HUT ke-75 SMA Gabungan Jayapura, Dr. Sandra Titihalawa Soroti Pentingnya Karakter Siswa di Era Digital

Kepala Sekolah, Wakil Ketua Yayasan, Pelayan Firman, Para Wakasek, Osisis, sesepuh saat menikmati kue HUT (foto Arche/Teraspapua.com)

Jayapura, Teraspapua.com – SMA YPPDK Gabungan Jayapura merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 pada Senin, 10 Agustus 2026, dalam sebuah ibadah syukur yang berlangsung di Aula Pandora. Perayaan ini mengusung tema “Bertumbuh dalam Kasih Kristus, Mewujudkan Pembelajaran Bermakna, Berkesadaran, dan Menyenangkan.”

Secara historis, hari jadi sekolah ini jatuh pada Minggu,  9 Agustus. Namun, peringatan tahun ini digeser ke 10 Agustus 2026.

Ibadah syukur dipimpin oleh Pendeta Frits Soparue, dengan perenungan firman Tuhan yang diambil dari Amsal 4:4-5 serta Matius 26:19–20. Suasana perayaan semakin khidmat melalui pujian yang dibawakan oleh tenaga pendidik, staf kependidikan, siswa-siswi, serta penampilan solo dari  sesepuh sekolah.

Kepala SMA YPPDK Gabungan Jayapura, Dr. Sandra G. Titihalawa, S.Pd., M.Si., dalam sambutannya mengenang kedekatan personalnya dengan sekolah tersebut sejak kecil. Ia mengisahkan bahwa sejak duduk di bangku sekolah dasar pada era 1980-an, dirinya sudah akrab dengan lingkungan SMA Gabungan karena sang ibu merupakan guru agama di sekolah tersebut.

“Saya adalah saksi hidup perjalanan sekolah ini, dari tahun 80-an, masuk ke 90-an, hingga sekarang di 2026. Perkembangannya sangat pesat dan meninggalkan jejak yang indah,” ujarnya.

Sandra menekankan bahwa perjalanan 75 tahun SMA YPPDK Gabungan merupakan bukti nyata karya Tuhan. Menurutnya, tema perayaan tahun ini harus menjadi arah sekaligus motivasi bagi seluruh warga sekolah dalam menghadapi tantangan zaman.

Ia juga menyoroti pentingnya peran semua pihak, mulai dari siswa, guru, hingga yayasan, dalam membangun sekolah yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kuat dalam pembentukan karakter.

suasana ibadah syukur HUT (foto Arche/Teraspapua.com)

“Sekolah dengan identitas ‘bertumbuh dalam Kristus’ tidak cukup hanya menekankan nilai akademik. Karakter harus menjadi porsi utama. Sinergi antara keluarga dan sekolah sangat penting agar lulusan hari ini memiliki kualitas yang sama, bahkan lebih baik, dari generasi sebelumnya,” katanya.

Lebih lanjut, Sandra menyinggung tantangan besar dunia pendidikan di era digital. Menurutnya, kemudahan akses informasi melalui gawai menjadi pedang bermata dua yang menuntut kebijaksanaan dalam menyikapinya.

“Tantangan kita hari ini adalah bagaimana membentuk sumber daya manusia yang mampu mengambil keputusan secara bijak, menyelesaikan masalah secara mandiri, tetapi tetap rendah hati,” ujarnya.

Ia mengakui bahwa perubahan zaman membuat banyak tenaga pendidik harus beradaptasi dengan cepat. Berbagai program telah dirancang untuk menjawab tantangan tersebut, meski diakui tidak selalu berjalan mudah.

“Tanpa Tuhan Yesus, saya pikir sekolah ini tidak akan mampu bertahan hingga 75 tahun dengan segala tantangan yang ada,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Panitia HUT ke-75, Yosfin Pabassing, dalam laporannya menyampaikan bahwa perayaan ini tidak hanya menjadi momentum refleksi, tetapi juga sarana mempererat kebersamaan seluruh warga sekolah.

Menurutnya, tema yang diangkat diharapkan mampu memotivasi siswa kelas 10, 11, dan 12 untuk terus meningkatkan prestasi serta memberikan kontribusi positif bagi kemajuan sekolah.

“Tujuan kegiatan ini adalah untuk mensyukuri perjalanan 75 tahun SMA YPPDK Gabungan Jayapura, memperkuat rasa kebersamaan, serta menumbuhkan kreativitas, sportivitas, dan semangat berprestasi para siswa,” jelasnya.

Ia juga memaparkan sejumlah rangkaian kegiatan yang telah dan akan dilaksanakan dalam rangka HUT ke-75, di antaranya lomba paduan suara antar kelas yang digelar pada 6 Agustus 2026, serta lomba kebersihan dan keindahan kelas pada 7 Agustus 2026 yang diikuti seluruh siswa.

Selain itu, lomba gerak jalan antar kelas dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 14 Agustus 2026, dengan rute dimulai dari SMA YPPDK Gabungan Jayapura, menuju kawasan Gereja Katedral, melewati SMP Negeri 1 Jayapura, dan kembali finis di sekolah.

Wakil Ketua Yayasan Gabungan, Pdt. Herman Awom, dalam sambutannya mengajak para siswa untuk menyadari bahwa mereka sedang dipersiapkan menjadi generasi masa depan melalui pendidikan yang berakar pada nilai-nilai Kristiani.

“Anak-anak didik sekalian, tempat ini adalah ruang di mana kalian dipersiapkan. Apa yang disampaikan dalam khotbah tadi sudah sangat jelas, dan saya ingin menegaskan kembali makna kehadiran sekolah ini,” ujarnya.

Ia menambahkan, SMA Gabungan telah melahirkan banyak alumni yang berkiprah di tingkat nasional, mulai dari perwira tinggi, gubernur, hingga duta besar.

Awom menekankan tiga tema utama yang menjadi dasar perjalanan sekolah hingga mencapai usia 75 tahun, yakni bertumbuh dalam kasih Kristus, pembelajaran yang bermakna, serta kesadaran diri sebagai ciptaan Tuhan.

“Tanpa kasih Kristus, sekolah ini tidak mungkin bertahan hingga 75 tahun. Ini adalah anugerah yang luar biasa,” tegasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya pendidikan yang berkesadaran, yakni memahami jati diri sebagai manusia yang diciptakan Tuhan dengan keberagaman latar belakang, khususnya di tanah Papua yang multikultural.

“Kesadaran itu penting. Kita harus sadar bahwa kita berbeda, tetapi dipersatukan dalam iman dan tujuan yang sama. Di sekolah ini, tidak ada perbedaan antara suku atau asal daerah,” ujarnya.

Awom menilai tema perayaan tahun ini, yakni “Bertumbuh dalam Kasih Kristus, Mewujudkan Pembelajaran Bermakna, Berkesadaran dan Menyenangkan”, bukan sekadar slogan, melainkan panggilan bagi seluruh civitas sekolah dalam menghadapi masa depan.

Ia pun mengajak seluruh siswa, guru, dan tenaga kependidikan untuk terus menjaga semangat kebersamaan serta menjadikan sekolah sebagai tempat membangun generasi emas bangsa.

“Kalian adalah generasi yang akan memimpin bangsa ini. Kesempatan yang kalian miliki hari ini adalah sesuatu yang dulu tidak kami rasakan,” tuturnya.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, pihak sekolah berharap dapat membangun rasa bangga dan cinta terhadap almamater, sekaligus memperkuat semangat kebersamaan seluruh warga sekolah dalam menyongsong masa depan.

(Har)