Jayapura, Teraspapua.com – Dalam suasana hangat penuh kekeluargaan dan nilai budaya yang luhur, ribuan masyarakat Maluku dari berbagai penjuru, mulai dari ujung Halmahera hingga Tenggara Jauh, tumpah ruah memadati area Expo Waena, Kelurahan Waena, Distrik Heram, Kota Jayapura, pada Sabtu (26/7/2025).
Kehadiran mereka bukan sekadar temu kangen atau pertemuan budaya semata, melainkan untuk mengikuti momentum sakral bertajuk Kain Gandong dan Makan Patita, sebagai simbol persatuan sekaligus bentuk dukungan nyata kepada pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Papua nomor urut 1, Benhur Tomi Mano dan Constant Karma (BTM-CK).
Kedatangan BTM-CK dalam acara ini disambut secara adat oleh para tua-tua Maluku, mulai dari Halmahera hingga Tenggara Jauh. Prosesi penyambutan dilakukan dengan penuh hormat, diawali oleh tarian Tore dari masyarakat Tanimbar serta upacara adat oleh tokoh Maluku Tenggara.
Salah satu simbol penerimaan yang sakral adalah pemasangan kain putih panjang, yang membungkus BTM dan CK sebagai tanda mereka telah diterima sebagai pemimpin oleh
masyarakat Maluku di Tanah Papua. Acara kemudian dilanjutkan dengan Makan Patita, tradisi khas Maluku yang menyatukan basudara dalam semangat kekeluargaan dan kebersamaan.
Acara semakin khidmat ketika Rasmus Dace Siahaya, sesepuh Maluku yang juga mantan Sekretaris Daerah Kota Jayapura, menyampaikan orasi penuh makna. Ia mengingatkan bahwa ketika orang Maluku pertama kali menginjakkan kaki di Papua, wilayah ini masih merupakan satu kesatuan besar dari Kepala Burung hingga Merauke.
Namun kini, kata Siahaya, Papua telah terbagi menjadi beberapa kawasan adat utama: Lapago, Mepago, Mamta/Tabi, Saireri, Anim Ha, Domberay, dan Bomberay. Setiap wilayah adat tersebut telah diberi hak kesulungan melalui semangat Otonomi Khusus untuk dipimpin oleh anak adat masing-masing.
“Tabi dan Saireri adalah rumah besar dari dua anak adat kita: Benhur Tomi Mano dan Constant Karma. Maka, sudah seharusnya mereka menjadi tuan di rumah sendiri. Masa orang lain yang pimpin rumah itu?” tegas Siahaya, disambut tepuk tangan meriah.
Ia juga menekankan bahwa orang Maluku sejak dulu memegang prinsip: di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Karena itu, sebagai bangsa yang menjunjung tinggi adat, budaya, dan kebaikan, masyarakat Maluku di tanah rantau hendaknya memberikan dukungan kepada pemimpin yang peduli dan membumi seperti BTM-CK.
“Beta ada di sini untuk mengingatkan, kalau sudah mengaku, maka tanggal 6 Agustus nanti harus pilih BTM-CK,” seru Siahaya dengan nada meyakinkan.
Dukungan kepada BTM-CK juga datang dari berbagai elemen masyarakat Maluku yang hadir. Dalam simbol kebersamaan, sejumlah tokoh memasangkan kain selendang kepada Benhur Tomi Mano, istrinya Kristhina Luluporo Mano, dan Constant Karma.
Kain selendang tersebut dipasangkan oleh perwakilan masyarakat dari berbagai wilayah, seperti Jhon Resibun (perwakilan Kei), Selly Ayawaila (Ketua Persekutuan Perempuan Maluku Indonesia), Alex Low (Ketua Ikatan Keluarga Besar Tanimbar), dan Beti Bunga (perwakilan Maluku Utara).
Rangkaian acara tersebut ditutup dengan menyanyikan lagu Tanah Papua bersama-sama, sebagai lambang cinta dan komitmen terhadap tanah tempat mereka kini bermukim.
Menutup orasinya, Rasmus Dace Siahaya menegaskan bahwa dukungan masyarakat Maluku terhadap BTM-CK bukan sekadar pilihan politik, tapi merupakan suara hati nurani dan bentuk penghargaan terhadap nilai-nilai leluhur.
“Ini bukan soal emosi atau politik sesaat. Ini tentang peradaban dan masa depan anak cucu kita agar bisa menjadi tuan di negeri sendiri,” pungkasnya.
Dengan semangat Kain Gandong dan Makan Patita, masyarakat Maluku di Papua telah menunjukkan bahwa solidaritas, nilai budaya, dan rasa memiliki terhadap tanah ini tak
akan lekang oleh waktu. Dan pada tanggal 6 Agustus 2025, mereka akan menegaskan pilihannya: BTM dan CK, nomor urut satu.
Ketua relawan “Beta Maluku for BTM-CK” Erwin Forsaly, menegaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mempererat tali persaudaraan di antara basudara Maluku di Tanah Papua bersama BTM-CK, khususnya di Kota Jayapura.
“Mari kita bersatu menangkan BTM-CK sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Papua. Jangan pilih yang lain. Beta Tetap Maluku, nomor satu tetap di hati!” serunya, mengajak seluruh warga Maluku dari ujung Halmahera sampai Tenggara Jauh untuk menentukan pilihan pada 6 Agustus nanti.
(har/rck)














