Jayapura, Teraspapua.com – Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Papua nomor urut 1, Benhur Tomi Mano (BTM) dan Constant Karma (CK), menggelar tatap muka terbatas bersama masyarakat RW 03, Kelurahan Angkasapura, Kota Jayapura, Rabu (9/7/2025). Dalam pertemuan yang berlangsung hangat ini, BTM memanfaatkan momen untuk memaparkan visi-misi serta meluruskan sejumlah isu miring yang beredar di media sosial.
Mengawali sambutannya, BTM menanggapi sejumlah tuduhan hoaks yang menyudutkan dirinya, terutama terkait dugaan korupsi APBD saat menjabat Wali Kota Jayapura.
“Saya ingin tegaskan hari ini, isu-isu yang menyebutkan saya korupsi dana APBD Rp20 miliar hingga Rp40 miliar itu tidak benar. Sampai hari ini, saya tidur nyenyak dan tidak pernah berurusan dengan hukum,” tegas BTM di hadapan warga Angkasa.
BTM menyebut, banyak kata-kata yang menyudutkannya di media sosial hanya bertujuan menjatuhkan nama baiknya. Ia menegaskan bahwa kebenaran pada akhirnya akan menemukan jalannya sendiri.
“Saya tetap kuat. Saya berdoa, semoga Tuhan mengampuni mereka, karena mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat,” ujar BTM penuh keyakinan.
Lebih lanjut, BTM juga menanggapi anggapan bahwa selama menjabat Wali Kota ia tidak menghasilkan apa-apa. Ia menyebut pernyataan tersebut berasal dari orang-orang yang “buta mata dan buta hati” terhadap kerja keras yang telah ia lakukan selama dua periode memimpin Kota Jayapura.
Dalam forum tersebut, BTM memaparkan sejumlah program besar yang pernah ia gagas. Salah satunya adalah pembangunan Jembatan Merah Youtefa, yang disebutnya sebagai hasil dari perjuangan dan pendekatan adat yang ia pimpin.
“Saya membawa 10 Ondoafi bertemu Presiden, dan setelah pulang kita buat prosesi adat di Pantai Holtekamp. Setelah itu pembangunan berjalan lancar selama delapan bulan, menelan anggaran Rp1,7 triliun, dan akhirnya diresmikan oleh Presiden Joko Widodo,” jelasnya.
BTM juga menyebut proyek pembangunan jembatan di Pantai Hamadi sepanjang 2 kilometer sebagai hasil gagasan yang ia sampaikan kepada Kementerian PUPR.
Tak hanya infrastruktur, BTM juga menyinggung program sosial keagamaan yang telah ia jalankan, termasuk pembangunan lahan pemakaman umum khusus umat Muslim seluas 10 hektare secara gratis.
“Saya juga mengirim para Ustaz dan Kyai untuk umrah ke tanah suci. Untuk umat Kristiani, kami fasilitasi ke Yerusalem. Begitu juga untuk umat Hindu dan Buddha, kami dukung ziarah ke tempat suci mereka,” ujar BTM.
BTM turut memaparkan visi besar mereka: “Terwujudnya Papua yang Maju, Mandiri, dan Berbudaya.” Ia menjelaskan bahwa visi tersebut dirinci dalam tiga pilar:
Maju, dalam bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, pelayanan publik, dan infrastruktur. Termasuk penataan birokrasi yang bersih dan berwibawa.
Mandiri, yang ditunjukkan dengan peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) melalui sektor pendidikan, kesehatan, serta pembangunan infrastruktur seperti jalan, jembatan, air bersih, dan perumahan.
Berbudaya, dengan menjaga nilai-nilai adat dan kearifan lokal. BTM menekankan bahwa pembangunan tidak boleh mengorbankan tempat-tempat sakral dan warisan budaya.
“Kita tidak boleh melupakan budaya. Jangan karena alasan pembangunan lalu kita rusak tempat adat. Budaya adalah jati diri orang Papua,” tegasnya.
Sementara itu, Calon Wakil Gubernur Constant Karma menyampaikan bahwa Papua membutuhkan perubahan, dan perubahan tersebut harus dimulai dari pimpinan tertinggi di provinsi ini.
“Kita harus berubah, tidak bisa terus seperti ini. Perubahan harus dimulai dari atas, dari gubernur dan wakil gubernur. Kalau pimpinannya berubah, maka semua akan mengikuti,” ujar Constant Karma.
Ia mengajak masyarakat untuk memilih pemimpin yang mampu membawa perubahan nyata bagi Papua, dan menyebut pasangan BTM-CK sebagai pilihan yang tepat untuk membawa Papua ke arah yang lebih baik.
Saat menyinggung konteks politik, Constant Karma menjelaskan bahwa dirinya merupakan kader Partai Golkar, menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Golkar Papua. Ia mengaku telah mempertimbangkan dinamika politik secara cermat, terutama pasca-diskualifikasinya Yermias Bisai sebagai calon wakil gubernur.
“BTM bukan orang asing. Beliau adalah Wali Kota Jayapura dua periode, dan telah menunjukkan kinerja. Saya, sebagai kader Golkar, melihat pasangan sebelah bukan dari partai politik. Maka, saya dan Golkar Papua memutuskan untuk mendukung BTM dan Yermias Bisai dalam Pilkada 2024,” ungkapnya.
Namun karena alasan administratif, Yermias Bisai didiskualifikasi, dan Constant Karma resmi menggantikan posisinya sebagai calon wakil gubernur mendampingi BTM.
“Kami tetap solid. Kami, kader Golkar Papua, mendukung penuh BTM dan yakin akan menang di Pilgub Papua,” tutup Constant Karma penuh optimisme.
(Arc/Nov)














