Jayapura, Teraspapua.com – Ketua DPRD Kota Jayapura Abisasi Rollo yang juga Ketua DPD Golkar mengatakan tidak ada polemik menyangkut reposisi Alat Kelengkapan Dewan (AKD). Politik itu seni
Soal reposisi AKD, kita dua tahun setengah atau dua tahun enam bulan itu sudah berakhir pada bulan April 2022, harusnya di bulan April kita sudah reposisi.
Tapi karena demi kebersamaan, maka itu tidak dilakukan pada April dan penundaan sampai dengan tenggal 10 Juni 2022 malam dan semua sudah final.
Tetapi dijelaskan Abisai Rollo, alasan pleno reposisi bisa tertunda dari April, sampai Juni baru dilakukan, tentu untuk kebersamaan dan ketika teman-teman Dewan mengatakan bahwa ini karena mau masa berakhirnya Jabatan Wali Kota, kita akan lakukan perjalanan kegiatan workshop.
“Jadi, ini karena permintaan teman-teman, dan sebagai ketua Dewan saya setuju saja, demi kebersamaan kita. Namanya reposisi itu dari kita, untuk kita juga. Tapi kalau ada teman-teman berkeinginan untuk kita harus satu perjalanan keluar dulu baru kembali makanya kita melakukan perjalanan sehingga agenda dewan itu tertunda dari April sampai dengan Judi ini baru kita selesaikan,” papar Abisai Rollo.
Politisi Golkar Kota ini juga mengatakan, jika ada yang berpendapat bahwa, jadwal itu harus ditandatangi oleh tiga pimpinan Dewan, tetapi yang sekarang ini tidak ditandatangani oleh Wakil Ketua satu dan Wakil Ketua dua saya juga bertanya kenapa tidak.
Karena di sepanjang dua tahun setengah kita jalani itu untuk hasil musyawarah menentukan jadwal, saya tidak pernah pimpin tapi selalu memberikan kesempatan kepada Wakil Ketua satu,” imbuhnya.
Setelah dipimpin, entah memenuhi korum atau tidak juga saya tidak melihat, karena yang hadir harus memilih korum baru jadwal ditetapkan. Ada teman-teman Dewan menyampaikan kadang-kadang tidak memenuhi korum pun, karena kebersamaan ditetapkan.
Bahkan ungkap Abisai sebagai Ketua Dewan kadang tidak ada tanda tangan, tapi agenda, kerja Dewan tetap berjalan.
Tanda tangan saya waktu itu dan saat-saat sampai dengan perjalanan kita keluar Bamus pun saya tidak perna tangan tangan dan hanya di scan. Menurut Abisai karena demi kebersamaaan.
Namun jika terkait dengan reposisi AKD harus dituntut bahwa harus tanda tangan basah oleh ketua dan untuk dua tahun setengah ke depan, Abisai mewanti-wanti Sekwan jangan sampai ada yang tanda tangan scan.
Sekalipun ada di posisi mana, Abisai surat dibawah untuk ditanda tangani, kalau tidak kegiatan tidak boleh jalan,” ancamnya.
“Jadi, saya mau katakan bahwa reposisi ini harusnya April tapi tertunda sampai dengan 10 Juni kemarin itu karena kebersamaan, tidak ada satupun yang larang, kemudian ada surat yang masuk dari Fraksi-Fraksi dan Partai lain bahwa mengklaim saya menunda waktu ditetapkan Banmus,” ucap Abisai Rollo.
Setela kita melakukan workshop di Jakarta, saat itu kita mau kembali saya sampaikan kepada Waket satu, Jhony Betaubun tolong untuk jadwal reposisi dijadwalkan tanggal 10 Juni 2022.
Tetapi setelah Wakil Ketua Satu kembali, itu dijadwalkan di tanggal 6 Juni 2022, ternyata tanggal itu libur karena ibadah Pentakosta kedua, sehingga bukan lagi dimajukan tapi di mundurkan.
Jadi, harusnya tanggal 6 itu berarti kasih maju ke tanggal 10 atau di atas dari itu, tapi dimajukan ke Sabtu tanggal 4 Juni 2022, setelah itu di jadwalkan undangan itu dikirim teman-teman yang berada di luar seperti Mursidin, Umur Padesa, Noi Ayomi dan Hasanuddin.
Dimana mereka minta kalau bisa reposisi ditunda satu dua hari supaya kita juga punya hak juga untuk memberikan suara.
Oleh sebab itu Abisai Rollo melepon Sekwan, Wakil ketua satu dan dua dan disetujui. Bahkan Wakil Ketua dua Jhony Betaubun saran untuk agenda dilakukan antara Rabu, Kamis dan Jumat.
