Meninggalnya Pasien Covid-19 di LPMP Kotaraja Membuat Kaget Semua Pihak

Wakil Wali Kota Jayapura, Ir. H. Rustan Saru,MM saat memberikan keterangan, Selasa (6/4/2021) di parkiran utama kantor Wali Kota Jayapura

Jayapura, Teraspapua.com – Meninggalnya salah satu pasien Covid-19 atas nama Rido, karena gantung diri di LPMP Kotaraja Distrik Abepura, Senin (5/4/2021) membuat kaget semua pihak, termasuk pemerintah Kota Jayapura.

Wakil Wali Kota Jayapura, Ir. H. Rustan Saru,MM mengaku kaget dengan peristiwa itu. Karena almarhum selalu komunikasi baik dengan teman pasien lain, bahkan petugas medis.

“Kami juga tiba-tiba kaget dengan peristiwa satu pasien Covid-19 yang kita rawat di LPMP Kotaraja yang meninggal dunia dengan cara gantung diri,” ungkapnya.

Dari peristiwa itu, kata Rustan Saru, pihaknya mendapat informasi dari petugas di lapangan bahwa almarhum masuk di LPMP pada tanggal 1 April 2021. Jadi baru 4 hari dirawat di sana.

Selama di LPMP, kami menanyakan teman-teman pasien yang lain mereka selalu komunikasi dengan baik. Bahkan melakukan olahraga dan makan bersama-sama, pada malam hari juga mereka sempat main kartu gaple.

Kemudian lanjut dituturkan Wawali, pada pagi hari almarhum masih mengambil sarapan pagi. Bahkan istri almarhum datang untuk mengunjunginya pada pukul 9 pagi, sembari membawakan kebutuhan almarhum.

“Jadi pada Jam makan siang almarhum sudah tidak lagi muncul untuk mengambil makan siang. Padahal itu sudah meninggal, membuat kaget pasien lain dan saling bertanya-tanya kenapa almarhum tidak datang untuk makan siang,” terangnya.

Akhirnya, petugas kami mengambil inisiatif mengetuk pintu namun tidak dibuka kemudian menggunakan senter HP lewat jendela kamar mandi, ternyata almarhum sudah meninggal karena gantung diri.

“Petugas langsung mendobrak pintu dan ditemukan almarhum menggunakan sprei tempat tidur untuk menghabiskan nyawanya dengan cara gantung diri,” jelasnya.

Kembali Wawali mengakui, pihaknya sangat kaget dan  prihatin atas kejadian ini.

Karena menurut Rustan Saru, dari sisi komunikasi semuanya berjalan lancar, bahkan almarhum tidak menyendiri tapi sering bersosialisasi dengan teman-teman yang lain.

“Begitu juga persoalan antara keluarga juga tidak ada, sehingga kami meminta pihak kepolisian untuk melakukan penyelidikan bahkan almarhum sudah di visum di Rumah Sakit Bhayangkara,” cetusnya.

Peristiwa ini kita serahkan kepada pihak kepolisian untuk melakukan penyelidikan. Apa yang menyebabkan almarhum gantung diri.

Yang jelas, saya lihat ini bukan karena stres akibat terpapar Covid – 19, karena almarhum juga sering bersosialisasi dengan teman-teman,” sambungnya.

Di tempat terpisah istri Almarhum Erni Pattipeiluhu mengaku almarhum suaminya di mata keluarga sangat baik dan sangat menyayangi keluarga . Bahkan sampai meninggal pun almarhum tidak pernah ada cekcok dengan keluarga.

“Almarhum paling baik, paling sayang keluarga, paling cinta keluarga dan hormati keluarga, bahkan dengan saya tidak pernah marah. Sebaliknya saya juga tidak pernah marah, tapi selalu memberikan semangat,” akui Erni.

Lanjut Erni, sejak almarhum masuk untuk dirawat di LPMP Kotaraja pada tanggal 1 April saya selalu berikan semangat. hari Jumat, Sabtu, Minggu sebagai seorang istri saya juga datang untuk memberikan semangat kepada almarhum di LPMP.

Bahkan, Senin saya juga datang. Tapi tidak lagi ketemu suami saya karena diketahui telah meninggal dunia karena gantung diri,” kesal Erni.

Erni juga mengungkapkan pada Minggu (4/4/2021) malam almarhum sempat mengirim pesan singkat melalui WhatsApp.

” Bapak sangat sayang mama dan anak-anak. Tuhan pasti sembuhkan bapak dari covid,” tiru Erni.

Lanjut Erni pun membalas lewat pesan singkat WhatsApp. Iya cinta, love you tetap semangat. Tuhan berkati, berdoa agar cepat sembuh agar bisa kembali berkumpul bersama keluarga.

Kembali ditegaskan, tidak ada masalah apa pun yang terjadi sampai ia mengakhiri hidupnya dengan cara menggantungkan diri,” pungkas Erni Pattipeiluhu.

(Let)