BTM Tampung Aspirasi Warga Yobe: Janji Perhatikan OAP, Benahi Pendidikan dan Infrastruktur

Jayapura, Teraspapua.com – Calon Gubernur Papua nomor urut 1, Benhur Tomi Mano (BTM), kembali menunjukkan komitmennya untuk mendengar langsung aspirasi masyarakat.

Dalam tatap muka bersama warga Kelurahan Yobe, Kota Jayapura, Senin (28/7/2025), BTM menerima berbagai usulan terkait peningkatan kesejahteraan Orang Asli Papua (OAP), pembenahan sektor pendidikan, hingga infrastruktur

Meki Pulanda, seorang pengusaha asli Papua , menyampaikan aspirasi terkait kesulitan yang dihadapi anggota Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi) Papua, khususnya yang berasal dari suku Tabi dan Saireri.

“Akses untuk mendapatkan pekerjaan di lingkungan pemerintah provinsi sangat sulit. Tidak ada lagi kepala dinas yang bisa memberikan peluang proyek kepada kami. Kami berharap, jika BTM terpilih sebagai gubernur, jangan lupakan kami yang ada di Gapensi,” tegas Meki.

Menanggapi hal itu, BTM berkomitmen memberikan perhatian khusus kepada pengusaha OAP, terutama yang bergerak di bidang konstruksi.

“Hari ini juga kamu akan ikut bersama saya ke kantor gubernur. Saya pastikan pengusaha OAP tidak akan dilupakan,” ujarnya.

Dikatakan. ada Perda yang mengatur dana penunjukan langsung Rp500 juta sampai Rp1 miliar, bahkan bisa naik menjadi Rp2 miliar untuk pekerjaan tertentu,” ujar BTM disambut tepuk tangan warga.

BTM menegaskan, pemberdayaan ekonomi OAP menjadi salah satu prioritas dalam visi misinya untuk Papua lima tahun ke depan.

Dalam kesempatan itu, Mama Maria, warga asal Kabupaten Sarmi yang kini tinggal di Yobe, menyuarakan keluhannya terkait tingginya biaya pendidikan dasar di Kota Jayapura.

“Anak-anak SD saja harus bayar buku seharga Rp60.000. Kami mama-mama yang hanya jual rica dan pinang jelas tidak mampu membelinya. Kami mohon kalau BTM jadi gubernur, tolong bebaskan uang SPP dan biaya masuk SMA,” pinta Mama Maria.

Ia juga menyinggung kondisi infrastruktur di Sarmi yang masih memprihatinkan. “Kami punya hutan besar di Sarmi, tapi hasilnya diambil orang luar. Sementara jalan-jalan kami rusak parah. Saya ingin BTM hadir untuk menghapus air mata masyarakat Sarmi,” ujarnya dengan nada haru.

Menanggapi aspirasi tersebut, BTM menegaskan dirinya telah berkunjung langsung ke berbagai pelosok Papua, termasuk Kabupaten Sarmi.

“Saya pernah ke Tor atas pantai barat dan pantai timur. Saya tahu betul bagaimana sulitnya masyarakat di sana, melewati jalan-jalan yang berlubang dan akses yang terbatas,” ujar BTM.

Terkait biaya pendidikan, BTM berjanji akan berkoordinasi dengan Wali Kota Jayapura untuk membahas pembebasan biaya sekolah bagi anak-anak kurang mampu.

“Kita akan cari solusi agar anak-anak Papua tidak lagi terbebani biaya sekolah. Pendidikan adalah hak semua orang,” tegasnya.

BTM menutup pertemuan itu dengan komitmen untuk membangun kembali infrastruktur di daerah-daerah tertinggal, memperbaiki akses pendidikan dan kesehatan, serta memastikan pengelolaan sumber daya alam dilakukan untuk kesejahteraan masyarakat asli Papua.

“Saya hadir untuk menghapus air mata orang-orang Sarmi dan Papua secara keseluruhan,” tegasnya disambut gemuruh dukungan warga.
(har/rck)