Joni Betaubun Motivasi Peserta LDKM Fakuktas Hukum Uncen: Menjadi Pemimpin Harus Miliki Disiplin dan Kerendahan Hati

Jayapura, Teraspapua.com – Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP), Joni Y. Betaubun, tampil sebagai narasumber dalam kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan Mahasiswa (LDKM) Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum Universitas Cenderawasih (Uncen). Kegiatan tersebut berlangsung di aula Fakultas Hukum Uncen pada Selasa (26/8/2025).

Dalam kesempatan itu, Joni Betaubun menyampaikan materi bertajuk “Tata Kelola Kepemimpinan yang Efektif, Berintegritas, dan Berdampak”. Kegiatan ini mengusung tema besar “Meningkatkan Kapasitas Kepemimpinan yang Transformatif, Berintegritas, Berkualitas dan Kompetitif”, serta subtema “Membangun Karakter Pemimpin yang Tangguh dan Visioner”.

Sebelum menyampaikan materi, Joni memberikan motivasi kepada puluhan mahasiswa peserta LDKM yang hadir. Ia mengajak mereka untuk mengikuti setiap sesi dengan penuh perhatian dan semangat belajar.

“Saya mengajak adik-adik mahasiswa untuk mengikuti seluruh rangkaian materi dengan tekun dan sungguh-sungguh. Jangan sia-siakan kesempatan ini. Hari ini kalian duduk nyaman dalam ruangan ber-AC, beda jauh dengan masa kami dulu yang serba terbatas. Gunakan momen ini untuk memacu diri,” tegas Betaubun, yang juga merupakan alumni Fakultas Hukum Uncen dan pernah menjabat sebagai Ketua Senat Mahasiswa periode 2004–2005.

Joni Betaubun, yang kini memimpin Komisi IV DPR Papua, menekankan bahwa untuk menjadi pemimpin yang berhasil, seseorang harus memiliki kedisiplinan dan kerendahan hati.

“Tidak ada yang mustahil jika kalian mau belajar dan merendahkan diri. Mungkin saja di antara kalian kelak ada yang menjadi Ketua DPR, Bupati, bahkan Gubernur. Semua itu mungkin jika Tuhan berkenan, dan kalian sungguh-sungguh mempersiapkan diri mulai dari sekarang,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan bahwa untuk menjadi pemimpin sejati, seorang mahasiswa harus belajar tentang kasih dan penyangkalan diri, terutama bagi mahasiswa yang berlatar belakang Kristen. Ia menekankan pentingnya mendengar, menghormati pemimpin, serta bersedia dipimpin sebelum memimpin orang lain.

“Kalau kalian mau jadi pemimpin di tanah ini, maka kalian harus bisa menyangkal diri. Belajar rendah hati. Walaupun kalian pintar, ketika orang lain yang dipercayakan menjadi pemimpin, kalian harus mau mendengarkan dan menghormatinya,” tambahnya.

Selain menjabat sebagai legislator, Joni Betaubun juga memiliki latar belakang sebagai akademisi. Ia membagikan pengalamannya sebagai dosen di Fakultas Hukum Uncen sejak tahun 2006 hingga 2013, setelah sebelumnya mengabdi sebagai asisten dosen selama tiga tahun sejak 2006.

“Saya pernah menjadi asisten dosen dari tahun 2006 hingga 2008, lalu diangkat menjadi dosen tetap di Fakultas Hukum. Jadi, saya tahu persis bagaimana membentuk karakter kepemimpinan mahasiswa yang kuat, disiplin, dan bertanggung jawab,” jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa keberhasilan seseorang bukan hanya ditentukan oleh kecerdasan akademik, tetapi juga oleh sikap disiplin dan semangat untuk terus belajar.

“Saudara semua adalah calon sarjana hukum, calon magister hukum, bahkan mungkin calon doktor hukum. Sukses tidak hanya bicara soal gelar, tapi juga prestasi dan karakter. Karena itu, mulai hari ini siapkan diri,” tegasnya.

Betaubun mengajak mahasiswa untuk mulai belajar memimpin dari hal-hal kecil. Ia menekankan pentingnya keterlibatan aktif dalam kegiatan-kegiatan organisasi keagamaan maupun sosial sebagai wadah pembentukan karakter.

“Bagi yang Kristen, jadilah aktif di sekolah minggu, pemuda gereja. Bagi yang Muslim, jadilah remaja masjid atau aktif dalam kegiatan pemuda Islam. Kesetiaan dalam perkara kecil akan membawa kita pada kepercayaan dalam perkara besar,” ucapnya.

Di akhir penyampaiannya, ia kembali mengingatkan bahwa menjadi pemimpin bukan soal kekuasaan, melainkan soal kerendahan hati untuk melayani dan membawa dampak positif bagi sesama.

“Hari ini saya tidak hanya menyampaikan materi, tetapi memberikan motivasi kepada kalian semua agar kelak menjadi pemimpin yang bukan hanya pintar, tapi juga peduli dan berintegritas,” pungkasnya.
(Hr/Rc)