Jayapura, Teraspapua.com -Tokoh Papua sekaligus mantan Wali Kota Jayapura dua periode, Benhur Tomi Mano (BTM), menghadiri pesta rakyat dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, yang digelar oleh Barisan Merah Putih Provinsi Papua.
Kegiatan tersebut berlangsung meriah di halaman belakang Gereja GIDI, Entrop, Distrik Jayapura Selatan, Sabtu (16/8/2025).
Acara diawali dengan bakar batu tradisi khas masyarakat Papua serta pertunjukan tarian adat pegunungan. BTM hadir didampingi sang istri, Kristhina Mano, dan disambut hangat oleh para tokoh masyarakat serta warga yang memadati lokasi.
Dalam kesempatan itu, BTM dan Ibu Kristhina turut meninjau sejumlah stan pameran yang menampilkan produk-produk UMKM dan hasil bumi lokal.
Mereka juga berinteraksi langsung dengan para pelaku usaha, membeli sejumlah produk khas Papua seperti pinang, ketupat ikan, sayur-mayur, hingga kerajinan noken.
BTM menyampaikan kebanggaannya terhadap semangat masyarakat Papua yang terus menjaga budaya, persatuan, dan kemandirian di tengah peringatan hari besar nasional.
“Dari Timur Indonesia, kita orang Papua, kita orang Indonesia. Mari kita jaga persatuan dan kesatuan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujarnya saat meninjau stan-stan pameran.
BTM menegaskan bahwa kegiatan seperti ini menunjukkan kekayaan budaya dan potensi ekonomi lokal yang luar biasa. Ia menyampaikan rasa bangganya sebagai bagian dari masyarakat Papua dan warga negara Indonesia.
“Saya bangga dengan jati diri saya sebagai orang Papua, yang merupakan bagian dari NKRI. Kegiatan seperti ini menunjukkan bahwa Papua punya potensi besar dari seni budaya hingga hasil bumi. Ini adalah kekayaan kita yang harus terus kita tampilkan dan lestarikan,” lanjutnya.
Selama kunjungannya, BTM tak hanya menyapa para peserta pameran, tetapi juga membeli langsung produk-produk kerajinan khas Papua seperti noken, serta produk pangan lokal seperti, sayuran, ketupat dan ikan.
Dalam kesempatan tersebut, BTM juga menyampaikan apresiasinya terhadap kreativitas mama-mama Papua dan pemuda-pemudi yang aktif memproduksi barang-barang lokal yang bernilai jual.
“Ini bentuk nyata bahwa masyarakat kita, khususnya mama-mama Papua, sangat kreatif. Mereka memproduksi noken, ornamen khas, dan hasil bumi yang berkualitas. Ini harus kita dukung, karena menjadi bagian dari penguatan ekonomi lokal dan pemberdayaan masyarakat,” katanya.
Sementara itu, salah satu penjual noken, Mama Beti Pekey mengaku senang dan terharu karena BTM dan istri membeli dagangannya. Ia pun menyampaikan doa untuk BTM agar selalu sehat dan diberkati dalam setiap langkahnya.
“Terima kasih banyak, Bapak BTM dan Ibu. Kami doakan Bapak selalu sehat. Semoga Tuhan memberkati Bapak untuk memimpin Papua,” ucap Mama Beti.
Hal senada juga disampaikan Mama Hai, penjual makanan lokal di salah satu stan pameran.
“Terima kasih banyak, Bapak BTM dan Mama Kristhina, sudah belanja di tempat kami. Ini sangat berarti bagi kami pelaku usaha kecil,” katanya dengan haru.
Pesta rakyat ini tak hanya menjadi momentum hiburan dan silaturahmi, tetapi juga sarat dengan makna kebangsaan.
BTM menegaskan bahwa kegiatan seperti ini harus terus digalakkan agar masyarakat Papua, terutama generasi muda, terus menumbuhkan rasa cinta tanah air.
“Ini bukan hanya soal merayakan HUT RI, tapi juga tentang membangun rasa bangga sebagai orang Papua dan warga Indonesia. Kita harus terus tampilkan budaya kita dalam bingkai nasionalisme,”tutup BTM.
(Har/Rck)














