Jayapura, Teraspapua.com – Jemaat GKI Hen Wani Wai Mhorock memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-64 Yayasan Pendidikan Kristen (YPK) di Tanah Papua dalam ibadah syukur yang digelar pada Minggu (8/3/2026).
Momen ini menjadi pengingat peran panjang YPK dalam membangun generasi Papua melalui pendidikan yang berakar pada iman dan karakter Kristiani.
Ketua Sinode GKI di Tanah Papua, Pdt. Andrikus Mofu, M.Th dalam sambutan mengatakan, YPK lahir pada 8 Maret 1962 sebagai wujud panggilan gereja untuk melayani Tuhan dan sesama melalui bidang pendidikan.
“YPK adalah anak kandung Gereja Kristen Injili di Tanah Papua. Melalui lembaga ini, gereja menanamkan benih perubahan melalui ilmu pengetahuan dan pembentukan karakter dari generasi ke generasi,” kata Karel Ap saat membacakan sambutan tertulis Ketua Sinode GKI di Tanah Papua, Pdt. Andrikus Mofu, M.Th.

Selama lebih dari enam dekade, YPK disebut telah memberikan kontribusi besar bagi pembangunan sumber daya manusia di Papua. Dari sekolah-sekolah YPK lahir berbagai tokoh dan profesional, mulai dari guru, pendeta, tenaga kesehatan, aparatur pemerintah hingga pemimpin di berbagai bidang.
Namun, menurutnya, nilai utama pendidikan YPK tidak hanya terletak pada penguasaan ilmu pengetahuan.
“Di sekolah-sekolah YPK, anak-anak tidak hanya belajar pengetahuan, tetapi juga belajar berdoa, melayani, dan hidup dengan karakter Kristiani,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pendidikan YPK selama ini dikenal memiliki ciri khas kuat, yakni memadukan keunggulan akademik dengan pembentukan spiritualitas dan moral peserta didik.
Tema perayaan HUT YPK tahun ini juga menegaskan bahwa kasih Kristus menjadi kekuatan yang menggerakkan gereja untuk mandiri dalam mewujudkan keadilan, perdamaian, dan kesejahteraan.
Karena itu, YPK dipandang bukan sekadar lembaga pendidikan formal, melainkan bagian dari pelayanan gereja untuk membangun masa depan generasi Papua.
“YPK adalah tempat membentuk karakter generasi Papua sekaligus menabur benih iman dan masa depan,” katanya.
Ia menambahkan bahwa sejarah pendidikan di Papua tidak dapat dipisahkan dari sejarah masuknya Injil. Sejak Injil diberitakan di Tanah Papua pada 5 Februari 1855, pelayanan pendidikan berjalan beriringan dengan pekabaran Injil.
Para misionaris pada masa itu tidak hanya menyampaikan kabar keselamatan, tetapi juga membuka sekolah serta mengajarkan masyarakat membaca, menulis, dan berhitung.
Pendidikan tersebut, menurutnya, berperan besar dalam membentuk perubahan sosial di Papua, termasuk menumbuhkan nilai persaudaraan dan persekutuan dalam kehidupan masyarakat.

Meski demikian, gereja juga menyadari generasi muda Papua saat ini menghadapi berbagai tantangan serius, mulai dari kekerasan, minuman keras, hingga penyalahgunaan narkoba.
Karena itu, sekolah-sekolah YPK diharapkan menjadi ruang yang menghadirkan kehidupan yang berbeda, yaitu kehidupan yang dibangun di atas iman, kasih, dan kebenaran.
“Sekolah YPK harus mampu melahirkan generasi yang bebas dari narkoba dan minuman keras, serta menjadi generasi yang mampu meraih prestasi,” ujarnya.
Saat ini, tercatat sekitar 91.932 siswa sedang menempuh pendidikan di 792 sekolah YPK di Tanah Papua, yang dilayani oleh sekitar 6.251 tenaga pendidik.
Menurutnya, angka tersebut menunjukkan bahwa YPK tidak hanya mendidik anak-anak untuk masa kini, tetapi juga sedang mempersiapkan para pemimpin Papua di masa depan.
Melalui pelayanan pendidikan ini, Tanah Papua diharapkan tidak hanya dikenal sebagai wilayah yang kaya akan sumber daya alam dan keragaman suku, tetapi juga sebagai tanah Injil yang melahirkan generasi yang memancarkan terang melalui pendidikan.
“Jika gereja setia mendidik generasi muda dalam iman dan ilmu pengetahuan, maka masa depan Papua tidak akan hilang,” ujarnya.
Ia pun mengajak seluruh pihak, mulai dari guru, orang tua, alumni hingga masyarakat luas, untuk terus menopang pelayanan pendidikan YPK di Tanah Papua.
“Selamat Hari Ulang Tahun ke-64 bagi Yayasan Pendidikan Kristen di Tanah Papua. Tuhan menuntun pelayanan ini untuk terus melahirkan generasi yang membawa terang bagi Papua,” tutupnya.
Saat yang bersamaan Ketua Klasis GKI Port Numbay, Andris W. Tjoe, meresmikan Taman Doa Jemaat dan peluncuran buletin jemaat bertajuk Kabar Hen Wani yang ditandai dengan penyerahan buku kepada perwakilan jemaat.
(arc)