Ternyata muncul lagi kembalian tanggal 4 Juni. itula sebabnya maka saya kasih mundur dan saya minta dijadwalkan kemudian. Jadi akhirnya muncul surat yang dari teman-teman kita mengatakan bahwa itu sepihak, padahal ini atas permintaan semua teman-teman demi kebersamaan kita.
Kalau misalnya ditetapkan jadwal April sesuai dengan jatuh tempo kemudian saya tunda, mungkin saya juga anggap itu salah tapi ini sudah jauh jalan dan teman-teman minta saya setuju demi kebersamaan itu. Jadi perubahan tanggal sudah ada komunikasi dengan wakil ketua satu.
Kembali Abisai Rollo menjelaskan, saat ini ada Partai-Partai yang keluar dari fraksi yang sudah Bhineka Tunngal Ika (BTI) dan bersatu kembali dan membentuklah fraksi baru yaitu, Port Numbay Bersatu.
Yang didalamnya ada Golkar, PAN, PPP, PKS, Berkarya, Demokrat, dan Perindo. Proses itu kita sudah jalani dan tadi malam sudah saya tetapkan.
Nanti kalau ada teman-teman katakan bahwa dalam aturan itu fraksi hanya dua tidak bisa lebih, ternyata kita buka dari undang-undang dan Tatib itu sebenarnya fraksi kalau misalnya ada Partai dalam pemilihan umum itu memiliki fraksi utuh berarti dia harusnya membentuk satu fraksi gabungan.
Tetapi kalau tidak ada sama sekali fraksi yang utuh itu berarti hanya membentuk dua fraksi besar, itu undang-undang dan Tatib kita, sementara kita saat ini ada fraksi yang utuh yaitu Golkar, PDI-P dan Nasdem.
Maka kita hanya bisa membentuk satu fraksi gabungan, tetapi kita bentuk dua fraksi, berarti kita juga sudah salah dari awal, makanya sekarang kita minta tambah lagi satu menjadi tiga yaitu Fraksi Port Numbay Bersatu.
Kemudian, dalam perjalanan itu bersatulah kita. Jadi ada surat Partai yang mundur diri dari Fraksi BTI dan kemudian bersatu dengan Golkar, termasuk PAN juga sudah keluar dari PDI-P.
“Jadi, membentuklah fraksi baru itu untuk proses-proses pemilihan Alat Kelengkapan Dewan. Dua hari kita sudah jadwalkan hari pertama teman-teman ada sebagian tidak datang dan mungkin bersebelahan pikiran dengan kita,” terang Abisai.
Padahal menurutnya, dirinya tidak menganggap musuh. Jadi saya ketemu dengan Pak John sebagai wakil satu dan Pak Sekwa pada acara syukuran Pj Wali Kota, di situ saya sampaikan, bahwa Banmus sudah tetapkan jadwal dan besok kita pemilihan AKD.
Abisai Rollo kembali menungkapka, wakil ketua dua minta untuk ketemu pimpinan, sehiingga sepakat jdawal jam 10.00 wit kita bertemu dengan pimpinan-pimpinan fraksi.
Ternyata saya di kantor Dewan dari jam 10.00 pagi sampai jam 02.00 malam sataupun tidak datang, akhirnya undangan tertunda, kita tidak memenuhi korum dan kemarin sampai malam kita memenuhi korum dan semua sesuai dengan aturan kita sudah jalan.
Kita sudah membentuk alat-alat kelengkapan Dewan, Komisi – Komisi, Badan Anggaran, Badan Musyawarah, Bapemperda dan Badan Kehormatan Dewan.
Sehingga, teman-teman kita yang belum masuk, dipersilakan sesuai keinginan. Semua kita jalan sesuai dengan aturan dan undang-undang yang berlaku.
Tidak ada satupun yang kita mau pikir untuk pribadi kita, tapi ini demi kesejahteraan rakyat di kota ini dan masa reposisi sangat jelas di undang-undang, 2 tahun 6 bulan.
“Jadi, dalam undang-undang sudah mengatakan kalau untuk ketua, wakil ketua dan sekretaris komisi otomatis 2 tahun 6 bulan, tetapi kalau anggota dari komisi-komisi itu 1 tahun dari Fraksi bisa rolling,” urainya.
Sebenarnya menurut Abisai Rollo, koalisi ini ada 9 Parpol termasuk PSI dan PKB , tapi mungkin karena tiupan angin lain akhirnya mereka hengkang dari Port Numbay Bersatu,” tutup calon Wali Kota Jayapura dari Golkar itu.
(tp-01)















