Sabron Sari, Teraspapua.com – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas Sains dan Teknologi Jayapura (USTJ) melakukan program pemberdayaan bagi pelaku UMKM dan Badan Usaha Milik Kampung (BUMKam) Sabron Sari melalui pelatihan teknologi informasi dan pengolahan produk lokal.
Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat yang didukung oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Ditjen Diktiristek) Kemendikbudristek.
Program pengabdian ini dipimpin oleh Indah Sari Zulfiana T., MT, bersama anggota tim Meity L.H. Lado, MM, serta Mercyana T. Zebua, M.Si. Rangkaian kegiatan diawali dengan koordinasi bersama Ketua BUMKam Sabron Sari, Rita Fangohoi, selaku mitra utama dalam implementasi program pemberdayaan.
Pelatihan pertama berlangsung pada 14-15 September di Gedung Serbaguna Marwan Hasyim, Sabron Sari, dengan fokus pada pengenalan desain grafis dan pembuatan konten promosi menggunakan aplikasi Canva melalui telepon seluler. Materi disampaikan oleh Rostini Anwar, M.I.Kom, dosen dari Universitas Cenderawasih.

Peserta diberikan pelatihan langsung mengenai pembuatan desain visual, video promosi, serta strategi pemanfaatan media sosial, termasuk marketplace dan grup jual beli, sebagai sarana memperluas jangkauan pemasaran produk lokal. Tingginya antusiasme masyarakat terlihat dari keterlibatan aktif peserta selama dua hari pelatihan.
Program dilanjutkan pada 3 – 4 Oktober dengan pelatihan pengawetan dan pengemasan buah-buahan khas Sabron Sari seperti rambutan, kelengkeng, salak, dan jambu. Pelatihan yang dipandu oleh pegiat UMKM Kota Jayapura, M. Adrian Palege, tersebut menghasilkan berbagai produk olahan seperti manisan rambutan, manisan salak, serta selai rambutan.
Produk yang dihasilkan kemudian dikemas dalam jar berlabel dengan tampilan yang lebih profesional. Tim PkM juga mengarahkan peserta untuk menyiapkan proses perizinan PIRT (Pangan Industri Rumah Tangga) agar produk dapat dipasarkan secara lebih luas dan memenuhi standar keamanan pangan.
Ketua BUMKam Sabron Sari, Rita Fangohoi, memberikan apresiasi kepada Ditjen Diktiristek dan Tim PkM USTJ atas pelatihan yang dinilai membuka peluang baru bagi peningkatan ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan potensi lokal.
Sebagai bentuk dukungan terhadap keberlanjutan usaha, tim PkM menyerahkan sejumlah peralatan produksi seperti perangkat internet Orbit, freezer, vacuum sealer, jar kaca, plastik kemasan, serta stiker label. Peralatan ini diharapkan dapat menunjang operasional BUMKam dalam menghasilkan produk unggulan Sabron Sari secara konsisten.
Tim PkM USTJ menegaskan bahwa pendampingan tidak berhenti pada pelatihan saja. Ke depan, mereka akan terus mendampingi pembentukan kelompok usaha, pengurusan izin PIRT, hingga strategi promosi produk hasil olahan rambutan dan komoditas lokal lainnya.

“Kami akan terus mendampingi pembentukan kelompok usaha hingga tahap promosi dan pengurusan PIRT untuk produk hasil pengawetan rambutan,” ujar Tim PkM USTJ.
Kegiatan ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menguasai teknologi informasi dan pengolahan produk lokal, tetapi juga berkontribusi terhadap agenda pembangunan nasional dalam RPJM dan RPJP, khususnya penguatan ekonomi kerakyatan, peningkatan daya saing daerah, serta digitalisasi UMKM.
Diharapkan, kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat dapat terus berlanjut sehingga mendorong kemandirian ekonomi kampung, menciptakan peluang usaha baru, serta memberikan kontribusi bagi terwujudnya pembangunan nasional yang inklusif, berkelanjutan, dan berorientasi pada kesejahteraan rakyat.
(Har)










