Sentani, Teraspapua.com – Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Papua, Benhur Tomi Mano (BTM) dan Calven Kollo (CK), menyatakan sikap tegas menolak rencana pertambangan nikel di kawasan Gunung Cycloop.
Hal ini disampaikan dalam kampanye terbatas calon gubernur dan wakil gubernur Papua, Benhur Tomi Mano dan Constant Karma (BTM-CK) di Obhe Kampung Sereh, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Senin (15/7/2025).
Di hadapan para Ondoafi, kepala suku, tokoh adat, dan ratusan warga, BTM menyuarakan pesan kuat: Papua harus dijaga sebagai tanah damai dan diberkati Tuhan.
Ia menggambarkan tanah Papua sebagai negeri yang kaya, bagaikan “tanah yang penuh susu dan madu”, yang menjadi daya tarik banyak orang untuk datang.
“Gunung Cycloop bukan tanah kosong. Ia adalah sumber kehidupan kita. Cycloop adalah mama yang memberi air, makanan, dan nafas bagi masyarakat Tabi. Karena itu, kita wajib menjaganya,” tegas BTM lantang.
Dalam orasinya, BTM mengajak masyarakat untuk menjaga ekosistem hutan, khususnya hutan sagu, dan mengembangkannya menjadi kawasan ekowisata. Ia berjanji akan membangun sentra pengolahan sagu menjadi produk bernilai ekonomi tinggi, seperti mie, beras, gula, hingga es krim.
Tak hanya itu, BTM-CK juga akan mendukung pelaku UMKM di Kampung Sereh, seperti produsen kopi, pinang, ikan asin, dan hasil kerajinan mama-mama Papua. Semua produk lokal tersebut akan didampingi hingga memiliki akses ke pasar yang lebih luas.
“Saya ingin membangun Papua yang maju, mandiri, dan tetap berbudaya,” ucap BTM. “Budaya Tabi dan Saireri harus dilestarikan lewat tarian adat, kesenian tradisional, dan festival tahunan. Sanggar seni Robongholo akan kami perhatikan secara khusus.”
BTM juga memaparkan program unggulan di bidang pendidikan. Ia menegaskan bahwa masa depan Papua harus dibangun oleh generasi muda yang cerdas dan berpendidikan. Untuk itu, ia menjanjikan pengelolaan beasiswa yang lebih baik bagi anak-anak Papua yang sedang kuliah, baik di dalam maupun luar negeri.
“Mahasiswa yang sedang menulis skripsi, baik di Jayapura maupun di luar Papua, akan kita bantu dengan dana pendukung. Tak boleh ada anak Papua yang berhenti sekolah karena alasan ekonomi,” ujarnya.
BTM juga berkomitmen membangun asrama untuk anak-anak Tabi dan Saireri yang ingin melanjutkan pendidikan di Jayapura. Ia bahkan menyebut akan membangun rumah singgah di Abepura bagi masyarakat dari wilayah pedalaman yang membutuhkan tempat tinggal sementara untuk mendapat perawatan kesehatan.
Program Paket A, B, dan C juga akan disiapkan untuk orang tua maupun anak-anak putus sekolah. Guru-guru yang mengabdi di wilayah pedalaman akan diberi insentif dan rumah agar mereka betah dan tetap mengajar anak-anak Papua.
“Saya ingin anak-anak kita kelak mampu mengelola sumber daya alam Papua untuk kemaslahatan rakyat sendiri,” tegasnya.
BTM juga mengungkapkan keberhasilan uji coba program pemberian makan siang bergizi gratis di dua sekolah di Kabupaten Jayapura, yang akan terus dikembangkan demi meningkatkan kualitas belajar siswa.
Di sektor kesehatan, BTM menargetkan peningkatan angka harapan hidup masyarakat Papua hingga 80 tahun. Ia juga berkomitmen menekan angka kematian ibu melahirkan serta kematian anak di bawah usia lima tahun, yang selama ini masih cukup tinggi.
Program penurunan angka stunting juga menjadi prioritas, dengan memperkuat fasilitas kesehatan di tingkat kampung, seperti Puskesmas, Pustu, Posyandu, dan rumah singgah. Fasilitas ini akan dilengkapi dokter spesialis, dokter anak, dokter gigi, ahli gizi, apoteker, serta peralatan medis modern.
“Kita latih kader-kader Posyandu, pemeriksaan untuk lansia, ibu hamil, anak-anak hingga remaja akan menjadi rutin. Inilah bukti hadirnya negara di tengah masyarakat,” kata BTM.
Selain pendidikan dan kesehatan, BTM juga menyoroti kondisi rumah warga di Kampung Sereh. Ia menjanjikan akan merehabilitasi rumah-rumah yang bocor dan tidak layak huni, bahkan membangun rumah baru bagi masyarakat yang membutuhkan.
Menutup pertemuan tersebut, BTM mengajak seluruh masyarakat Kampung Sereh untuk menggunakan hak pilih mereka pada Pilkada Papua 6 Agustus mendatang.
“Kalau masyarakat ingin BTM-CK memimpin Papua, maka mari datang ke TPS dan berikan suara. Jangan golput. Ini momentum perubahan untuk Papua yang lebih baik,” pungkasnya.
(Har/Rck)













