, BTM juga memaparkan visi dan misinya membangun Papua dalam lima tahun ke depan. Fokusnya mencakup transformasi birokrasi, penguatan ekonomi rakyat, pembangunan infrastruktur dasar, dan pengelolaan keuangan daerah yang akuntabel dan transparan.
Ia menegaskan bahwa perubahan hanya bisa diwujudkan oleh pemimpin yang memahami sistem pemerintahan dan kebutuhan rakyat.
“Saya bukan utusan dari pusat, saya adalah anak Papua yang datang dari hati masyarakat Papua sendiri. Saya hadir untuk menghapus air mata orang Papua,” tandasnya.
Mengakhiri pertemuan, BTM mengajak seluruh masyarakat Kelurahan Kotabaru dan Distrik Abepura untuk hadir di TPS pada 6 Agustus 2025 dan mencoblos pasangan calon gubernur dan wakil gubernur nomor urut 1, BTM-CK.
“Jangan tinggal di rumah. Tetapkan hatimu. Kalau kau punya hati dengan saya, datang ke TPS dan pilih BTM-CK. Suaramu menentukan masa depan Papua lima tahun ke depan,” ajaknya.
Menurutnya, kemenangan yang akan diraih nanti bukan sekadar kemenangan pribadi, melainkan kemenangan seluruh rakyat Papua yang menginginkan perubahan dan kepemimpinan yang nyata.
Sementara itu, Ketua Relawan BTM-CK Kelurahan Kotabaru, Amos Salosa, dalam sambutannya menyampaikan rasa hormat atas kedatangan BTM di tengah masyarakat. Ia menyatakan bahwa kehadiran BTM telah memberi semangat baru bagi warga untuk berjuang bersama dalam memenangkan pasangan BTM-CK.
“Dengan pertemuan ini, kita menyatukan komitmen untuk memenangkan BTM-CK. Mari kita buktikan pada 6 Agustus bahwa pemimpin yang kita harapkan akan kembali memimpin Papua,” ujar Salosa.
(har/rck)














