BTM: Pemekaran Muara Tami Jadi Kabupaten Harus Diawali Penambahan Satu Distrik

Jayapura, Teraspapua.com Wacana pemekaran Distrik Muara Tami menjadi kabupaten baru kembali mengemuka. Masyarakat, para kepala suku, serta para Ondoafi di wilayah perbatasan telah menyatakan kesepakatan untuk mendorong realisasi pemekaran tersebut demi meningkatkan pelayanan publik dan pemerataan pembangunan di wilayah perbatasan.

Hal itu disampaikan oleh Niko Pae, perwakilan dari 10 kepala suku di Skouw, dalam acara tatap muka terbatas bersama calon Gubernur Papua nomor urut 1, Benhur Tomi Mano (BTM), yang berlangsung di halaman rumah adat Kampung Skouw Mabo, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, Senin (28/7/2025).

Menanggapi aspirasi tersebut, Benhur Tomi Mano menegaskan bahwa pemekaran Muara Tami menjadi kabupaten tidak bisa dilakukan secara tergesa-gesa.

Menurutnya, pemekaran harus diawali dengan pembentukan satu distrik tambahan agar struktur pemerintahan lebih siap.

“Sebelum Muara Tami dimekarkan menjadi kabupaten baru, kita harus mekarkan dulu tambahan satu kecamatan atau distrik. Jangan terburu-buru. Saya ini ahli pemekaran daerah otonom baru,” tegas BTM.

Ia menjelaskan, langkah awal yang akan dilakukan adalah berkoordinasi dengan Bupati Keerom terkait pemekaran wilayah yang berada di perbatasan Distrik Skanto (Kabupaten Keerom) dan Muara Tami (Kota Jayapura) untuk digabung menjadi distrik baru.

“Setelah ada tambahan satu kecamatan, barulah kita memekarkan Muara Tami menjadi kabupaten. Ini penting agar administrasi pemerintahan lebih efektif dan pelayanan kepada masyarakat semakin dekat,” jelasnya.

BTM menegaskan bahwa pemekaran Muara Tami bertujuan memperpendek rentang kendali pelayanan pemerintah dan mempercepat pemerataan pembangunan.

Menurutnya, pembangunan di wilayah perbatasan harus mencakup berbagai sektor seperti infrastruktur jalan, air bersih, listrik, perumahan, dan telekomunikasi.

“Pembangunan harus menyeluruh. Jalan harus bagus, air bersih tersedia, listrik mencukupi, dan internet harus menjangkau semua warga. Kalau akses internet belum baik, kita akan pasang Wi-Fi gratis untuk masyarakat,” ujar BTM.

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya peningkatan pendidikan, layanan kesehatan, penguatan ekonomi rakyat, dan penataan keuangan yang transparan dan bersih.

“Kalau ada masyarakat yang belum memiliki rumah, harus dibantu. Kalau butuh air atau listrik, pemerintah wajib hadir memenuhi kebutuhan itu,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, BTM juga mengajak masyarakat Skouw tiga kampung untuk mendukung pemimpin-pemimpin asli Port Numbay yang saat ini sedang mengabdi di berbagai posisi strategis.

“Nantinya kita akan punya Gubernur dari Port Numbay, Wali Kota dari Port Numbay, dan Ketua MRP juga dari Port Numbay. Setelah saya selesai menjabat dua periode sebagai Gubernur, saya akan menyiapkan Abisai Rollo sebagai calon Gubernur Papua berikutnya. Abisai Rollo juga harus kita dukung dua periode sebagai Wali Kota Jayapura,” ujar BTM

BTM menegaskan pentingnya kebersamaan dan persaudaraan antar warga Skouw menjelang PSU Pilkada Papua 2025. Ia meminta masyarakat tidak tergoda oleh politik uang yang bisa merusak harga diri dan persatuan.

“Masyarakat Skouw tiga kampung harus mendukung sesama saudara. Jangan karena uang, Bapak Ibu melupakan saudara sendiri. Mari kita bungkus suara untuk BTM-CK pada 6 Agustus nanti,” tegasnya disambut yel-yel dukungan warga.

Tatap muka tersebut diakhiri dengan penegasan dari masyarakat, kepala suku, dan para Ondoafi Skouw tiga kampung untuk mengawal kemenangan BTM-CK dan mendorong terwujudnya pemekaran Muara Tami sebagai kabupaten baru demi kemajuan masyarakat perbatasan.
(har/rck).