Jayapura,Teraspapua.com – Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP) angkat bicara soal kasus pembunuhan terhadap 4 orang warga sipil di Kabupaten Mimika.
Yakoba Lokbere, selaku anggota DPR Papua dari jalur Otsus yang juga sebagai wakil ketua I kelompok khusus mengatakan kasus pembunuhan secara mutilasi yang terjadi di Timika baru pertama kali terjadi di Papua, yang mana mengorbankan 4 warga sipil dalam waktu yang bersamaan.
“Ini merupakan perbuatan yang tidak terpuji, perbuatan yang menconreng nilai-nilai agama juga nilai-nilai budaya orang Papua,” tegas Yakoba Lokbere.
Dikatakan Yakoba Lokbere, kalau memang kasus ini diduga ada keterlibatan anggota TNI, kami meminta kepada Panglima TNI, Pangdam XVII Cenderasih untuk segera usut tuntas kasus ini.
Supaya kepercayaan rakyat Papua terhadap TNI tidak hilang, tetapi kalau dibiarkan maka kepercayaan rakyat terhadap TNI akan benar-benar hilang,” tambah Yakoba.
“Seharusnya tugas dari TNI, mengayomi, menjaga, melindungi rakyat dan menlindungi teritorial, tetapi ini terbalik dimana terlibat membunuh orang Papua. Ada apa? dan motif apa di balik pembunuhan manusia yang tidak berdosa,” pungkasnya.
Sementara itu, Namantus Gwijange, anggota Komisi V DPR Papua dari daerah pemilihan Nduga juga mengaku kesal terhadap dugaan pembunuhan mutilasi di Kabupaten Timika.
Menurutnya, ini tindakan yang merendahkan martabat manusia di Papua, ini pukulan telak bagi seluruh rakyat Papua, bahwa sebuah tindakan yang merendahkan martabat manusia sebagai ciptaan Tuhan.
“Apa motif kejadian ini, sedang kita ikuti. Kalau memang keterlibatan ada anggota TNI tetapi juga ada masyarakat sipil, sehingga kami sangat berharap kasus ini harus diselesaikan secara tuntas tuntas mungkin dengan akar-akarnya,” tegas Namantus.
Kemungkinan besok kami akan ke Timika, berkoordinasi dengan Kapolres, kita akan pantau dan awasi itu sehingga masalah ini bisa diselesaikan secara tuntas terang benderang dan terbuka. Sebab kejadian ini sangat sadis dan belum pernah terjadi di Papua,” lugasnya.
“Kalau memang benar, motifnya bahwa korban dan pelaku itu telah melakukan transaksi jual beli barang terlarang. Kalau memang ini benar maka kami wakil rakyat sekaligus tokoh, kami berharap benar-benar tegakkan aturan, jangan langsung menghabiskan nyawa orang lain,” tandasnya.
Masih ditempat yang sama, Las Nirigi, anggota Komisi I DPR Papua, menambahkan kejadian yang terjadi di Timika adalah bukan kejadian biasa.
“Kami harapkan, oknum-oknum yang terlibat dalam kasus tersebut harus diproses sesuai hukum yang berlaku dan diberhentikan dari institusi,” pungkasnya.
(tp-02)















