DPR Papua Dorong Realisasi Listrik di 278 Kampung

Jayapura,Teraspapua.com – Sebanyak 278 kampung di Provinsi Papua tercatat hingga kini belum teraliri listrik alias masih gelap gulita.

Untuk itu, Ketua DPR Papua Denny Henrry Bonai, bersama Pj Gubernur Papua Ramses Limbong dan Ketua Kadin Papua melakukan lobi atau komunikasi dan bertemu dengan Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia di Jakarta, baru-baru ini.

Bahkan, langsung ditindaklanjuti bertemu dengan Dirjen Kelistrikan Kementerian ESDM Jisman P Hutajulu dan bertemu dengan managemen PT PLN (Persero) Unit Induk Induk Papua dan Papua Barat.

“Kami bertemu dengan Kementerian ESDM terkait listrik  desa. Kita di Papua ini, ada 278 kampung itu masih gelap. Makanya, kita menghadap ke Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, setelah itu langsung direspon dan bertemu dengan Dirjen Kelistrikan untuk membahas pembangunan listrik desa  di Papua,” kata Denny Bonai di ruang kerjanya, Senin (30/6/2025).

Dalam pertemuan itu, diakui Denny Bonai mendapatkan respon positif. Bahkan, pembangunan listrik desa di Papua itu ditargetkan dalam 5 tahun, sehingga seluruh kampung/desa di Papua sudah terang atau teraliri listrik.

“Jadi, nantinya pembangunan listrik desa di Papua itu akan dilakukan secara bertahap,” ujarnya.

Bahkan, lanjut Denny Bonai, dari Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM dan PLN menganggarkan sebesar Rp 40 miliar lebih untuk membangun listrik desa di Papua.

“Namun, saya minta kalau bisa jangan Rp 40 miliar, tapi kalau bisa Rp 100 miliar dan pak dirjen sudah setuju itu di depan pak gubernur. Kalau bisa dianggarkan tahun ini, mengingat waktu sudah berjalan di tahun 2025, sehingga anggaran Rp 100 miliar itu bisa untuk 40 – 50 kampung dibangun listriknya  untuk tahap itu. Nanti di tahun 2026, baru dinaikkan 2  kali lipat,” paparnya

Dikatakan, untuk listrik desa ini, ada yang menggunakan Green Super Grid atau menarik kabel dari jaringan listrik terdekat dan SuperSUN <span;>(Sorong Ultimate for Electrifying – Surya Untuk Negeri) untuk melistriki desa-desa terpencil, termasuk di wilayah 3T (terdepan, terluar dan tertinggal).

Menindaklanjuti hal itu, DPR Papua telah memanggil managemen PT PLN (Persero) UIW Papua dan Papua Barat dan mereka sangat mengapresiasi langkah itu, apalagi  nantinya PLN menjadi pelaksana dalam program listrik desa ini.

“Kamis, 26 Juni 2025, kami telah bertemu dengan PLN Papua dan Papua Barat supaya titik-titiknya disinkronkan dengan data yang ada di Bapperinda Papua yang diserahkan ke Dirjen dengan data dari PLN. Dalam waktu dekat, kami akan pertemuan lagi untuk menentukan titik/lokasinya,” jelas politikus Golkar itu.

Diakui, pihaknya bersama Pj Gubernur Papua dan Ketua Kadin Papua berupaya mencari solusi terhadap 278 kampung di Papua yang belum terlistriki.

“Kebetulan Menteri ESDM dari kader Golkar dan Ketua DPR Papua juga kader Golkar,  ya sudah kita minta ada wujud nyata. Dan itu disambut baik oleh pak Menteri ESDM dan diminta langsung ketemu Dirjen Ketenagalistrik untuk dibahas. Setelah itu, kita pulang dan undang PLN untuk sinkronkan datanya, baru dikirim minggu depan,” pungkasnya.