Dapur MBG di Depapre Disetop Sementara Usai Insiden Keracunan, BGN Lakukan Evaluasi Menyeluruh

Sentani, Teraspapua.com  – Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Mayjen TNI (Purn) Trenggono, memastikan operasional dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura, resmi dihentikan sementara menyusul insiden dugaan keracunan yang menyebabkan ratusan warga menjalani perawatan medis.

Penghentian sementara tersebut, kata Trenggono, merupakan bagian dari prosedur operasional standar (SOP) yang wajib diterapkan setiap kali terjadi kasus dugaan keracunan dalam pelaksanaan program MBG.

“Setiap ada dugaan keracunan, sesuai SOP dapur langsung kami suspend. Jika hasil evaluasi menunjukkan dapur tidak memenuhi standar, seperti tidak higienis, sanitasi buruk, atau IPAL tidak memadai, maka operasionalnya bisa ditutup permanen,” ujar Trenggono saat meninjau langsung penanganan korban bersama Pemerintah Provinsi Papua, DPR Papua, serta Pemerintah Kabupaten Jayapura.

Dalam kunjungannya, Trenggono mengapresiasi langkah cepat Pemerintah Kabupaten Jayapura, TNI, Polri, tenaga kesehatan, dan seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan korban. Ia menyebut, saat tim dari BGN dan kementerian terkait tiba di lokasi, proses penanganan pasien sudah berjalan dengan baik dan terkoordinasi.

Menurutnya, Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu program prioritas Presiden yang harus dijaga bersama agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat. Karena itu, ia menekankan pentingnya keterlibatan semua pihak dalam mengawasi pelaksanaan program tersebut.

“Mulai dari pemerintah daerah, DPR, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga tokoh adat, semua harus ikut mengawasi. Program ini adalah tanggung jawab bersama,” katanya.

Trenggono menambahkan, sejak awal BGN telah meminta pemerintah daerah untuk terlibat aktif dalam pemantauan, pengawasan, serta evaluasi pelaksanaan MBG di wilayah masing-masing. Ia membuka ruang bagi pemerintah daerah untuk memberikan masukan apabila ditemukan pelaksanaan yang tidak sesuai dengan standar.

“Kalau ada kekurangan, kita evaluasi. Jika ada yang tidak sesuai SOP, silakan disampaikan. Program ini harus kita kawal bersama agar kejadian seperti ini tidak terulang,” ujarnya.

Terkait insiden di Depapre, BGN akan melakukan evaluasi menyeluruh dan investigasi bersama pihak kepolisian guna mengetahui penyebab pasti kejadian, sekaligus menelusuri kemungkinan adanya pelanggaran terhadap standar operasional.

Dari hasil inspeksi awal, ditemukan sejumlah kekurangan pada dapur penyedia MBG, mulai dari aspek kebersihan, sanitasi, hingga sistem pengolahan limbah atau instalasi pengolahan air limbah (IPAL). Pengelola dapur dan pihak yang bertanggung jawab atas operasional juga telah diberikan teguran oleh BGN.

Sementara itu, kondisi para korban dilaporkan terus membaik. Hingga siang hari, sebagian besar pasien telah diperbolehkan pulang dan tidak ada korban yang berada dalam kondisi mengkhawatirkan. Meski demikian, jumlah pasti korban masih terus diverifikasi oleh Pemerintah Kabupaten Jayapura.

Di akhir keterangannya, Trenggono mengingatkan bahwa Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya bertujuan menyediakan makanan bergizi bagi anak-anak, tetapi juga memiliki dampak ekonomi yang luas bagi masyarakat.

“Program ini juga menggerakkan ekonomi, mulai dari penyerapan tenaga kerja, pemberdayaan UMKM, hingga dukungan bagi pemasok bahan pangan di sekitar dapur MBG,” tuturnya.

Ia berharap, melalui evaluasi menyeluruh pascainsiden ini, pelaksanaan program MBG ke depan dapat berjalan lebih baik, aman, dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.

(mel)