BNN Papua Apresiasi SMA Gabungan Jayapura Gelar Tes Urine untuk Siswa, Jadi Contoh Untuk Sekolah Lain

Siswa – Sisiwi SMA Gabungan Jayapura sementara mengantri absen usai menyerahkan hasil tes urine kepada tim P2M BNNP Papua (foto Arche/Teraspapua.com)

Jayapura, Teraspapua.com – Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Papua memberikan apresiasi kepada SMA Gabungan Jayapura atas inisiatif sekolah tersebut dalam melaksanakan tes urine bagi siswa-siswi kelas X dan XI.

Kegiatan ini digelar pada Kamis (16/10/2025) sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan sekolah yang bersih dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. Tercatat 129 siswa yang mengikuti screening test dan semuanya dinyatakan negatif.

Ketua Tim Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) BNN Provinsi Papua, Nurjana, yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut, menyampaikan penghargaan setinggi- tingginya atas langkah preventif yang dilakukan oleh pihak sekolah. Ia menegaskan bahwa tes urine sangat penting sebagai bentuk deteksi dini terhadap potensi penyalahgunaan narkotika di kalangan pelajar.

“Secara kasat mata, penyalahgunaan narkoba memang bisa dilihat dari perilaku siswa. Namun, untuk memastikan ada tidaknya kandungan narkotika dalam tubuh, maka diperlukan screening test seperti ini,” ujar Nurjana.

Ia berharap langkah yang diambil oleh SMA Gabungan Jayapura ini dapat menjadi contoh bagi sekolah-sekolah lain di Kota Jayapura, mengingat ancaman narkoba saat ini banyak menyasar generasi muda.

“Sebanyak 90 persen dari kasus penyalahgunaan narkoba berasal dari kalangan anak dan remaja. Oleh karena itu, pelaksanaan tes urine ini sangat penting sebagai alarm dini untuk mendeteksi adanya penyalahgunaan narkoba di lingkungan sekolah,” tambahnya.

Nurjana mengungkapkan bahwa ganja, yang termasuk dalam golongan I narkotika, masih banyak ditemukan peredarannya di Kota Jayapura. Tak sedikit pula penyalahgunaannya ditemukan di lingkungan sekolah.

Oleh sebab itu, pelaksanaan tes urine atau screening test menjadi langkah krusial untuk mengetahui apakah terdapat siswa yang terindikasi menyalahgunakan narkoba atau menjadi bagian dari rantai peredaran narkotika.

Dalam pelaksanaannya, SMA Gabungan Jayapura juga telah melakukan pemetaan terhadap siswa berdasarkan kategori risiko, sebagai acuan dalam proses screening.

“Sekolah sudah memetakan kategori siswa, sehingga tes urine hari ini menyasar mereka yang telah diprioritaskan untuk deteksi dini,” jelas Nurjana.

Tak hanya fokus pada deteksi, Nurjana juga menekankan pentingnya edukasi kepada para siswa. Menurutnya, lingkungan pergaulan sangat berpengaruh terhadap tumbuh kembang dan perilaku anak. Oleh karena itu, siswa perlu dibekali dengan pemahaman untuk bijak dalam memilih teman dan membangun pergaulan yang sehat.

“Memberikan edukasi kepada anak-anak bukan hanya menjadi tugas guru, tetapi juga menjadi tanggung jawab orang tua untuk turut serta mengawasi dan membimbing anak- anaknya,” tegas Nurjana.

Ia juga menambahkan bahwa sinergi antara pihak sekolah dan orang tua sangat dibutuhkan dalam proses pembinaan dan pengawasan terhadap perkembangan anak. Misalnya, ketika anak mulai merokok, orang tua harus segera mengambil peran aktif untuk mengingatkan dan membatasi perilaku tersebut, baik di rumah maupun di lingkungan sekolah.

Langkah yang dilakukan SMA Gabungan Jayapura bersama BNN Papua ini dinilai sebagai bentuk upaya preventif yang patut diapresiasi. Nurjana menegaskan bahwa screening test di sekolah-sekolah sangat penting untuk memastikan ada tidaknya penyalahgunaan narkoba di lingkungan pendidikan.

“Semakin dini pihak sekolah mengetahui ada siswa yang positif narkoba, maka sekolah bisa segera berkoordinasi dengan BNN untuk melakukan tindakan rehabilitasi yang diperlukan,” ujar Nurjana.

Dengan adanya kolaborasi antara sekolah, BNN, guru, dan orang tua, diharapkan lingkungan pendidikan di Kota Jayapura dapat terbebas dari bahaya narkoba. Langkah ini juga diyakini mampu mendukung tumbuh kembang generasi muda dalam lingkungan yang sehat, aman, dan produktif.

(Har/Rck)