Jayapura, Teraspapua.com – Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo, meninjau langsung lokasi longsor yang terjadi di ruas Ring Road Kota Jayapura pada Kamis (27/11/2025). Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan proses penanganan, pembersihan material longsor, serta pemulihan arus lalu lintas dapat berjalan cepat dan lancar.
Dalam peninjauannya, Wali Kota menyampaikan bahwa meskipun ruas jalan tersebut berada di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi Papua, Pemerintah Kota Jayapura tetap berkomitmen mendukung percepatan penanganan demi kelancaran mobilitas masyarakat.
“Memang ini ruas jalan provinsi, tetapi Pemerintah Kota Jayapura akan membantu percepatan pembersihan jalur Ring Road yang mengalami tebing longsor. Kita bersyukur karena Provinsi telah membangun jalan ini untuk mengurangi kemacetan di Kota Jayapura,” ujar Abisai Rollo.
Ia menambahkan bahwa berdasarkan tinjauan langsung di lapangan, Pemerintah Provinsi Papua melalui Dinas PU telah melakukan penanganan secara intensif. “Terima kasih kepada Pemprov. Saat ini pengerjaan sedang berlangsung dan ditargetkan malam ini selesai,” katanya.
Untuk mendukung percepatan pemulihan, Pemkot Jayapura menyiapkan penyemprotan jalan setelah pengangkatan material selesai. Upaya ini dilakukan bekerja sama dengan Water Canon Brimob Polda Papua dan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Jayapura.
“Setelah tanah dan material diangkat, akan dilakukan penyiraman agar jalan bersih dari debu sehingga aman dilalui. Longsor ini sempat menimbulkan kemacetan di beberapa titik ruas jalan, maka kita harus selesaikan secepatnya,” tegas Wali Kota.
Ia juga memastikan bahwa koordinasi lintas pihak telah dilakukan, termasuk dengan kontraktor pelaksana. “Besok jalur ini sudah bisa dilalui. Malam ini harus tuntas,” tambahnya.
Sementara itu, Direksi PUPR Provinsi Papua, Thomas Msiren, menjelaskan bahwa pengerjaan penanganan longsor sudah berlangsung selama dua minggu dan kini memasuki tahap akhir. “Kami lembur malam ini agar besok masyarakat sudah dapat menggunakan ruas jalan ini. Setelah semua material terangkat, barulah dilakukan penyemprotan,” jelas Thomas.
Ia mengungkapkan bahwa proyek penanganan longsor tersebut dibiayai melalui APBD Provinsi Papua Tahun Anggaran 2025 sebesar Rp6 miliar. “Kontrak awal pekerjaan berdurasi 90 hari dengan target selesai pada 12 Desember. Namun, kami percepat demi kepentingan masyarakat,” katanya.
Thomas memastikan bahwa jika tidak ada hambatan, besok arus lalu lintas sudah dapat dibuka kembali untuk dua jalur dan beroperasi normal seperti biasa.
Dengan penanganan cepat serta koordinasi antara Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kota Jayapura, diharapkan hambatan lalu lintas akibat longsor dapat segera teratasi dan kenyamanan pengguna jalan kembali pulih.















