Ketua Klasis GKI Port Numbay Resmikan Taman Doa GKI Hen Wani Wai Mhorock, Sekaligus Luncurkan Buletin Jemaat

Foto bersama Ketua Kalsis GKI Port Numbay bersama Ketua majelis Jemaat GKI Hen Wani, Sekertaris Eksekutuf BP YPK, Ketua Panitia peresmian taman doa dan mantan Ketua Majelis Jemaat (foto Arche/teraspapua.com)

Jayapura, Teraspapua.com – Ketua Klasis GKI Port Numbay, Andris W. Tjoe, meresmikan Taman Doa Jemaat GKI Hen Wani Wai Mhorock, Minggu (8/3/2026). Pada kesempatan yang sama, juga dilaksanakan peluncuran buletin jemaat bertajuk Kabar Hen Wani yang ditandai dengan penyerahan buku kepada perwakilan jemaat.

Peresmian tersebut berlangsung dalam suasana ibadah Minggu Sengsara dan dihadiri oleh Majelis Jemaat, warga jemaat, serta sejumlah undangan dari lingkungan gereja dan masyarakat sekitar.

Dalam sambutannya, Pdt. Andris W. Tjoe mengatakan bahwa peresmian taman doa tersebut menjadi momen sukacita bagi jemaat karena menghadirkan ruang rohani yang dapat dimanfaatkan umat untuk memperdalam kehidupan iman.

“Hari ini kita hadir dalam acara peresmian Taman Doa Jemaat GKI Henwani Waibhoro. Pada kesempatan yang sama juga dilaksanakan peluncuran buletin jemaat. Ini merupakan kabar sukacita dan menjadi berkat bagi seluruh jemaat,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa taman doa bukan sekadar tempat yang indah secara fisik, tetapi memiliki makna spiritual yang mendalam bagi kehidupan jemaat.

Menurutnya, taman doa merupakan ruang rohani di mana umat Tuhan dapat datang untuk berdoa, merendahkan diri, merenungkan firman Tuhan, mencari kekuatan, serta menyerahkan setiap pergumulan hidup kepada Tuhan.

Ia juga mengutip firman Tuhan dalam Mazmur 145 ayat 18 yang menyatakan bahwa Tuhan dekat kepada setiap orang yang berseru kepada-Nya dalam kesetiaan.

“Firman ini mengingatkan kita bahwa ketika umat Tuhan datang kepada-Nya dalam doa yang tulus, Tuhan selalu hadir dan Tuhan mendengar,” katanya.

Karena itu, ia berharap taman doa tersebut dapat dimanfaatkan oleh jemaat sebagai tempat untuk membangun persekutuan dengan Tuhan melalui doa, sekaligus memohon berkat Tuhan bagi gereja, masyarakat, serta Kota Jayapura dan Tanah Papua.

Sebagai Badan Pekerja Klasis GKI Port Numbay, lanjutnya, pihaknya menyampaikan apresiasi kepada Majelis Jemaat serta seluruh warga jemaat yang telah bekerja dengan penuh semangat dan kebersamaan sehingga taman doa tersebut dapat terwujud.

“Taman ini sangat indah. Karena itu saya berharap agar tempat ini dijaga dan dirawat dengan baik. Tempat ini adalah tempat yang kudus, tempat di mana umat datang untuk berdoa dan mendekatkan diri kepada Tuhan,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga suasana taman doa agar tetap tenang dan sakral. Menurutnya, akses menuju taman doa sengaja tidak dibuka sebagai jalur umum agar ketenangan tempat tersebut tetap terjaga.

“Kita harus menjaga tempat ini agar tetap digunakan dengan baik sebagai tempat doa dan persekutuan dengan Tuhan,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Majelis Jemaat Graisye Anita Mutara dalam khotbahnya menyampaikan bahwa taman doa yang diresmikan bukan sekadar taman biasa, melainkan ruang rohani yang disediakan bagi jemaat untuk membangun relasi yang lebih dekat dengan Tuhan.

“Taman doa ini bukan hanya sebuah taman yang indah, tetapi sebuah ruang rohani di mana umat Tuhan dapat datang untuk berdoa, merenung, serta memperdalam hubungan dengan Tuhan,” ujarnya.

Menurutnya, tempat tersebut diharapkan menjadi ruang bagi jemaat untuk menenangkan hati, membawa berbagai pergumulan hidup kepada Tuhan, serta kembali mengarahkan iman kepada-Nya.

Selain peresmian taman doa, pada kesempatan yang sama juga dilaksanakan peluncuran buletin jemaat Kabar Hen Wani sebagai sarana komunikasi pelayanan gereja.

Melalui buletin tersebut, diharapkan jemaat dapat mengetahui berbagai karya Tuhan yang terjadi dalam kehidupan pelayanan gereja serta memperkuat persekutuan di tengah jemaat.

“Informasi yang disampaikan dalam buletin ini bukan sekadar berita, tetapi juga menjadi sarana untuk membangun iman jemaat dan mendorong semangat pelayanan di tengah gereja,” katanya.

Sementara itu, Ketua Panitia pembangunan taman doa, Benhur Tomi Mano, dalam laporannya mengatakan bahwa pembangunan taman doa bertujuan menyediakan ruang terbuka yang dapat dimanfaatkan jemaat untuk berdoa dan memperdalam kehidupan rohani.

Ia menjelaskan bahwa taman doa dirancang sebagai area terbuka yang ditata dengan berbagai unsur alam seperti tanaman bunga, pepohonan, serta tempat duduk yang nyaman, sehingga menciptakan suasana yang tenang bagi jemaat yang datang berdoa.

“Taman doa menjadi sarana penting untuk meningkatkan kehidupan iman jemaat. Di tempat ini, jemaat dapat berdoa dengan tenang di ruang terbuka dan merasakan kedamaian,” ujarnya.

Menurut Benhur, dalam kehidupan orang percaya doa merupakan napas hidup iman, karena melalui doa umat dapat memuji Tuhan, mengucap syukur, mengakui dosa, serta memohon pertolongan dan bimbingan dari Tuhan.

Dengan adanya taman doa di lingkungan gereja, ia berharap tercipta keseimbangan antara kehidupan rohani jemaat dengan keindahan alam di sekitar gereja sebagai wujud syukur atas kasih dan karunia Tuhan.

Karena itu, ia mengajak seluruh jemaat untuk bersama-sama menjaga dan memanfaatkan taman doa tersebut dengan baik agar terus menjadi tempat yang membawa berkat bagi kehidupan iman bersama.