Tradisi dan Harapan: Masyarakat Lanny Jaya Kawal BTM Menuju Kursi Gubernur

Jayapura, Teraspapua.com – Calon Gubernur Papua nomor urut 1, Benhur Tomi Mano (BTM), menggelar pertemuan terbatas bersama masyarakat asal Kabupaten Lanny Jaya dan relawan Port Numbay Bersatu, bertempat di Dok VIII Atas, Kelurahan Imbi, Distrik Jayapura Utara, Kota Jayapura, Senin (30/6/2025).

Kehadiran BTM disambut secara meriah dengan tradisi khas masyarakat pegunungan.

Sekelompok pemuda asal Lanny Jaya dengan penuh semangat memikul BTM di atas bahu mereka dan membawanya berlari menuju tenda utama tempat acara berlangsung.

Tindakan ini merupakan bentuk penghormatan adat dan simbol kepercayaan masyarakat terhadap pemimpin yang mereka dukung.

Sebelum acara dimulai, sejumlah hamba Tuhan memimpin doa bersama untuk BTM. Doa tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Klasis GIDI, Pdt. Kamet Karoba, S.Th, yang mendoakan agar Benhur Tomi Mano dapat memimpin Provinsi Papua dengan bijaksana dan penuh kasih sebagai seorang Gubernur.

Suasana pertemuan berlangsung hangat dan penuh semangat. Masyarakat yang hadir memadati area tenda, bahkan meleber hingga ke bagian luar.

Mereka meneriakkan yel-yel dukungan seperti “BTM-CK Gubernur Papua!” sebagai bentuk semangat dan harapan akan perubahan positif di bawah kepemimpinan pasangan nomor urut 1, Benhur Tomi Mano dan Constant Karma.

Dalam budaya masyarakat pegunungan, khususnya Lanny Jaya, mengangkat seorang pemimpin di atas bahu adalah tradisi yang melambangkan rasa hormat dan penerimaan.

Biasanya dilakukan kepada tokoh yang dianggap membawa harapan dan perubahan bagi rakyat. BTM pun tampak bahagia dan tersentuh oleh sambutan penuh kekeluargaan tersebut.

“BTM adalah gubernur terpilih yang hanya tertunda,” tegas Rudi Kogoya, Ketua Relawan Port Numbay Bersatu, dalam orasinya.

“Kami dari masyarakat suku Lanny Jaya yang hadir di sini satu tujuan: memenangkan pasangan nomor urut 1, Benhur Tomi Mano dan Constant Karma.”

Rudi menambahkan bahwa mereka telah membentuk tim relawan yang tersebar di 7 kelurahan, 1 kampung, 9 RW dan 40 RT di wilayah Jayapura Utara, dengan tujuan memenangkan pasangan BTM-CK dalam Pilgub Papua 2025.

Sementara itu, Koordinator relawan dari Jemaat Kasi Abua, Joison Wenda, juga menegaskan bahwa kepemimpinan Papua harus kembali kepada anak negeri.

“BTM adalah anak asli Tabi. Constant Karma juga anak Tabi. Sudah saatnya anak negeri memimpin negerinya sendiri,” kata Wenda.

Ia menambahkan bahwa baik BTM maupun Constant Karma adalah tokoh gereja yang aktif dan dikenal sebagai penatua yang konsisten hadir dalam kegiatan-kegiatan rohani, sehingga dinilai mampu memimpin dengan hati nurani dan nilai-nilai kekristenan yang kuat.

“Kami ini ibarat anak-anak yatim piatu sejak kepergian Bapak Lukas Enembe. Sekarang hanya kepada Bapak BTM kami berharap. Hanya BTM yang bisa melihat dan memperhatikan kami,” ujarnya dengan penuh haru.

Menurut Wenda, dukungan masyarakat Lanny Jaya kepada BTM bukan sekadar politis, tetapi bersifat kultural dan spiritual.

“Seperti batu yang sudah turun dari gunung, tidak akan kembali ke atas. Kami akan terus mengawal BTM sampai memimpin Papua,” tutupnya.

Pantauan Teraspapua.com, kehadiran BTM menarik perhatian besar dari masyarakat. Tidak hanya tenda utama yang dipenuhi massa, tetapi bagian luar lokasi juga dipadati warga yang ingin melihat langsung dan mendengarkan penyampaian visi, misi, serta program kerja pasangan BTM-CK untuk lima tahun ke depan.

Pertemuan ini menjadi bukti kuat bahwa Benhur Tomi Mano dan Constant Karma masih memiliki tempat khusus di hati masyarakat Papua, khususnya di kalangan warga pegunungan yang menginginkan kepemimpinan yang merakyat, sederhana, dan memahami akar budaya lokal.