Jayapura,Teraspapua.com – Sebanyak 302 tim atau 604 peserta ambil bagian dalam Domino Open Tournament memperebutkan Piala Ketua DPR Papua, Denny Hendry Bonai, ST, MM. Turnamen ini menjadi ajang perdana yang digelar oleh Pengurus Provinsi Perkumpulan Olahraga Domino Indonesia (PORDI) Papua, bertempat di Hotel Suni Abepura, Sabtu (30/8/2025).
Tingginya partisipasi masyarakat dalam turnamen ini menunjukkan antusiasme yang luar biasa terhadap olahraga domino atau gaplek di Papua. Panitia bahkan mengaku terpaksa membatasi jumlah peserta karena membludaknya pendaftaran.
Pembukaan turnamen ditandai dengan pemukulan tifa oleh Ketua DPR Papua Denny Hendry Bonai, didampingi Sekjen PB PORDI Prof. Mansur Achmad, Ketua Pengprov PORDI Papua H. Supriadi Laling, Dewan Pembina PORDI Papua Dr. H. Mansur, serta sejumlah ketua paguyuban.
Sekretaris Jenderal PB PORDI, Prof. Mansur Achmad, mengapresiasi dukungan penuh dari Ketua DPR Papua atas terselenggaranya turnamen ini.
“Turnamen ini mengusung moto 4N Plus T, yakni No Judi, No Narkoba, No Rokok, No Alkohol, dan Tertib Beribadah. Jika ada peserta yang melanggar, kami akan beri tindakan tegas,” tegas Prof. Mansur.
Ia menambahkan, permainan domino membutuhkan strategi berpikir, analisa, kemampuan psikomotorik, dan konsentrasi tinggi, sehingga dapat mencetak prestasi membanggakan dari Papua.
Sementara itu, Ketua Pengprov PORDI Papua, H. Supriadi Laling, mengakui bahwa antusiasme masyarakat sangat tinggi. Pihaknya berharap turnamen ini dapat menjadi ajang pembelajaran bagi para pecinta domino di Papua.
“Ini adalah turnamen resmi pertama yang digelar di Papua. Tentunya, peserta wajib mengikuti aturan nasional yang berlaku dalam setiap pertandingan domino,” ujarnya.
Ketua DPR Papua, Denny Hendry Bonai, menyampaikan apresiasinya atas kesuksesan penyelenggaraan turnamen dan tingginya minat masyarakat.
“Saya sangat mengapresiasi PORDI Papua. Meski baru saja dilantik, mereka langsung menggelar turnamen besar yang diikuti lebih dari 600 peserta. Tahun depan, kalau hadiahnya ditingkatkan, pasti lebih meriah lagi,” kata Denny.
Menurutnya, domino bukan sekadar permainan biasa, melainkan olahraga yang mengasah strategi, ketelitian, dan sportifitas.
“Ini adalah olahraga otak, yang melatih kemampuan berpikir cepat dalam mengambil keputusan. Saya melihat ada potensi besar dalam olahraga ini,” lanjutnya.
Ia berharap melalui turnamen seperti ini akan lahir bibit-bibit unggul atlet domino Papua yang tidak hanya mahir bermain, tapi juga menjunjung tinggi nilai sportifitas.
“Suatu saat nanti, saya optimistis Papua bisa menjadi tuan rumah Kejurnas Domino,” pungkasnya.















