Jayapura,Teraspapua.com – Prosesi perdamaian yang di lakukan oleh Mananwir Samuel Keret Sroyer dengan Benhur Tommy Mano (BTM) di Biak itu tidak sah.
Demikian pernyataan tersebut disampaikan oleh Willem Sroyer, yang merupakan korban kemarahan oleh BTM saat melakukan kampanye di Organda.
Dijelaskan Willem, menindak lanjut persoalan saya dengan Calon Gubernur Papua BTM. Persoalan ini kami sudah sepakat bersama dengan Samuel Sroyer selaku Mananwir Keret Sroyer pada tanggal 9 minggu kemarin. Dimana beliau sendiri secara terang – terangan di media menolak permintaan maaf BTM.
“Tetapi tadi siang apa yang dilakukan oleh Samuel Sroyer yakni melalukan prosesi perdamaian dengan BTM di Sorido Biak, itu tidak sah, dan melanggar tatanan adat dan itu bukan solusi yang beliau jalankan,” tegas Willem kepada awak media di Jayapura, Jumat (15/11/2024) malam.
Lebih lanjut kata Willem, apa yang dilakukan oleh Samuel Sroyer ini adalah satu kesalahan. Samuel Sroyer bukan Mananwir, dia tidak tahu adat. Kalau bicara adat harusnya duduk di para-paradat adat dan melakukan ritual adat yang sebenarnya. Itu baru dikatakan anak – anak adat.
“BTM melakukan kesalahan kepada saya di Jayapura, tepatnya di organda. Terus apa tujuannya ke Biak dan meminta maaf ke Samuel Sroyer dan marga Sroyer di Biak. Ini persoalan saya dengan BTM kenapa Samuel Sroyer membuat prosesi perdamaian adat,” terangnya.
Dijelaskan Willem, yang membuat saya kaget, inikan persoalan nama baik saya yang sudah viral di media sosial. Tanpa sepengatahuan saya Samuel Sroyer secara diam – diam datang ke kediaman BTM untuk melakukan silahturahmi, dan mengatur pertemuan untuk mengumpulkan warga di Biak untuk perdamaian. Berarti ini bukan anak – anak adat, dugaan saya jagan sampai ada sesuatu.
“Saudara Samuel Sroyer dan BTM kalian tidak tahu adat. Adat yang sebenarnya itu kita duduk di atas para – para kita saling memaafkan, melakukan Doa pengampunan dan saling “Fai Doma Mai Do Fa” ko bayar saya, baru saya bayar ko, karena ko yang salah,” kembali tegas Willem.
Jadi terkait masalah ini saya sudah laporkan ke Polda Papua, sehingga jika ada panggilan saya minta Samuel Sroyer datang ke Polda dan mempertanggung jawabkan apa yang dia sampaikan ke media bahwa Samuel menolak permintaan maaf dari BTM.
“Saya minta Kapolda Papua agar merespon cepat laporan kami,” imbuhnya.
Ditambahkan Willem, saya juga minta kepada Manfun Apolos Sroyer, untuk mengumpulkan semua keluarga mananwir dan turunkan Samuel Sroyer. Kerana sudah melanggar tatanan adat, dan telah menginjak harkat dan martabat Keret Sroyer.
Sementara itu, Sekretaris Dewan Adat Biak di Tanah Tabi, Winand Yeninar mengatakan pernyataan yang kita sama – sama sudah buat pada tanggal 9 November lalu bersama Samuel Sroyer bahwa persoalan Willem dan BTM kita harus selesaikan sesuai etika dan tatanan adat.
Tetapi ternyata pada Minggu 10 November Samuel Sroyer telah melangkahi komitmen aturan adat.
Dimana beliau pergi meminta maaf di kediaman BTM secara sepihak, berarti itu oknum apa yang dilakukan Samuel Sroyer bukan sebagai mananwir Keret Sroyer, pungkas Yeninar.















