Jayapura, Teraspapua.com – Suasana semarak dan penuh semangat tampak mewarnai pertemuan terbatas pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Papua nomor urut 1, Benhur
Tomi Mano dan Constant Karma (BTM-CK), bersama warga di Kompleks APO, RT 007/RW 004, Kelurahan Bhayangkara, Kota Jayapura, Jumat (25/7/2025).
Puluhan warga dari berbagai latar belakang hadir dengan antusias. Mereka duduk tertib di kursi-kursi plastik biru dan kompak mengangkat satu jari sebagai simbol dukungan kepada pasangan BTM-CK. Sorak sorai dan yel-yel dukungan menggema, menandakan kuatnya harapan masyarakat terhadap pasangan ini.
Dalam sesi dialog, sejumlah warga menyampaikan langsung keluhan dan harapan mereka kepada pasangan calon. Salah satunya, Adelci Ap, yang menyoroti persoalan penyaluran beasiswa yang dinilainya amburadul.
Ia menuturkan bahwa pada 24 Desember lalu, banyak orang tua terpaksa bermalam di Kantor Gubernur Papua karena sistem pencairan beasiswa yang tidak jelas.
“Kalau Tuhan izinkan BTM-CK jadi pemimpin Papua, kami minta tolong beasiswa diperbaiki dan diawasi betul. Anak-anak kami adalah masa depan Papua,” ujar Adelci penuh harap.
Sementara itu, Mama Frederika Selly mengangkat isu infrastruktur yang belum tersentuh, terutama talud di Kali APO. Ia menyampaikan bahwa setiap kali hujan turun, warga sekitar merasa waswas karena ancaman banjir dan longsor.
Menanggapi aspirasi tersebut, Benhur Tomi Mano berbicara dengan nada santai namun tegas. Ia mengakui bahwa selama dua periode menjabat Wali Kota Jayapura, ia telah membangun banyak hal, namun juga tidak lepas dari kekurangan sebagai manusia.
“Saya bukan orang sempurna, karena kesempurnaan itu hanya milik Tuhan. Tapi selama 10 tahun jadi wali kota, banyak bukti nyata yang telah kami kerjakan untuk rakyat,” ungkap BTM.
Terkait masalah beasiswa, BTM menjelaskan bahwa program tersebut pernah ia kelola secara langsung saat menjadi wali kota. Awalnya, beasiswa diberikan khusus untuk anak-anak Port Numbay. Namun pada tahun-tahun berikutnya, cakupan program diperluas untuk seluruh anak Papua, bahkan non-Papua yang lahir dan besar di Jayapura.
“Bahkan kami kirim anak-anak berprestasi ke luar negeri, seperti ke Amerika Serikat. Saya juga bangun asrama untuk mereka yang kuliah di Universitas Satya Wacana Salatiga,” imbuhnya.
BTM juga mengungkap rencananya membangun daerah Muara Tami sebagai wilayah pengembangan baru. Ia membuka peluang untuk mendorong lahirnya satu kabupaten baru di antara Muara Tami dan Kabupaten Keerom sebagai bentuk desentralisasi dan pemerataan pembangunan.
Ia menambahkan, sejumlah program pro-rakyat yang pernah diterapkan di Jayapura akan dibawa ke tingkat provinsi. Salah satunya adalah program bantuan permodalan bagi mama-mama Papua penjual sayur, ikan, pinang, dan kue, melalui skema pinjaman tanpa bunga.
“Saya akan taruh dana di bank. Mama-mama cukup ajukan permohonan, tanpa bunga, agar ekonomi keluarga bisa bertumbuh,” ujarnya.
Untuk generasi muda, BTM berjanji menyediakan peluang usaha dan pelatihan di sektor UMKM yang relevan dengan kebutuhan anak muda dan generasi Z, termasuk akses pada pendidikan dan pelatihan vokasi.
BTM menegaskan bahwa visi kepemimpinan mereka akan berfokus pada lima bidang prioritas: pendidikan, kesehatan, ekonomi, infrastruktur, serta tata kelola pemerintahan yang bersih dan berwibawa.
Sementara Calon Wakil Gubernur, Constant Karma, menambahkan bahwa mereka berdua bukan sosok baru di birokrasi dan pemerintahan.
“Pak BTM dua periode jadi Wali Kota Jayapura, saya mantan Sekda dan dan pernah jadi Penjabat Gubernur Papua. Kami sudah teruji, bukan coba-coba,” ucap Constant dengan keyakinan.
BTM pun mengajak warga APO dan seluruh masyarakat Papua agar tidak ragu memilih figur yang sudah terbukti bekerja untuk rakyat.
“Kami sudah pernah menjabat dan tahu cara kerja pemerintahan. Jangan ragu, kami hadir untuk masyarakat Papua,” katanya.
Sebagai bagian dari peningkatan kinerja birokrasi, BTM juga berjanji akan menaikkan Tunjangan Perbaikan Penghasilan (TPP) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Papua.
“ASN yang bekerja dengan jujur dan melayani rakyat harus kita hargai. TPP akan kami naikkan agar kinerja dan motivasi mereka meningkat,” pungkasnya.
BTM-CK dipenghujung pertemuan dengan seruan persatuan dan harapan, bahwa Papua harus bangkit bersama, dimulai dari pemimpin yang paham, terbukti, dan berpihak pada rakyat.
(har/rck)













