DPR Kota Jayapura Pastikan Stok Aman, Bulog Klaim Beras Lebih dari Cukup Jelang Idul Fitri

Foto Bersama pimpinan dan anggota DPR Kota Jayapura Bersama pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Papua, Ahmad Mustari (foto Arche/Teraspapua.com)

Jayapura, Teraspapua.com – Guna memastikan ketersediaan bahan pokok menjelang Hari Raya Idul Fitri, Pimpinan dan anggota DPR Kota Jayapura melakukan konsultasi dan koordinasi ke kantor Perum Bulog Kanwil Papua, Kamis (5/3/2026),

Rombongan dewan yang dipimpin Wakil Ketua I Max Karubaba, didampingi Wakil Ketua II Imam Khoiri, serta Wakil Ketua III Ferdinan Hanuebi, tidak hanya melakukan pertemuan di kantor Bulog, tetapi juga meninjau langsung gudang penyimpanan beras di Argapura untuk mengonfirmasi kondisi stok yang telah dipaparkan pihak Bulog.

Imam Khoiri mengatakan, kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan secara langsung bahwa stok pangan, khususnya beras, gula, dan minyak goreng, benar-benar tersedia dan siap didistribusikan kepada masyarakat.

“Hari ini kami melakukan konsultasi dan koordinasi ke Perum Bulog Kanwil Papua, kemudian dilanjutkan dengan peninjauan ke gudang di Argapura untuk memastikan bahwa apa yang disampaikan oleh Kepala Bulog benar adanya. Kami ingin melihat langsung kondisi stok di lapangan,” ujarnya.

Ia menyampaikan apresiasi kepada Perum Bulog Kanwil Papua yang dinilai berperan penting sebagai operator pendistribusian bahan pokok, terutama beras, gula, dan minyak goreng bagi masyarakat Kota Jayapura, khususnya umat Muslim yang akan merayakan Idul Fitri pada Maret ini.

Menurutnya, menjelang Idul Fitri kebutuhan masyarakat cenderung meningkat, terutama untuk komoditas seperti beras, tepung, minyak goreng, dan gula. Karena itu, DPR Kota Jayapura berharap Bulog dapat memastikan ketersediaan bahan pokok tetap aman dan harga tetap stabil.

“Kami sangat berharap Bulog bisa memastikan stok bahan pokok yang dibutuhkan masyarakat tersedia. Yang tidak kalah penting, harga-harga harus tetap stabil,” tegasnya.

Imam juga menyoroti pentingnya peran Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) untuk terus memantau pergerakan harga, tidak hanya pada bahan pokok utama, tetapi juga sayur-mayur dan komoditas lainnya.

Ia mengingatkan agar tidak terjadi kenaikan harga yang signifikan atau lonjakan inflasi, terlebih dengan meningkatnya permintaan bahan pangan, termasuk sayur-mayur dan bahan olahan seperti tempe, tahu, serta buah-buahan.

Untuk menjaga stabilitas harga, DPR Kota Jayapura mendukung langkah Bulog yang telah berkolaborasi dengan pemerintah daerah dan pihak terkait dalam menggelar pasar murah. Upaya tersebut dinilai memberi kesempatan bagi masyarakat untuk memperoleh bahan pokok dengan harga terjangkau.

Sementara itu, Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Papua, Ahmad Mustari, memastikan stok beras yang dikelola Bulog dalam kondisi aman hingga Idul Fitri.

Ia menjelaskan, saat ini terdapat sekitar 2.300 ton beras yang tersimpan di gudang Bulog. Selain itu, sekitar 2.000 ton beras lainnya tengah dalam proses pembongkaran di pelabuhan.

“Jadi kita pastikan bahwa sampai nanti hari raya, stok kita cukup, bahkan lebih dari cukup,” kata Ahmad Mustari.

Selain beras, Bulog juga memastikan ketersediaan gula pasir, minyak goreng, serta beras premium guna membantu stabilisasi harga di pasaran. Ia menambahkan, dalam satu hingga dua hari ke depan, pasokan minyak goreng tambahan diperkirakan tiba untuk mendukung distribusi ke pasar.

Bulog juga akan terus menggencarkan program Gerakan Pangan Murah dan penyaluran Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Pihaknya mengajak DPR Kota Jayapura untuk berkolaborasi agar program tersebut dapat berjalan maksimal dan menjangkau lebih banyak masyarakat.

“Kami siap berkolaborasi dalam gerakan pangan murah, sehingga masyarakat bisa menikmati bahan pokok dengan harga yang terjangkau,” ujarnya.

Dengan langkah tersebut, Bulog memastikan ketersediaan komoditas strategis, khususnya beras, tetap terjaga menjelang perayaan Idul Fitri, sehingga masyarakat dapat merayakan hari besar keagamaan dengan tenang tanpa kekhawatiran terhadap lonjakan harga maupun kelangkaan stok.