Jayapura, Teraspapua.com – Penatua Benhur Tomi Mano memberikan pembekalan sekaligus memotivasi persekutuan anggota muda GKI Pniel Kotaraja yang sementara mengikuti masa perkenalan organisasi atau MPO dan latihan dasar kepemimpinan pemuda gereja (LDKPG)
Kegiatan tersebut berlangsung di gedung Gereja GKI Pniel Kotaraja, Senin (12/5/2025). Benhur Tomi Mano membawakan materi “Peran Pemuda GKI Dalam Pembangunan Bangsa,”
“Anak muda GKI harus menjadi terang bagi Papua dan garam bagi Indonesia, harus berani tampil sebagai teladan dalam cara bicara, bekerja dan bagaimana kita memperlakukan sesame,” kata BTM sapaan akrabnya.
Dikatakan, menjadi teladan, jujur, tidak munafik dan tidak ikut arus di sekolah, kampus, kantor bahkan di media social. Dikatakan pemuda kristen harus menunjukkan sikap yang dewasa dan mendewasakan orang lain.
Dan bagaimana menjadi garam, garam itu kecil tapi pengaruhnya besar, garam menyatu bukan mendominasi, garam bekerja diam-diam tapi hasilnya terasa.
“Pemuda GKI harus hadir di tengah masyarakat untuk memberi makna, dengan tindakan yang sederhana tapi membawa perubahan,” terangnya.
Calon Gubernur Papua ini juga menyampaikan program saat menjadi wakil Jemaat yaitu membersihkan gereja tentu dengan melibatkan Pemuda, itu hal kecil yang harus di sambut para pemuda.
Dikatakan, kenapa pemuda gereja harus peduli dengan ekonomi dan politik. Apakah Tuhan mengajarkan kita untuk aktif di dunia seperti itu.
Dasar teologis dan teoretisnya sebagaimana firman Tuhan Yeremia 29 ayat 7 ” Usahakanlah kesejahteraan kota Ke mana kamu akan aku buang, dan berdoalah untuk kota itu kepada TUHAN, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu,”
“Makna dari Firman ini. Tuhan tidak memanggil kita untuk diam. Tuhan tidak menginginkan kita hanya berdoa dalam gereja lalu menutup mata terhadap persoalan masyarakat, sebaliknya Tuhan mengutus kita untuk peduli bekerja dan mendoakan tanah ini,” paparnya.
Karena ujar BTM, jika tanah Papua ini sejahtera maka kita akan hidup dalam berkat damai.
“Kalau kita bergerak, maka Papua bisa tumbuh dari tangan anak muda, tapi sebaliknya kalau kita sedang hidup di masa bonus demografi, jumlah anak muda sedang banyak- banyaknya ini peluang besar,” katanya.
Lanjut BTM, kalau kita diam kita kehilangan momen emas, tapi kalau kita bergerak, Papua bisa tumbuh dari tangan anak mudanya sendiri.
Secara praktis menurut BTM, mulai dari yang kecil jualan makanan lokal dari rumah ke rumah, produksi kerajinan tangan atau tas noken bermotif Kristen. Bentuk kelompok usaha kecil antar Jemaat misalnya koperasi
Kemudian gunakan media digital buka toko online gunakan Instagram untuk promosi. Pakai Tik Tok bukan hanya untuk hiburan tapi juga untuk edukasi usaha.
Untuk itu Pemuda Pniel Kotaraja harus mandiri dan tidak hanya mengharapkan dana program Jemaat.
Dikatakan, peran pemuda GKI di bidang politik, kalau bicara soal politik pasti ada yang mengatakan politik itu kotor. Karena kalau orang baik tidak masuk dalam dunia politik siapakah mengambil tempat itu.
BTm paparkan secara teoritis politik adalah salah satu alat untuk menata kehidupan bersama, dalam bentuk kebijakan anggaran, bahkan penentuan arah pembangunan
“Ketika anak-anak Tuhan menjauhi politik, maka kebijakan akan dikuasai oleh mereka yang mungkin tidak punya nilai, tidak punya hati dan hanya mengejar kekuasaan,” lugasnya.
Tapi bagi saya tidak mengejar kekuasaan tapi pelayanan,” imbuhnya.
Untuk itu pemudanya GKI Pniel Kotaraja harus belajar dan memahami isu-isu politik, ikuti berita, pahami anggaran daerah, pelajari RPJMD atau RPD daerah kita.
Diingatkan juga untuk aktif dalam forum-forum masyarakat, karang taruna, musyawarah Kampung, diskusi warga, kelompok advokasi dan bangun jejak kepemimpinan sejak dini mulai dari OSIS, BEM atau organisasi kepemudaan
Untuk itu BTM minta jadikan LDKPG sebagai awal perubahan. Minta gereja membentuk ruang pembinaan ekonomi dan publik, serta membentuk komunikasi kecil pemuda aktif antar Jemaat,” pungkasnya.
(Arc)














