Warga di Tenda Pengungsian Terus Diberikan Pelayanan Kesehatan

Kepala Dinas Kesehatan Kota Jayapura, Ni Nyoman Sri Antari saat meninjau Posko Kesehatan

Jayapura, Teraspapua.com – Gempa bumi bermagnitudo 5, 4 mengguncang Kota Jayapura, Kamis (9/2/2023) lalu memaksa sebagian warga harus tinggal di tenda-tenda pengungsian.

Kendati demikian, Pemerintah Kota Jayapura melalui Dinas Kesehatan terus memberikan pelayanan untuk memperhatikan kesehatan warga yang terdampak gempa bumi di tenda-tenda pengungsian.

Untuk itu petugas medis yang ada di Pukesmas terdekat dengan lokasi pengungsian dikerahkan untuk melayani warga.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Jayapura, Ni Nyoman Sri Antari kepada Teraspapua.com mengemukakan, pihaknya berkoordiansi dengan tim Satgas penanganan bencana gempa bumi, dimana RAPI yang menerimah banyak keluhan dari masing-masing tenda pengungsian.

“Jadi, kami merespon itu, dan membagikan setiap petugas medis dari Puskesmas diwilayah kerja untuk memberikan pelayanan,” kata Ni Nyoman Sri Antari kepada Teraspapua.com di posko kesehatan kantor Wali Kota, Rabu (15/2/2023).

Seperti lanjut Ni Nyoman, di Bhayangkara di handle sama Puskesmas Jayapura Utara. tapi ternyata menurut dia, di Kelurahan Mandala juga ada sehingga dibuka juga pelayanan.

“Jadi, kita minta Puskesmas yang tidak padat pelayanan, tidak banyak bebannya, seperti kemarin warga di Kelurahan Mandala di handle sama petugas media dari Puskesmas Imbi,” katanya.

Petugas Media saat memberikan pelayanan kesehatan kepada warga di tenda pengungsian

Namanya juga tanggap darurat, Jadi siapapun bisa dilayani. kata Ni Nyoman pihaknya juga di backup oleh SOS Freeport atau panggilan emergency kalau ada gawat darurat,” tambah dia.

Selain itu di backup sama Dompet Duapa, kita bisa bersinergi di sini yang tim stand by yitu SOS Freeport, Dompet Dwapa sama 119, yang lainnya kita bergerak di lapangan.

Nyi Nyoman mengungkapkan, penyakit yang dialami pengungsi paling pegal-pegal, karena lari dan panik dalam situasi gempa. Tapi menurut Ni Nyoman penyakit terbanyak masih didominasi oleh ISPA.

Bahkan kata dia, tekanan darah tinggi juga lumayan banyak, karena stress. Tapi Penyakit ini memang sudah cukup tinggi di Kota Jayapura (26%).

Dinas Kesehatan terus memberikan pelayanan sampai ada kebijakan pimpinan, kalau memang tidak ada goncangan yang berat,” janji Ni Nyoman.