Yapen Timur, Teraspapua.com – Calon Gubernur Papua nomor urut 1, Benhur Tomi Mano (BTM), kembali menunjukkan komitmennya untuk menjangkau seluruh pelosok Bumi Cenderawasih dengan melanjutkan safari politiknya ke wilayah adat Saireri, khususnya Kabupaten Kepulauan Yapen, Senin (21/7/2025).
Didampingi istri tercinta, Ibu Kristhina Luluporo Mano, BTM menempuh perjalanan laut menuju Distrik Dawai, sebuah wilayah pesisir yang menjadi tempat tinggal nelayan tradisional yang selama ini hidup bersandar pada kekayaan laut.
Sekitar pukul 09.00 WIT, rombongan berangkat dari Dermaga Serui Laut menggunakan speedboat. Karena keterbatasan kapasitas, sebagian anggota tim harus menggunakan perahu Jonson. Perjalanan laut selama dua jam itu memperlihatkan panorama gugusan pulau kecil yang indah, laut yang tenang, dan angin laut yang sejuk menyapu wajah para penumpang.
“Saya sangat terharu melihat keindahan alam ini. Tuhan telah memberikan tanah dan laut yang luar biasa bagi masyarakat Kepulauan Yapen,” ungkap BTM sembari memandang laut luas dan deretan pohon bakau yang menjaga garis pantai.
Dari kejauhan, tampak kampung-kampung pesisir seperti Ambai dan Saweru, dengan latar belakang pegunungan hijau yang menjulang. Di sisi seberang laut pun terlihat samar-samar daratan Kabupaten Waropen, yang dikenal sebagai Negeri Seribu Bakau.
Sebenarnya, Dawai bisa dijangkau melalui jalur darat, namun kondisi infrastruktur yang rusak membuat jalur laut menjadi pilihan utama masyarakat. Dalam perjalanan, rombongan melintasi kampung kecil Awahanua, simbol keharmonisan warga pesisir dalam semangat gotong royong.
Perjalanan berlanjut menyusuri sejumlah tanjung dan kampung nelayan seperti Randawaya, Krompomi, Wabo tempat warga biasa memancing. hingga tiba di Urumpomi dan akhirnya memasuki perairan Tanjung Dawai.
Tepat pukul 10.30 WIT, speedboat yang ditumpangi BTM dan rombongan merapat di Dermaga Dawai.
Mereka langsung disambut hangat oleh masyarakat adat dengan tarian penyambutan khas Saireri. Sebuah noken dikenakan kepada BTM, dan sebagai bentuk penghormatan, ia menerima upacara “injak piring”, yang dipimpin oleh ketua adat setempat.
Benhur Tomi Mano sebagai anak negeri yang datang membawa harapan di pesisir Yapen Timur
Dari dermaga, BTM diarak menyusuri kampung Dawai menuju lokasi kampanye terbatas. Warga yang berbaris di sepanjang jalan melambaikan tangan dan menyampaikan salam hangat, diiringi pukulan tifa dan nyanyian adat penuh sukacita.
Kehadiran BTM bukan hanya untuk berkampanye, tetapi juga sebagai bentuk empati dan komitmen untuk hadir langsung di tengah-tengah masyarakat yang hidup dalam keterbatasan akses dan pembangunan.
“Saya ingin melihat dan merasakan langsung apa yang masyarakat alami di daerah pesisir ini. Supaya jika Tuhan berkenan, saya dan Pak CK bisa bekerja dari hati untuk menjawab kebutuhan mereka,” ujar BTM saat menyapa warga.
Kunjungan ini menjadi bukti nyata bahwa pasangan BTM–CK bukan hanya berkampanye dari kota ke kota, tetapi juga menembus pelosok wilayah terjauh untuk mendengar suara rakyat.
Sebelum acara politik dimulai, warga terlihat begitu antusias, bahkan sebagian ikut menari yospan, mengekspresikan rasa gembira atas kehadiran calon pemimpin yang mereka harapkan mampu membawa perubahan.
BTM datang untuk menghapus air mata masyarakat yang selama ini merasa dilupakan, dengan janji untuk memperjuangkan kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat pesisir Papua.
BTM menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Yapen Timur yang telah menjemput saya dengan tarian adat.
(har/nov)














